Persiapan pernikahan itu benar-benar kilat. Bahkan saking singkatnya, momen sakral itu terasa seperti kegiatan ekstrakurikuler yang harus dihadiri sepulang sekolah. Mungkin karena semuanya serba disiapkan orang tua. Taehyung dan Jennie hanya diberi tahu tanggal pemberkatan. Selama menunggu hari itu tiba pun, tak ada yang benar-benar terjadi di antara keduanya. Mereka juga tidak terlibat dalam penentuan tanggal pernikahan, lokasi acara, atau apa yang akan mereka kenakan.
Selain itu, tak ada lamaran. Tak ada pernyataan cinta. Makanya, ketika mereka akhirnya bertemu di altar untuk saling mengikrarkan janji suci pernikahan, keduanya sama-sama merasa aneh. Hingga kemudian ikrar diucapkan oleh Taehyung terlebih dulu, Jennie yang menanti gilirannya mulai merasa berdebar-debar.
"Aku, Kim Taehyung, menerima engkau, Jennie Kim, sebagai istriku yang sah, untuk kumiliki dan kupegang, mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka maupun duka, dalam kaya maupun miskin, dalam sakit maupun sehat, hingga maut memisahkan kita."
Pemuda itu sangat santai selama persiapan pernikahan. Yang nampak dia lakukan ketika bertemu Jennie hanyalah bermain dengan Ruby. Dia tidak pernah menceritakan apa pun tentang persiapan pernikahan. Jennie juga tidak merasa ada yang perlu mereka bicarakan. Namun, Taehyung menghafal semuanya. Bukan hanya itu, saat kalimat-kalimat sakral itu diucapkan, netra pemuda itu terus menatap Jennie dengan keyakinan. Tak ada kegugupan di wajahnya sehingga Jennie pikir ia sudah bisa merasa lega. Dia mungkin tidak salah mengambil keputusan. Kalau memang perasaan mereka belum tumbuh, mereka bisa memupuknya pelan-pelan. Yang penting, mereka saling percaya. Yang terpenting, mereka saling memegang tanggung jawab.
Begini dulu ... bolehkah?
Jennie tidak ingat dengan bagiannya, apakah ia mengucapkannya dengan terbata atau lancar jaya. Ia hanya terpukau pada Kim Taehyung yang hari ini nampak keren di matanya. Mengingatkannya dengan kencan buta pertama mereka di mana kala itu Jennie benar-benar mendamba akan dirinya. Dia sangat tenang dan dewasa. Dengan balutan tuxedo hitam Kim Taehyung nampak berkarisma. Jennie sempat lupa bahwa pemuda yang ia nikahi memang setampan itu. Kim Taehyung tampan sekali!
Tahu-tahu tudung pengantinnya pemuda itu buka. Membuat mereka bertatapan tanpa penghalang lagi. Namun, karena itu juga Jennie menjadi semakin gugup. Wajahnya yang mungkin merah kini terpampang nyata. Dipandang oleh Taehyung juga orang-orang yang hadir dalam upacara pemberkatan pernikahan mereka. Jennie melihat dengan jelas ketika mata Taehyung semakin melebar kala tatapan mereka semakin dalam. Ada senyum yang tertahan. Ada debar gugup yang tiba-tiba bisa Jennie lihat dalam ekspresinya. Selebihnya, Taehyung hanya nampak memuja. Pengantinnya memang secantik itu. Wajah bayinya tidak terlalu cocok dengan gaun pengantin yang dewasa. Hanya, dia tidak membosankan untuk dipandang apalagi di kala pipi gembilnya kemerah-merahan dan tatapan polosnya memerangkap bayangannya.
Melihat tatapan mereka yang begitu dalam pun penuh cinta, orang-orang yang hadir mungkin bisa bernapas lega. Kendati banyak kepahitan yang harus dua sejoli itu lewati untuk mencapai hari bahagia ini, mereka akhirnya menjadi saksi Taehyung dan Jennie bersatu. Diam-diam berdoa semoga tidak akan ada lagi aral yang mengganggu rumah tangga keduanya. Karena mereka juga saksi bagaimana penderitaan menempa Taehyung dan Jennie begitu beratnya. Sekarang, sudah saatnya dua sejoli itu bahagia.
Tepuk tangan riuh dari segelintir orang dalam gedung itu terdengar sebagai latar pengiring ketika Taehyung meraih kedua pipi Jennie dan menyapukan bibirnya di atas bibir perempuan itu. Para ayah sibuk memalingkan muka lantaran melihat anak-anak mereka terlalu kecil untuk beradegan seperti itu. Sebaliknya, ibu Jennie menangis terharu bersama Ruby di pangkuannya. Chahee dan gaun birunya bertepuk tangan heboh dengan air mata mengalir di pipi selagi Namjoon mengusap puncak kepalanya sayang. Jungkook dan gengnya bersorak sorai paling riuh. Seokjin baru saja melangkah meninggalkan tempat acara sambil mengeluarkan kotak rokok dari sakunya, meninggalkan Jisoo yang tersenyum tipis sambil bertepuk tangan lemah di bangkunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REDUM
Fanfiction[Rate: 13+] Jennie menyatakan cinta pada Taehyung meski ia belum bisa mengukur sebesar apa kadar sukanya pada pemuda itu. Karena terlalu tergesa, cinta itu pun berakhir begitu saja. Taehyung menolaknya dengan alasan memiliki gadis idaman lain. Setah...
