🔗R. 202, Dormitory of National Academy Of Aviation, 06.00
Tangan sang surya mulai bergerak, menyibak lapisan awan yang bernaung tinggi di kepala bumi. Sinarnya menghempas di segala belahan, menghimpun bagian yang masih dirundung keremangan.
Hayzar terseret keluar dari alam bawah sadarnya, mengerjapkan mata untuk kemudian merenungi hari yang akan dilaluinya. Tepat kurang sehari sebelum kegiatan ospek akademi, memaksa Hayzar mau tak mau bangkit dari rengkuhan selimutnya dan melangkah menuju kamar mandi.
Ia mengguyur kepalanya dengan segayung air —lagi dan lagi mengabaikan larangan yang sang bunda selalu camkan di rumah. Mungkin bagi Hayzar, aturan di rumah dan di asrama sudah berbeda. Toh, orang di rumahnya mana tahu apa-apa yang Hayzar lakukan di sini, ini itu yang membuat Hayzar malas bukan kepalang untuk memulai harinya, untuk itu ia siram nekat-nekat air dari puncak kepala, berharap tergugah akal pikirannya.
Di satu hari menjelang ospek akademi ini, seluruh akademian baru diwajibkan mengikuti agenda Technical Meeting. Tujuannya adalah untuk menjabarkan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan selama ospek, serta merincikan barang kebutuhan ospek yang harus disiapkan oleh akademian baru. Hayzar juga mendapatkan informasi dari Jeff kemarin, bahwa pada saat Technical Meeting juga akan dilaksanakan kegiatan diskusi dengan kelompok masing-masing. Ketika Hayzar tanya urgensinya, “Simpel aja, biar masing-masing anggota kelompok bisa saling kenal dan bisa tahu pemandu kelompoknya juga. Jadi kalau ada apa-apa lebih gampang,” begitu katanya.
Hayzar mendengar suara guyuran air dari kamar mandi sebelah, ia bisa asumsikan itu adalah Jeff yang linimasa ini berperan sebagai pemandu kelompok pada kegiatan ospek. Kegiatan dimulai pukul delapan pagi, jadi Jeff sebagai salah satu panitia mungkin memang seharusnya bersiap lebih cepat dibanding Hayzar.
Benar saja, tak sampai waktu lima menit kemudian, Hayzar dengar kenop pintu kamar mandi sebelah sudah kembali terbuka. Jeff —yang itu masih dugaan Hayzar, mungkin sudah keluar dan bersiap. Kalau Hayzar, sih, masih tenang-tenang saja. Sebagai peserta ospek, ia hanya perlu datang tepat waktu dan mengikuti seluruh rangkaian acara, tanpa perlu ribut mempersiapkan apa-apa.
Sementara Jeff —yang benar diduga Hayzar baru saja mandi di bilik sebelahnya, tengah bersiap-siap. Ia mengaplikasikan beberapa produk kulit pada wajah, tangan dan kaki, mengenakan pakaian sesuai ketentuan untuk panitia, dan menyisir tipis rambutnya sebagai sentuhan terakhir. Ia menggapai tasnya dan berjalan keluar kamar sembari menyemprotkan sedikit parfum, merebakkan aromanya di dalam kamar.
Hayzar yang baru saja keluar dari kamar mandi dibuat sedikit terkesiap. Aroma parfum Jeff tidak menyengat—hanya kolaborasi antara wangi citrus dan amber, tetapi cukup sepintas menarik Hayzar dalam buaian ketenangan.
“Zar? Mau berangkat technical meeting?” suara Shaka membuyarkan lamunan Hayzar. Hayzar mengarahkan tatapannya pada Shaka yang duduk di pinggir ranjang.
“Iya, baru habis mandi,” jawab Hayzar, yang dibalas anggukan pelan oleh lawan bicaranya.
“Shak,” Hayzar mendekat, kemudian mengambil duduk di ranjangnya yang tepat bersebrangan dengan ranjang Shaka, “Menurut pengalaman lo, apa yang harus disiapin bener-bener sebelum kita ospek?”
Shaka terdiam sejenak, memikirkan jawaban yang menurutnya paling benar untuk disampaikan, “Apa, ya? Nggak ada, sih,” jawabnya, sebelum kemudian melanjutkan, “Kalau memang ada yang harus dilakuin banget, ya, mungkin lo harus ngeakrabin diri sama kelompok lo. Soalnya, selama ospek, lo akan sama mereka terus, dan, ya, lo akan butuh bantuan mereka banget. Jadi, ya, baik-baik aja sama mereka.”
Hayzar mengangguk pelan, “Oke, baik-baik,” gumamnya pelan, mengulang kata kunci dari Shaka.
Shaka mengangguk kecil, kemudian bangkit dari duduknya, “Pokoknya saling bantu aja deh, jatuh bangun, ya, bareng sama mereka.”
KAMU SEDANG MEMBACA
End(less) Rainbow (HeeJake)
FanfictionHanya perihal Hayzar, si remaja hitam putih yang bertemu Jeff, seseorang yang memberi corak warna pada gurat monokromnya, lewat sebuah nampan makan siang.
