Suasana ingar-bingar hotel yang di sewa atas dana sponsor dari Revan terasa sangat meriah. Ruangannya penuh sesak oleh orang-orang baik itu oleh teman-teman Zanna maupun rekan bisnis Revan yang sengaja diundang guna mengakrabkan diri dengan rekan kerja melalui acara ulang tahun Zanna. Ruangan yang luas itu dihiasi oleh pernak-pernik khas ulang tahun yang dinominasi oleh warna putih dan merah muda, pekerja hotel yang berlalu-lalang memastikan para tamu dijamu dengan baik, pianis memainkan lagu-lagu klasik yang begitu merdu menambah kesan mewah dan elegan acara ulang tahun Zanna seolah harga diri Revan akan hancur kalau ia tidak memberikan perayaan yang sempurna untuk putrinya.
"Happy birthday Zan!" Cassy membuka lebar tangannya lalu merangkul sahabatnya yang berulang tahun. Cassy menggoyangkan tubuh Zanna ke kanan dan ke kiri membuat Zanna tertawa.
"Kok dateng? Padahal gak diundang" canda Zanna.
Cassy mencibik pura-pura kesal, "biasalah, mau makan gratis"
"Mana nih, birthday girl?" panggil Braga yang datang berasama Cassy. Mereka berdua bergantian memeluk Zanna. Sekilas Zanna dapat melihat kalau di antara para tamu yang datang, Arkan memandanginya tajam di saat sepupu sahabatnya memeluknya. Aah! Zanna masih sangat ingat pemantik dari perbuatan bejat Arkan adalah ciuman Braga yang tak sengaja diketahui kakaknya.
"Makasih udah dateng" ujar Zanna tersenyum pada keduanya.
"Papa lo kalau buat acara gak main-main ya" bisik Cassy sembari matanya melihat keseliling. "Gila banyak laki-laki pebisnis dan mapan disini, tipe gue banget gila!"
Zanna memutar mata jengah, sahabatnya ini memang menggilai laki-laki dewasa dan kadang bisa Zanna simpulkan terlalu dewasa untuk seusia mereka. Tapi apa yang dilihat sahabatnya di dalam diri pria-pria dewasa yang telah menjadikan mantan-mantan pacar Cassy? Zanna sendiri tidak paham.
"Mau minum?" tawar Braga mengangkat dua gelas cocktail sebagai inisiasi bahwa Zanna sudah memasuki usia dewasa. "Jangan nolak, sudah bisa bikin KTP masa gak berani minum ini?" ejeknya.
"Mau!" bukan Zanna yang menjawab melainkan Cassy, dan itu membuat Braga menyentil dahi sepupunya.
"Lu masih bocah, ulang tahun lo masih tiga bulan lagi" hardik Braga.
"Bocah-bocah gini sudah bisa bikin bocah!" jawab Cassy.
"Lu emang stress" sahut Braga kembali menawarkan cocktail di tangannya.
Sebelum Zanna menerimanya Revan dan Arabella lebih dulu menghampiri para anak muda itu.
"Jangan ngajarin anak om yang nggak bener Braga" peringati Revan.
Seketika Braga menarik gelas di tangannya sambil cengengesan. "Eh om"
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Arabella mengecup pipi Zanna kiri dan kanan. Dan Revan pun melakukan hal yang sama pada putrinya.
"Makasih ma, makasih pa" jawab Zanna.
"Kak Arkan tuh belum ngucapin ke Zanna pa" rengek Zanna merangkul lengan Revan yang keras dan berotot, bermanja-manja di sana.
"Arkan lagi jamu tamu penting papa" jawab Revan singkat membuat Zanna cemberut. Bahkan di ulang tahunnya saja papanya masih memberikan pekerjaan pada kakaknya, apakah papanya gak bisa bersantai sedikit saja?
"Halo calon anak om" terdengar suara familiar dari arah belakang. Zanna mendongak melihat rahang papanya mengeras, ia pun berbalik dan mengetahui bahwa yang membuat raut papanya mengeras adalah teman mamanya semasa sekolah dulu. Om Satria.
"Happy birthday my little princess" ucap Satria memeluk erat Zanna. Ia pun melepas pelukannya dan melihat Zanna megap-megap karena ulahnya yang memeluk terlalu kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
INSANE MAN (Complete)
RomansaPria yang sudah Zanna anggap sebagai pelindungnya, kakaknya, memiliki sisi tegas tapi juga lembut, perlahan mulai gila sejak ciuman pertama mereka. Seharusnya ciuman itu tidak pernah ada karena mengakibatkan hubungan keduanya menjadi rumit. Arkan t...
