34

17.9K 342 18
                                        

Ketika hanya berdua saja di dalam rumah yang terasa begitu sepi, tak ada seorangpun selain Arkan dan Zanna, tak ada seorangpun yang melihat, dan tak ada seorangpun yang menganggu kecuali petugas kebersihan yang Arkan sewa setiap minggunya untuk membersihkan rumah mereka yang sejujurnya sulit untuk dilakukan sendirian baik itu Zanna dan Arkan.

Semua terasa sempurna bagi Arkan, ia bebas melakukan apapun pada gadis pujaannya tanpa ada yang mengetahui tanpa ada yang menghakimi perbuatannya. Ia merasa sangat leluasa meminta Zanna untuk bercinta dengannya, saling memuaskan, saling meluluhlantakkan. Rumah dan seisinya yang menjadi saksi bisu  perbuatan amoralnya akan gadis di bawah umur itu, yang meskipun ia mengetahui kenyataan itu tak menghalangi Arkan untuk menuntaskan hasratnya yang seolah sudah terkumpul sejak lama dan siap untuk meledak kapan saja. Masih tersimpan di otaknya dan tak akan pernah dia lupakan ketika ia memaksa gadis itu menerima gairahnya yang begitu besar untuk pertama kali tanpa peduli akan tangisan pilu Zanna. Kalau ditanya 'apakah ia kasihan?' tentu ia kasihan tapi bisikan setan dan egonya yang hancur karena Zanna telah berciuman dengan laki-laki lain membuat sisi iblis yang bernama cemburu dan hasrat untuk menguasai gadis itu lebih mendominasi sehingga ia tega merebut kesucian adik kesayangannya dan menulikan telinganya sendiri akan permohonan gadis itu yang memintanya berhenti.

Berbeda dengan Arkan yang merasa lebih hidup dan bahagia karena kebutuhan primernya telah terpuaskan oleh Zanna, Zanna malah merasa khawatir. Ia khawatir akan Arkan yang memintanya melakukan seks lebih sering dari biasanya, intensitasnya terlalu sering kadang pelan kadang kuat. Dalam sehari saja mereka bisa melakukannya beberapa kali, di ruang tamu, dapur, ruang gym, saat mandi bersama di bawah shower, bahkan di kamar pria itu maupun kamarnya sendiri. Setiap sudut rumah seperti sudah ternoda oleh bekas kegiatan erotis mereka, ibaratkan hewan tidak ada lagi sisi rumah itu yang tidak mereka kencingi.

Saat fajar, setelah Arkan lagi-lagi meminta Zanna bersetubuh denganya, seperti biasa Arkan menemani gadis itu di kamarnya. Memeluknya dan meninabobokan gadis itu hingga jatuh tertidur dalam dekapannya. Dan mereka masih terbaring telanjang di siang harinya ketika Zanna mendengar suara-suara yang semakin dekat ke pintu kamarnya. Seketika Zanna bangkit duduk, lalu menggoyang bahu Arkan.

"Kak" bisik Arkan sembari terus menggoyangkan bahu Arkan.

Arkan tak bersuara dan hanya menggeliat lalu berpindah posisi tidur.

"Kak bangun" ulang Zanna.

"Hmm" tanya Arkan mengusap-usap matanya.

"Ada yang pulang, mama papa kayaknya pulang" bisik Zanna.

Suara ketukan pintu dan panggilan lembut Arabella membuat bola mata Zanna melebar, "mama pulang kak!" bisik Zanna panik turun dari ranjang dan memunguti pakaiannya. Tak hanya itu ia juga menarik tangan Arkan agar laki-laki itu segera bangkit.

Seketika kerutan di dahi Arkan muncul pertanda pria itu tidak senang. Tapi apa peduli Zanna, bukan waktunya mengurusi kekesalan kakaknya.

"Kakak harus cepetan sembunyi!" pinta Zanna berusaha memakai pakainya dengan panik.

"Tsk" decak Arkan malas lalu berdiri memungut celananya untuk dia pakai lagi.

"Zanna? Masih tidur?" suara Arabella kembali terdengar dan ketukan pintu semakin kencang.

Panik, Zanna melirik Arkan yang belum selesai dengan celananya. Menggerutu, Zanna mendekat dan mengambil alih tugas Arkan untuk mengancingkan celana laki-lakinya itu sendiri. Dan hal itu berhasil membuat Arkan tersenyum seperti orang bodoh.

Zanna memungut kemeja Arkan lalu meleparnya tepat di dada pria itu. Ia mendorong Arkan untuk bersembunyi di kamar mandi sebelum akhirnya berlari membuka pintu.

INSANE MAN (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang