Happy Reading🌈
"WOY, BAWAIN SAMBELNYA SEKALIAN!" teriak Delon dari teras belakang rumah Reano.
"Lu kira gue babu lu ha!" Martha keluar dari dapur sambil membawa piring gorengan.
Disisi lain, Galang menyalakan speaker kecil, memutar lagu random entah dari playlist siapa. Zero seperti biasa, duduk paling anteng di kursi kayu, makan tempe mendoan tanpa ekspresi.
Reano duduk melamun di gazebo, sambil meminum es teh dari gelas bening. Dengan masih memakai kaos rumah dan celana rumah. Salahkan teman-temannya yang tiba-tiba saja datang.
"Rean," Galang menghampiri dan menyenggol sikunya. "Ngelamungin apaan Lo?" Tanya nya ikut duduk di sana.
"Gue bingung Gal," Reano menatap Galang.
"Kenapa?" Galang jadi sedikit kepo. "Oh yah, tadi pulang sekolah gue lihat Lo boncengin Nayra. Lu udah deketin dia lagi yah," Galang tersenyum meledek.
Reano hanya menghela nafas. "Gue gak ngedeketin Nayra lagi. Yakali gue udah ditolak masih berani ngedeketin. Dimana harga diri seorang Reano?"
"Yah terus?" Galang memakan sepotong ubi goreng.
"Tadi gue niatnya mau nganterin Runi pulang, disuruh Bang Altair. Tapi gak tau, Runi tiba-tiba nyuruh gue nganterin Nayra."
"Ya jadi masalahnya dimana? Bukannya harusnya Lo senang?"
"Harusnya gue ngerasain itu kan, tapi justru gue gak ngerasain apa-apa Gal. Gue ngerasa biasa aja. Padahal, ini Nayra lho, cewek yang gue kejer mati-matian dari awal semester kelas 11."
Galang menghembuskan napas. "Simpel. Itu artinya lu udah berhasil move on selama ini Rean."
"Gitu yah Gal?" Reano rasanya masih bingung dengan dirinya.
Galang memakan lagi gorengan tanpa berkedip. "Yaelah, Lo pikir perasaan bakal nungguin Lo selamanya? Move on itu kadang datang pas Lo gak sadar."
Reano hanya menyandarkan punggung, menatap langit-langit gazebo. "Gue kira gue masih suka, Gal. Tapi tadi beneran, kosong. Kayak gue lagi antar orang random."
"Bagus dong," sahut Delon tiba-tiba dengan suara berat khasnya. "Artinya Lo gak bego lagi."
"NIH SAMBELNYA!" Martha datang dengan piring penuh cabai giling, lalu menaruhnya di tengah. "Ngapain lo pada bahas cinta-cintaan? Bau-bauannya aja udah bikin mual."
Delon duduk di samping Galang sambil mencocol gorengan. "Udah-udah, gue denger dari tadi. Jadi intinya, Lo udah gak suka Nayra lagi?"
"Gitu mungkin." Reano mengangkat gelasnya, minum lagi.
"Kok mungkin sih Rean. Lo harus yakin dong sama perasaan Lo. Jangan mainin perasaan orang lain," Martha tetiba berteriak.
Reano menyumpal mulut Martha dengan gorengan. "Iya iya udah move on. Lo teriak sekali lagi gue sumpal mulut lu pake cabai giling ini."
"Ampun deh," Martha menyengir tak lagi-lagi.
"Terus sekarang lo suka siapa?" Delon langsung menyerang.
Galang dan Zero yang sudah join menoleh bersamaan, Martha bahkan sampai tersedak ubi goreng.
Reano mengerutkan kening. "Siapa juga bilang gue suka orang lain?"
Delon menyipitkan mata. "Tadi lo bilang kosong. Tapi cara lo ngomong, kayak ada yang Lo pikirin."
Reano terdiam. Jempolnya memutar-mutar tutup gelas es tehnya tanpa sadar.
KAMU SEDANG MEMBACA
AREANO
Fanfiction[FOLLOW FOLLOW] Reano terbiasa mengejar cinta yang sama-seseorang yang selalu membuatnya berharap, lalu patah lagi. Dalam proses itu, ia tidak pernah sadar ada seorang gadis yang lebih dekat darinya, yang diam-diam menyukainya sejak lama. Saat cinta...
