Berbeda dengan reaksi keluarga Jennie atas keinginannya dan Taehyung untuk menikah, Jaejoong menyambut baik kabar bahagia itu. Meski masih dini untuk menilai apa arti di balik senyum ramah pria itu, Jennie merasa sedikit lega. Setidaknya ia dan bayinya diterima dengan baik di rumah itu.
Kemarahan orang-orang tua ini pada akhirnya diluluhkan oleh seorang bayi.
Sesuai jadwal yang Jennie dan Taehyung sepakati sejak pertemuan mereka di rumah sakit, mereka akan menemui orang tua masing-masing lalu kembali ke kontrakan. Namun, karena ditahan terlalu lama di rumah orang tua Jennie, keduanya baru bisa menyambangi rumah Jaejoong sebelum makan malam. Pun mereka tidak selamat dari drama orang tua yang sedikit memuakkan. Memikirkannya, mereka mungkin tidak akan bisa makan. Namun, sambutan hangat Jaejoong nyatanya membuat Taehyung dan Jennie sejenak lupa dengan apa yang dikatakan orang tua Jennie sebelum ini.
Ini pertama kalinya Jennie datang ke rumah di mana Taehyung tumbuh dan dibesarkan. Meski sudah bisa membayangkan sekaya apa ayah Taehyung, Jennie hanya tidak sampai berpikir mereka punya puluhan pelayan beserta kepalanya. Dua sejoli itu disambut layaknya tamu penting. Bahkan saat masuk, bayi yang Jennie gendong langsung diminta agar Jennie bisa merenggangkan tangannya. Tas yang berisi pakaian dan perlengkapan Ruby juga dibawakan hingga mereka bertemu Jaejoong di ruang keluarga dan Jennie dipeluk pria yang masih nampak muda di usianya yang senja itu.
Jennie tentu kaget. Seingatnya, pria ini banyak marah saat di rumah sakit. Dia terus menyudutkan Jennie. Namun, pria itu juga yang memiliki paling banyak solusi. Jaejoong yang menyinggung tentang pernikahan pertama kali. Dialah yang paling siap berbesan. Mungkin karena dua anaknya adalah lelaki sehingga dia bersikap keras. Namun, saat ini selain diluluhkan oleh sang cucu, nampaknya Jaejoong juga berhasil dijinakkan sang calon menantu.
Setelah main sebentar dengan Ruby dan menanyakan hal basa-basi, Jaejoong kemudian mengajak anak-anaknya makan malam. Jennie tidak melihat Seokjin sehingga ia nampak mencari-cari. Bukan maksudnya sok kenal. Ia malah berharap pria itu tidak pulang untuk kali ini saja, selagi Jennie bertamu. Hingga tak lama setelah makan malam dimulai dan Jaejoong melanjutkan ramah tamahnya dengan mengambilkan Jennie beberapa lauk, pria yang Jennie cari-cari datang ke meja makan dengan wajah suram. Dia masih memakai kemeja, mungkin baru pulang kerja. Seokjin saat ini nampak lelah dan bosan. Melihatnya, Jennie jadi berpikir menjadi dokter mungkin sangat melelahkan. Namun, pria itu tak nampak terkejut dengan kehadiran Jennie di meja makan. Justru dokter muda itu yang membawa kejutan untuk Jennie lantaran di belakangnya, Jennie menemukan Jisoo.
Keduanya beradu pandang. Meski sempat terkejut, Jisoo melempar senyum, sementara Jennie memutuskan menunduk dan mengabaikannya. Ingatan terakhirnya tentang perempuan itu cukup menyakitkan. Sekarang kejadian di mana ia melihat perempuan itu berciuman dengan pemuda yang ia paksa menikah terbayang kembali di depan mata. Rasa sakit yang membuatnya ingin menangis kembali terasa.
"Ayah, apa kabar?" Jisoo lantas menyapa Jaejoong.
Perempuan itu nampaknya memiliki hubungan yang akrab dengan calon mertuanya. Mereka saling mencium pipi. Bahkan Jisoo membawakan oleh-oleh. Membuat Jennie merasa bodoh karena ia tidak terpikirkan sama sekali untuk membawa sesuatu saat datang kemari.
"Oh, kau ikut makan malam di rumah juga? Kebetulan sekali Taehyung membawa calon istrinya juga," sahut Jaejoong sembari menunjuk keberadaan Jennie dan Taehyung.
"Calon istri?"
Seokjin yang bertanya dengan nada menyudutkan, tetapi pertanyaan yang sama juga tergambar jelas di wajah Jisoo. Dua sejoli itu nampak terkejut membuat Jennie berhenti memandang ke arah mereka. Dia hanya menunduk. Keberanian yang ia tunjukkan di rumahnya sendiri hilang di tempat ini. Padahal, ia yang paling menggebu sebelumnya hingga terkesan memaksa Taehyung untuk menikahinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
REDUM
Fanfiction[Rate: 13+] Jennie menyatakan cinta pada Taehyung meski ia belum bisa mengukur sebesar apa kadar sukanya pada pemuda itu. Karena terlalu tergesa, cinta itu pun berakhir begitu saja. Taehyung menolaknya dengan alasan memiliki gadis idaman lain. Setah...
