Extra Part 3

14K 395 28
                                        

Arkan berjalan membawakan segelas wedang jahe, ia menghampiri Zanna yang duduk di ruang keluarga dengan tv menyala padahal tidak ada yang tertarik untuk menontonnya. Ia mengambil tempat di samping istrinya sembari menyodorkan gelas ditangannya.

Zanna menerima gelas itu dan meminum wedang jahenya.

"Kamu kelihatan pucat, sayang. Kamu habis makan apa?" Arkan bertanya ketika menatap wajah Zanna yang seperti tidak dialiri darah. Ia mengulurkan tangan mengelus pipi istrinya.

"Tadi siang habis berlanja Cassy ngajak makan sushi, terus sorenya kita berhenti sebentar makan ramen..." Zanna berpikir untuk mengingat-ingat, "....terus beli meguro matcha ice cream sama kebab yang aku minta kamu bawain."

"Perut kamu kerasa gimana? Masih mual lagi?" Arkan bertanya khawatir.

Zanna menggeleng lalu menyandarkan kepalanya di dada sang suami, "badan aku cuman kurang enak badan, kak."

"Kita ke dokter ya?"

"Nggak usah, aku bawa tidur besoknya baikan."

"Sayang, jangan bandel. Kita ke rumah sakit sekarang." Arkan beranjak berdiri, mengambil dompet dan kunci mobil, serta menarik Zanna agar mengikutinya.

Mereka berdua menuju rumah sakit. Setelah sampai mereka melakukan registrasi pendaftaran, dan tak lama Zanna diantar oleh perawat untuk melakukan pengecekan. Setelah selesai, mereka menemui dokter untuk mendengarkan hasil pemeriksaan.

"Bukan masalah yang serius, pak. Selamat ya pak, bu Zanna hamil. Pak, istrinya dipantau ya makanan dan pola tidurnya, saya juga akan memberikan beberapa vitamin yang harus diminum selama kehamilan. Kita juga akan menjadwalkan kontrol berikutnya," jelas sang dokter tersebut membuat pasangan itu terperangah. Terutama Arkan, ia tidak mampu menutupi keterkejutannya.

Arkan sudah berterus terang kepada Zanna perihal apa yang Revan ucapkan padanya. Dan Zanna yang mendengar itu menerima dan mereka berdua sepakat untuk menunda kehamilan. Belum lama Revan memperingatinya, siapa sangka berita mengejutkan ini menghampiri mereka.

"Hamil?" Arkan bertanya seolah tidak yakin.

"Benar pak, istri anda hamil, selamat ya pak," ucap sang dokter.

Senyuman perlahan terbit di bibir Arkan, namun mengingat Revan yang telah mengancamnya membuat senyum itu surut, perasaan bahagia seketika lenyap digantikan oleh perasaan cemas.

"Terimakasih dokter" Arkan berucap datar. Mereka pun melakukan konsultasi untuk penjadwalan kontrol Zanna dan bayi mereka berikutnya, ia juga menebus beberapa vitamin yang disarankan oleh dokter.

"Kak, kamu nggak seneng ya aku hamil?" Zanna bertanya ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kak, kamu nggak seneng ya aku hamil?" Zanna bertanya ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Zanna dilanda kekhawatiran karena Arkan sedari tadi menunjukkan wajah datarnya seolah tidak senang mendengar kabar menggembirakan ini.

Arkan menoleh pada Zanna dan menatap dalam bola mata cantik yang memancarkan sedikit kesedihan. Ia pun menarik istrinya lalu mendekapnya, tangannya mengelus punggung Zanna untuk menenangkan. "Aku seneng, aku seneeeeng banget. Jangan berpikiran kalau aku nggak mau kamu hamil, sayang. Aku bahagia kamu mengandung anak kita," jelas Arkan kemudian mengecup pelipis istrinya.

INSANE MAN (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang