Dua sejoli itu saling lirik kemudian sama-sama menunduk dengan wajah gelisah. Kegiatan itu sudah terulang beberapa kali sejak mereka duduk di depan meja makan di mana terhidang beragam jenis masakan yang menggetarkan perut yang lapar. Ketegangan itu kontras dengan yang terjadi di seberang meja, di mana seorang wanita paruh baya nampak heboh sendiri menangani bayi mungil dalam gendongannya yang hanya nampak mengerjap meneliti wajahnya.
"Kenapa tidak mulai makan? Kalian tidak lapar?" sela wanita itu kemudian memecah atensi dua sejoli yang sedari tadi sibuk meremas tangan di pangkuan.
Kini keduanya kembali saling pandang sembari tangan mereka mulai cekatan mengambil sumpit dan menambahkan lauk pauk ke atas mangkuk nasi masing-masing. Sambil menyuap, mereka masih belum merasa lega juga. Bahkan sambutan hangat-hingga disajikan makanan, tak ada dalam bayangan Taehyung dan Jennie sama sekali. Sedetik dua detik berpikir, alasan mereka enggan makan sebelum ini bisa jadi karena takut diracun. Namun, melihat ibunya menyambut sang cucu dengan wajah semringah dan terus saja mengajak bayi yang belum bisa apa-apa itu bermain membuat Jennie merasa tali yang mengekangnya sedikit mengendur.
Wanita itu menjadi lebih ramah pada Taehyung juga. Dia membiarkan pemuda itu masuk dan makan siang bersama. Di hadapan Taehyung wanita itu juga memuji Ruby, berkata bahwa wajah anak itu dominan mirip ayahnya, yang berarti secara tidak langsung ia mengakui ketampanan Taehyung. Namun, wanita itu juga meledek.
"Memang kau dalangnya," katanya membuat Taehyung mengerjap bingung.
Ibu Jennie lantas memberi Taehyung tatapan menuduh meski wajahnya terkesan jahil.
"Orang dulu bilang, anak pertama akan mirip dengan siapa yang jatuh cinta lebih dulu. Jennie bukan tipe bucin, 'kan?" jelasnya.
Maka tersedaklah dua orang tua baru itu. Mereka mulai heboh menggapai air minum, sementara pelaku yang hampir membuat mereka terbunuh justru sibuk dengan cucunya. Ketika mereka saling pandang kembali, Jennie nampak syok sedangkan Taehyung bertindak seakan dia salah tingkah.
Apa itu? Dia mengakuinya secara tidak langsung?
"Dia mirip aku juga, 'kan?" protes Jennie.
"Ya ... mengapa hidungnya yang harus mirip denganmu?" sahut sang ibu.
"Aku tidak pesek, ya, Bu!"
"Ibu tidak bilang apa-apa."
Perlahan, Taehyung mulai bisa tersenyum dan makan dengan lahap tanpa ada drama makanan tersangkut di kerongkongan lagi. Melihat Jennie sudah bisa bercanda dengan ibunya membuat Taehyung lega. Mereka mungkin sudah berbaikan sekarang. Jennie telah diterima kembali di rumah, kendati Taehyung tidak bohong bahwa ia merasa sedih juga. Hidup mengontrak membuat Jennie sengsara, tetapi jika perempuan itu memutuskan kembali ke rumah orang tuanya, Taehyung perlu merasakan rindu yang kian bertambah.
Rencananya, setelah makan siang Taehyung dan Jennie akan berlanjut mampir ke rumah ayah Taehyung dan berharap mendapat sambutan hangat yang sama. Namun, ibu Jennie memaksa ketiganya untuk main lebih lama dengan dalih Ruby sedang tidur. Padahal, hampir tiap detiknya anak itu tidur.
Karena tak ada yang perlu dikerjakan, dua sejoli itu lantas terdampar di kamar Jennie bersama Ruby. Ibu Jennie memberi izin dua anak manusia itu berada dalam satu ruangan tanpa pengawasan. Lagi pula Taehyung tidak terpikirkan untuk melakukan sesuatu yang mesum, jadi demi membuat semua orang tenang, ia memilih duduk di meja belajar Jennie selagi perempuan itu berbaring bersama putri mereka di atas ranjang.
"Ini pertama kalinya aku masuk ke kamar perempuan," tutur Taehyung memecah hening.
Sedari tadi lehernya berputar ke sana-kemari, bola matanya bergulir mengabsen setiap objek yang ada di kamar Jennie. Ruangan bercat putih itu tidak terlalu besar, tetapi jendela kamarnya begitu luas. Gorden berwarna baby pink yang menutupi bingkai kaca transparan itu menjadi pusat perhatian. Rak buku yang ada di kamar Jennie juga besar. Daftar bacaannya kebanyakan buku pengetahuan dengan jilid yang tebal. Sementara ranjang perempuan itu sangat kecil. Jennie tak bisa menerima tamu untuk menginap di kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REDUM
Fanfiction[Rate: 13+] Jennie menyatakan cinta pada Taehyung meski ia belum bisa mengukur sebesar apa kadar sukanya pada pemuda itu. Karena terlalu tergesa, cinta itu pun berakhir begitu saja. Taehyung menolaknya dengan alasan memiliki gadis idaman lain. Setah...
