28. WAKTU YANG TIDAK SAMA LAGI

8 1 0
                                        

Happy Reading🌈

Aula sekolah masih ramai dengan suara barang-barang yang dibereskan. Proyektor sudah mati, lampu-lampu panggung tinggal beberapa saja yang masih menyala redup. Masih ada serpihan glitter dan pita-pita kecil bekas perform musik tadi berserakan di lantai.

Tadi SMA Gentara baru saja menyelesaikan pertunjukan musik dari anak musik tentunya. Sayang sekali, Nayra tidak bisa hadir malam ini. Jadilah Arunika pergi bertiga dengan bocil Irfa dan Loka.

"Irfa ngantuk nih," ujar Irfa dengan suara khas mengantuk.

"Yaudah kita pulang. Mami Lo nitip Lo sama gue. Jangan sampai Lo ketiduran disini. Kalau Lo ketiduran, gue bakal ninggalin lu sendiri." Loka sudah berbicara.

"Yaudah ayok kita pulang," Irfa menguap.

"Runi, kita pulang duluan. Lo gak mau pulang juga," ujar Loka padanya.

"Aku mau nungguin Bang Altair dulu. Disuruh Bunda pulang bareng," kata Arunika.

"Kalau gitu duluan yah," Loka berjalan lebih dulu.

"Irfa duluan Runi." Irfa pun menyusul Loka.

Arunika menghela napas. Bosan sekali rasanya. Lagi pula, lama sekali Altair didalam. Runi kan jadi gabut jadinya.

"Kesini sama siapa Runi?"

"Lho, Kak Reano hadir juga?" Arunika menoleh, sedikit kaget saat tiba-tiba Reano datang dan duduk di kursi sebelahnya.

"I-iya nih, diajak Martha," ujar Reano tiba-tiba gugup saat Arunika menatapnya.

"Terus, sekarang masih ada urusan?" Arunika kembali bertanya.

"Enggak. Tapi masih malas pulang ke rumah," jawab Reano sambil tersenyum.

Setiap Arunika melihat senyum itu, jantungnya masih berdebar-debar rasanya. "Na-nanti Aretha cariin Kak Reano gimana."

Laki-laki itu malah tersenyum singkat. "Aretha lagi nginep di rumah Tante gue. Jadi rumah sepi, makanya gue masih belum balik."

Arunika mengangguk-ngangguk.
Lampu aula redup membuat suasana tiba-tiba canggung.

Arunika berusaha membuka pembicaraan lagi. "Tadi perform-nya lumayan gak sih Kak dari anak musik."

Reano mengangguk. "Lumayan banget. Tapi lo ngapain masih disini?"

Arunika hanya menyengir. "Nunggu Bang Altair, lama banget. Mau pulang duluan nanti dimarahin Bunda."

Reano ketawa kecil. Arunika ikut ketawa karena heran apa lucunya.

"Lo bosanan banget yah Runi keliatannya."

Arunika hanya tertawa kecil. "Masa sih Kak,"

"Kelihatan lho," ujar Reano.

"Karena, aku pikir acara selesai langsung pulang. Eh, ternyata baru sadar kalau aku ikutnya sama Bang Altair yang hobi nya emang keluar malam."

Reano melirik ke samping. Lirikan sebentar, tapi dalam. Lagi-lagi ia teringat godaan dari para teman-teman laknatnya di rumah waktu itu.

Arunika sibuk merapikan tali sepatu. Lalu bersandar pada kursi kembali menghela napas. Tidak sadar kalau sedang diperhatikan.

"Lo capek?"

Arunika menegakkan badannya. "Hmm, bukan capek sih. Cuma pusing lihat glitter di mana-mana. Kayak habis perang bintang."

Reano tanpa sadar terkekeh pelan.

Arunika mengerutkan kening, bingung. "Kenapa ketawa Kak?"

Reano menggeleng kecil. "Lucu aja. Lo kalau ngomel suka ngasal."

AREANO  Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang