32) What

121 9 1
                                        

Sementara dalam jarak sekian meter di seberang, Hayzar tengah mati-matian berusaha membaur dengan teman kelompoknya. Perlu ia kumpulkan tenaga yang besar cuma untuk sekadar berbicara, tertawa lepas, dan sekilas bercanda dengan Lyra di sebelahnya.

Nyatanya, bukan tanpa alasan ia berbuat begitu. Sesaat setelah Lyra memanggilnya untuk berkumpul dengan kelompoknya, Hayzar sebenarnya kesal bukan kepalang. Ia cuma mau berjalan mendekati Jeff—yang sebenarnya juga merupakan pemandu kelompoknya, tetapi kenapa Lyra harus memanggilnya untuk kembali?

Namun, sebagai seorang perempuan, mungkin kepekaan Lyra cukup bisa bermain peran. Untuk itu, ia condongkan sedikit tubuhnya mendekat pada Hayzar dan berbisik, “Hayzar, lo kenapa? Nggak suka, ya, ada di kelompok ini?” 

Hayzar membolakan matanya. Pertanyaan yang baru saja Lyra lontarkan itu jelas tak pernah ada dalam daftar ekspektasinya. Memangnya Hayzar terlihat separah apa sampai Lyra bertanya seperti itu?

“Eh, enggak, Lyr,” jawab Hayzar sembari menggeleng cepat, “Emangnya kenapa?” lanjutnya, meminta penjelasan.

Lyra tersenyum kecil, “Dari tadi lo nggak kelihatan antusias. Waktu gue panggil lo barusan juga, lo kelihatan kesel banget.”

Kabut kepanikan perlahan mengaburkan pikiran Hayzar. Ia tak tahu kalau perilakunya itu mungkin akan mengarahkan orang pada pandangan dan asumsi yang tidak-tidak. 

Entahlah, ini memang sebab perilaku Hayzar yang terlalu ketara atau karena kelebihan perhatian yang diberikan oleh Lyra?

Sementara, Hayzar masih ingat betul nasihat Shaka tadi pagi, “Baik-baik aja sama kelompok lo”. Kenyataan bahwa mungkin saja Hayzar membuat teman kelompoknya—paling tidak Lyra, berpikir kalau Hayzar tidak senang berada dalam kelompok yang sama, jelas adalah mimpi buruk. Ia tahu betul bahwa selama kegiatan ospek berlangsung, Hayzar akan sangat membutuhkan teman-teman kelompoknya, termasuk Lyra yang bahkan membantunya dari kali pertama mereka berjumpa.

“Nggak, kok, Lyr. Gue seneng sekelompok di sini, sama lo juga,” Hayzar mengklarifikasi. Ia upayakan untuk menyemat senyumnya lebih lebar, menunjukkan kalau dugaan Lyra sebelumnya tak berarti apa-apa. Ia harus berusaha berdamai dengan keadaan—setidaknya untuk saat ini. Berupaya seantusias mungkin di hadapan teman-teman kelompoknya, termasuk Lyra, sepertinya adalah pilihan yang paling tepat.

Lyra tertawa kecil, menutup mulutnya dalam gestur malu, “Lucu, ya, didengernya,” Lyra menepuk lengan Hayzar pelan. Membuat Hayzar kemudian menyemat senyum tipisnya, terkekeh kecil melihat bahasa tubuh gadis itu. 

Kelompok ospek Hayzar mulai saling memperkenalkan diri, memaksa Hayzar kembali menguras energinya untuk terus berinteraksi dengan mereka. Kalau bukan sebab ia ingat nasihat Shaka untuk mengakrabkan diri dengan teman kelompoknya, Hayzar mana ingin terus bercuap-cuap dan membuang tenaga.

Hayzar sedang berusaha mati-matian, mungkin saja tidak seperti yang kelihatan.

***

Hingga beberapa saat kemudian, suara pembawa acara kembali terdengar pada speaker ruangan, “Sekarang, di sisi kiri ruangan, ada senior-senior yang nantinya menjadi pemandu kalian. Kami tidak akan memberi tahu kalian yang mana pemandu masing-masing kelompok. Kalian sendiri yang harus mencari tahu berdasarkan petunjuk dan ciri-ciri pemandu setiap kelompok, penjelasannya sudah tertera di bagian bawah kertas pengumuman."

"Masing-masing kelompok memiliki satu kali kesempatan untuk memastikan jawaban dengan bertanya kepada pemandu yang dianggap paling sesuai dengan petunjuk. Jika kalian bertanya kepada pemandu yang salah, yang ternyata bukan pemandu kelompok kalian, seluruh anggota kelompok akan terhitung dikenai sanksi. Artinya, ketika kemudian kalian salah memilih pemandu lagi, sanksi akan terus dilipatgandakan. Oh, dan akan ada sanksi juga bagi kelompok yang paling terakhir menemui pemandunya. Jadi di sini, kalian harus cepat dan juga tepat. Oh iya, tidak boleh ada kelompok yang saling bertanya atau berdiskusi dengan kelompok lain. Baiklah, selamat mencari pemandu kelompok masing-masing!”

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 08, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

End(less) Rainbow (HeeJake)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang