thirty

1K 31 5
                                        

Disudut kafe yang berada tidak jauh dari kawasan sekolah Nusa Bangsa dengan nuansa youth estetika membuat betah berlama-lama disana nampak empat perempuan yang sedang menghabiskan waktu sore sepulang sekolah.

Meskipun semua meja dalam kafe tidak terisi penuh namun tidak dapat mengelakkan suasana ramai yang tercipta oleh canda tawa yang diciptakan dari setiap sudut kafe.

Puri dan teman-temannya yang masih dibalut dengan kemeja sekolah dengan serius menyimak Alea yang meluapkan kekesalannya pada tingkah Mika yang sudah lewat batas.

"Gue beneran nggak habis pikir, dia jelas-jelas tau kalau Kevin itu cowok gue dan sampe sekarang masih jadi cowok gue. Tapi dia terang-terangan goda Kevin bikin gue jadi muak."

Tiga orang itu tetap menjadi pendengar yang baik.

"Tapi untung sih Kevin nggak ngerespon sama sekali, Al. Coba deh bayangin gimana kalau Kevin malah buka celah buat Mika masuk kehubungan kalian." Rere akhirnya bersuara setelah sejak tadi hanya menyimak.

"Enggak, gue nggak bisa bayangin. Pacar gue Kevin bukan cowok yang mau sama jablay kaya Mika!"

"Gue setuju, Kevin aja selalu kelihatan risih nggak, sih?" Ruby pun ikut menimpali.

"Kayak girls support girls-nya mana?"

"Don't ruin others relationship because you don't have one."

"Eakk, bener tuh."

"Gue dapet dari toktok tuh."

"Anak sosmed banget nih."

Sementara Puri tidak banyak mengeluarkan suara, dia tetap memperhatikan teman-temannya sembari mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan. Pikirannya sudah kemana-mana.

Gue kok jadi merasa bersalah sama Mbak Saphira, ya.

"Puri!"

Dia kembali ditarik ke dunia nyata, sementara Rere jadi misuh-misuh gemas karena Puri yang bengong.

"Ihh, Puri kebiasaan deh. Jangan sering bengong atuh. Nanti kesambet tau, Ri."

"Enggak kok, gue nggak bengong. Mau ngomong apa tadi?" Puri malah cengengesan.

"Lo belum kecantol sama cowok Nusa Bangsa? Sampe sekarang gue lihat lo santai-santai aja."

"Kecantol? Enggak ada, gue... mau fokus belajar dulu."

"Masa sih? Teman-teman Kevin oke juga loh, Ri. Kapan kita bisa date bareng gitu."

"Bener tuh, anak futsal cakep-cakep juga loh. Kalau nggak anak OSIS aja."

"Ihh jangan anak OSIS dong gue tuh maunya kita berempat juga sport date gitu loh."

"Enggak papa kali mau anak apa aja terserah, Ri. OSIS kek, Futsal kek, atau basket yang penting jangan cowok orang." Rere tertawa puas diakhir.

"Emang cuman gue ya yang jomblo sekarang?" Puri memberi respon atas desakan ketiga temannya ralat kedua temannya hanya Rere dan Alea yang sedari tadi antusias mengabseni cowok-cowok anak Nusa Bangsa untuk ditawari pada Puri.

Ruby menahan tawanya tahu persis bahwa di-circle mereka yang taken cuma Alea. Sementara Rere menggaruk-garuk keningnya yang tidak gatal sama sekali.

"Makanya kita cari bareng, Ri."

Alea malah senyum mencurigakan sembari menatap Puri, "Jangan-jangan lo lagi ngejaga hati ya buat seseorang yang sekarang lagi di Jakarta?"

"Eng... enggak kok."

"Yakan, lo pindahan tuh, Ri."

"Enggak, ngaco deh."

FIX YOU Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang