Pacar?

1 0 0
                                        

Gadis itu hanya duduk bersandar di dalam mobilnya sambil menunggu seorang wanita lainya yang tak kunjung keluar dari pintu. yup betul, Impi sedang menunggu Maria di depan kosan nya.

"Aduh anjir maaf ya lama, Gue di telfonin anak-anak terus ni." Ucap Maria sambil menutup kembali pintu mobil.

"Emang kapan sih lu gak ditelfonin anak-anak, perasaan Gue emang tiap hari Lu ditelfon mereka." Jawab Impi sambil mengenakan sabuk pengaman nya.

"Hehehe." Maria hanya tertawa malu saat Impi berkata demikian.

Karena apa yang diucapkan Impi barusan adalah suatu fakta, nyatanya dia setiap hari ditelfon dengan teman-teman nya untuk mengajaknya berkumpul atau bahasa keren nya 'nongkrong'.

"Eh tau ga? kampus kita bakal adain konser loh. Mereka bawa band-band hits." Ucap Maria dengan semangat.

"Enggak tertarik Mar." Jawab Singakt Impi.

"Jadi kita mau kemana ini." Tanya Impi yang mulai lelah berputar-putar area ini-ini saja.

"Ke cafe nya Mas Gamal aja yuk." Jawab Maria yang sibuk mengetik sesuatu di HP nya.

"Ramai ya?" Tanya Impi memastikan.

"Kagak, cuma kita berdua kok." Bohonya Maria.

Dia jelas tau jika dia menjawab bahwa disana ramai anak-anak, sudah bisa dipastikan seorang Impi tak akan mau ikut.

---------------------------------------

"Seinget gue ya Maria, Lu bilang kalau disini cuma kita berdua." Ucap Impi berbisik kepada Maria yang sedang tersenyum lebar di hadapan teman-teman mereka yang sudah berkumpul.

Maria menoleh ke arah Impi lalu memasang wajah yang tersenyum lebar, ralat terlalu lebar hingga Impi rasanya ingin merobek senyum lebar itu.

"Kalau gue bilang rame lu bakal tetep ikut?" Tanya Maria dengan nada berbisik.

"Menurut lu aja sih, sialan." Jawab Impi dengan merapatankan giginya.

Seperti yang bisa kita semua bayangkan Impi hanya duduk diam sambil menghisap rokok nya secara terus menerus sampai akhirnya ada laki-laki yang menghampiri nya.

"Kalau cuma diem aja sambil ngerokok, di rumah juga bisa kali." Ucap laki-laki tersebut.

Impi terlalu engan untuk menjawab bahkan untuk sekedar menoleh saja. Tapi dengan rasa yang sangat berat dia harus menoleh walau dengan tatapan yang lebih tajam dari biasanya.

"Buset itu mata lo hampir ngegores badan gue kayanya, tajem banget bu." 

Ucap laki-laki itu sambil terkekeh yang ternyata sadalah Samudra.

"Gue numpang duduk deh ya bu." Ucap Samudra meledek Impi.

Impi yang sudah sangat malas hanya diam sambil kembali menatap ke arah city light.

BTW tempat ini memeliki pemandangan yang sejujurnya Impi sangat suka, yaitu cahaya kota atau biasanya disebut city light. Namun karena memang ramai sehingga membuat perempuan itu sangat risih.

"Mpi, ada yang akhir-akhir ini nanyain Lu terus Gue sampe males nanggepin dia kalau udah nanya soal Lu." Ucap Samudra sambil berusaha menghidupkan rokok yang berada ditangan nya dan sejujurnya rokok itu milik Impi.

Impi yang tak perduli sudah jelas tak bergeming sedikit pun bahkan Samudra curiga kalau Impi memiliki masalah pendengaran.

"Mpi, Gue lagi ngomong ini." Ucap Samudra sedikit kesal dan setengah berteriak.

"Iya Gue denger anjir gak usah teriak-teriak." Ucap Impi sambil memegang kuping sebelah kanan nya.

"Oh Gue kira ni anak budek." Ucap Samudra berbisik.

"Yang itu juga Gue masih bisa denger." Jawab Impi tanpa menoleh.

"Dih giliran yang begini aja Lu denger. Lagian dimana-mana kalau ada yang nanyain soal diri kita tuh rasanya kepo tau Mpi kenapa Lu kaya gak perduli gitu sih?" Tanya Samudra penasaran.

"Karena Gue gak peduli dan gak penasaran." Jawab Impi santai yang membuat Samudra hanya menghembuskan nafas.

"Iya pokoknya ada yang nanya katanya Lu punya pacar apa engga?" Tanya Samudra menyampaikan apa yang teman nya tanyakan.

"Gak punya, gak minat, gak tertarik." Jawab Impi sambil menatap tidak enak kepada Samudra.

Samudra yang ditatap dengan tatapan aneh itu pun hanya diam. Kemudian Impi langsung beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan tempat ramai itu.

Samudra yang masih kebingungan dengan apa yang terjadi hanya terdiam sampai ada yang menepuk punggungnya.

"Makanya hati-hati kalau mau nanya, kan Lu gak tau orang yang lagi Lu tanya lagi di masa atau fase seperti apa." Ucap seseorang yang tadi menepuk punggung Samudra, yang ternyata ia adalah Maria.


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 13 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SemestaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang