Gadis berambut sebahu itu sedang berjalan di koridor kampus dengan tas ransel berwarna army di pundaknya. Gadis itu berjalan dengan tatapan tajam serta jalan nya yang sangat cepat, melewati banyak nya mahasiswa yang sedang berlalu lalang.
"Berangkat sama siapa Mpi?" Tanya seorang laki-laki dengan perawakan tinggi dan besar itu.
"Bawa kendaraan." Jawab Impi sesingkat mungkin tanpa mengalihkan pandangan nya yang terus menghuadap kedepan.
"Ya Allah Impi, di tanya yang bener bukan nya nengok dikit kek." Balas laki-laki tersebut yang ternyata adalah Samudra.
"Bawa kendaraan Samudra." Jawab Impi sambil sedikit menoleh kepada Samudra.
Samudra yang mendengar itu langsung berhenti berjalan dan menahan pergelangan tangan Impi.
"Mpi?" Panggil Samudra.
Sunugguh Impi sangat lelah dengan kehidupan bersosialisasi ini.
"Apa?" Jawab Impi dengan malas.
"Lu suka sama Gue ya Mpi?" Tanya Samudra dengan tiba-tiba namun tidak membuat Impi terusik sedikit pun.
Impi yang mendengar itu langsung menajamkan matanya mentap Samudra dari bawah hingga atas.
"Kalau pun gue harus suka sama orang, bukan Lu yang bakal gue suka." Jawab Impi secara tiba-tiba yang membuat Samudra mengerenyit.
"Bentar-bentar, jadi Lu udah ada kepikiran buat suka sama siapa Mpi?" Tanya Samudra yang langsung menyeret Impi ke tepi koridor.
Impi yang tak tau harus menjawab apa hanya terdiam, apakah Ia salah bicara barusan?
"Siapa Mpi yang bakal Lu suka kira-kira? atau siapa orang yang ngebuat Lu tertarik?" Tanya Samudra kembali.
"Ya siapa gitu yang ganteng dan sering jadi center of attention" Jawab Impi yang tak tau harus menjawab apa lagi.
"Ahaaa! Gue tau." Seru Samudra sambil mendelikan matanya kepada Impi.
"Siapa?" Tanya Impi dengan tatapan sebal.
Ntah kenapa kali ini dia meladeni Samudra yang banyak bicara itu tapi satu sisi Ia ingin tau jawaban Samudra.
"Adit kan?" Jawab Samudra yang membuat Impi merasa kecewa.
"Dasar gila." Jawab Impi sambil berdiri meninggalkan Samudra.
"Ih kenapa sih? padahal kan dia cocok sama si adit. Dia juga lebih deket sama Adit daripada sama anak-anak lain." Gumam Samudra sambil melihqat kepergian Impi.
"Ya karna dia gak suka cowo." Sahut perempuan yang berada tepat di belakang Samudra.
"Anjing Lu Mar, sialan gue kaget banget bangsat." Jawab Samudra setelah menoleh ke arah Maria.
Maria yang meilhat itu tertawa terbahak-bahak sambil memegangin perutnya.
"Ya lagian Lu gila nanya begituan sama si Impi." Ucap Maria sambil membenarkan posisi duduknya.
"Gue penasaran banget sama Impi sumpah, Dia diem banget jadi pengen kenalan lebih dalem." Jawab Samudra sambil menggoda Maria.
"Jangan, nanti tersesat biasanya kalau bisa keluar biasanya jadi gila atau trauma." Jawab Maria dengan nada bercanda.
"Ye anjing lu kata dia rumah setan, Gue seriusan Maria." Ucap Samudra dengan wajah sebal.
Maria yang melihat itu kembali tertawa terbahak-bahak sehingga membuat Samudra pun ikut terbawa suasana dan ikut tertawa.
Padahal apa yang dikatakan Maria benar bahkan nyaris sempurna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semesta
Genç KurguPerkenalan yang tak di duga, perkanalan yang selama ini sudah di nantikan, Perkenalan yang sangat di harapkan, Terima kasih semesta mempertemukan ku dengan "Semesta" yang aku harapkan, inginkan dan Ku nantikan. Hangat nya menyelimuti diriku dari din...
