Extra Part 2

8.7K 295 10
                                        

"Kamu suka kamar baru kita?" tanya Arkan memeluk tubuh telanjang istrinya. Keduanya masih terengah-engah akibat percintaan panas mereka sebelumnya.

"Tentu saja aku suka. Tidak hanya kamar kita, setiap sudut rumah ini aku suka," Zanna mengecup rahang Arkan.

Dada Arkan menghangat mendengarnya. Ia memang membeli rumah untuk ia tinggali bersama istrinya. Rumah besar berlantai dua dengan kolam renang di belakang dan halaman yang luas supaya Zanna bebas untuk mendesainnya. Ia dan Zanna pernah melihat-lihat rumah di situs property online. Ada satu rumah yang begitu menarik perhatian istrinya hingga ia pun dengan cepat membeli rumah itu yang sekarang mereka tinggali.

"Kamu tidak ke kantor?" Zanna bertanya ketika cahaya matahari mulai naik yang masuk melewati celah-celah gorden.

"Aku ingin terus berada di rumah bersamamu, sayang," ucap Arkan malas-malasan sembari mengeratkan pelukannya.

"Kamu harus ke kantor, kak" Zanna menempelkan pipinya di dada bidang Arkan yang terasa hangat. "Lain kali jangan suka bangunin aku pagi-pagi sambil nyium-nyium, kamu tuh suka kebablasan kak, kan jadi males ke kantor kamu jadinya," ucapnya membuat Arkan terkekeh.

"Udah ah aku mau mandi dulu," Zanna melepas lengan Arkan yang membelit pinggangnya lalu turun dari ranjang. Dengan mengenakan gaun malamnya, Zanna melangkah ke kamar mandi.

"Sayang, hari ini mau kemana?" Arkan bertanya sembari menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sayang, hari ini mau kemana?" Arkan bertanya sembari menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk. Ia penasaran karena melihat Zanna yang sudah berpakaian rapi.

"Aku mau ke rumah papa" Zanna menjawab.

"Papa yang nyuruh?"

"Bukan, kemarin papa hanya menelepon dan menanyakan kabarku."

Arkan berdecak, "seharusnya dia tidak perlu khawatir, kan kamu tinggal bersamaku, sayang."

"Justru karena aku hidup dan tinggal bersamamu, makanya papa khawatir." Zanna tersenyum geli ketika mengucapkannya.

"Orang tua yang sensitif dan aneh," Arkan memeluk pinggang Zanna dari belakang lalu menunduk memberi kecupan di pipi istrinya. Kemudian mereka berdua menatap bayangan mereka di cermin. "Kapan papa benar-benar ikhlas sih kamu nikah sama aku?"

"Kak, papa butuh waktu."

"Dasar tidak bersyukur. Kapan lagi punya menantu tampan dan mapan sepertiku?" Arkan memang mengucapkannya dengan nada kesal, tapi Zanna dapat menangkap humor dibalik kalimat itu.

"Iya, iya, kak. Kamu memang suami aku yang paling ganteng." Zanna tersenyum menatap refleksi Arkan di cermin.

Zanna membiarkan Arkan terus-menerus menempelinya kala ia menyiapkan pakaian untuk pria itu. Meskipun langkahnya sedikit terhambat karena suaminya pagi itu bertingkah manja dengan membuntutinya sambil memeluk pinggangnya.

 Meskipun langkahnya sedikit terhambat karena suaminya pagi itu bertingkah manja dengan membuntutinya sambil memeluk pinggangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
INSANE MAN (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang