Yes, Queen - 40

15.2K 2.3K 3.1K
                                        

Hai? Kaget?

Nungguin gak? Wkwk

Masih ada yang sadar?

Selamat, di detik kalian membaca AN ini, kalian akan terbebani oleh suatu tugas

2000 vote + 2.500 comment, sanggup?

Aku up besok malam, semisal bisa terpenuhi

Kalau nggak, yaa tunggu aja sampai aku mau up wkwk

Tapi tolong bangettt, jangan spam satu huruf satu emot, plisss😭

Btw, kalian apa kabar?

Pembaca baru atau lama?

Salam kenal kesekian dari Bogor yang sering dilanda hujan, kalian darimana?

Tahu cerita ini dari mana?

Tim baca langsung atau nanti aja?

Dan last question, kalian masih sekolah, kerja atau udah nikah?

Omong-omong, long text kalian di chapter kemarin beneran berhasil manjain words of affirmation aku, thankyou so much, serius

Betapa aku kangen penghiburan dan sambutan dari kalian dan betapa aku mulai berterimakasih karena kalian ada

Sekali lagi, terimakasih

Long text kalian beneran jadi obat untuk aku yang sering kali merasa punya banyak kekurangan, yah walaupun itu benar wkwk

Btw, chapter ini gak sempat aku edit, jadi aku minta tolong tandain semisal ada typo atau sejenisnya-!

Perhatian: Baca pelan-pelan karena chapter ini memuat 4.500 kata







Selamat membaca❤️

















Selama hampir setengah hari lamanya, Queen menghabiskan waktu sendirian dengan berkeliaran ke tempat manapun yang dirinya inginkan, termasuk secara khusus mendatangi sang Daddy dengan beberapa bungkusan makanan berlogo restoran sushi terkenal yang menjadi salah satu favoritnya, tepat setelah selesai bertelepon dengan Claeora.

Sebelumnya, pagi ini, ia berhasil mendapatkan izin setengah hari dari pihak Glastama dengan alasan sedang kurang enak badan dan baru bisa mendatangi sekolah setelah waktu makan siang atau di jam istirahat kedua.

Menepati janjinya, Queen sampai di Glastama pada pukul setengah satu siang. Membawa bungkusan berisi kue coklat di tangan kanan, sementara tangan kirinya menenteng jaket denim yang sebelumnya ia pakai.

Awalnya, Queen mengira seusai kejadian kemarin dirinya akan mendapatkan berbagai macam tatapan dari setiap murid Glastama yang berpapasan dengan dirinya.

Namun ternyata, bagai tidak mengingat apapun yang telah terjadi pada hari sebelumnya, sikap mereka justru nampak biasa aja—tidak jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.

Tersenyum, menyapa, lalu melambaikan tangan dengan ringan.

Tidak mungkin Queen tidak bisa menebak kalau semua itu sudah pasti karena campur tangan Axe di dalamnya.

Yah, meski begitu, Queen akan membiarkan lelaki itu menunjukkan rasa bersalahnya untuk satu kejadian yang nyaris membuat Queen tenggelam dalam rasa malu dan marah luar biasa.

"Kak Delta!" Queen langsung berseru ketika menemukan sosok Claudien Delta Smith yang terlihat dibagian ujung lorong penghubung gedung kelas dua belas.

Lelaki itu tengah sendirian. Begitu mendengar suara yang memanggil namanya, dia segera menolehkan kepala untuk melihat gadis yang sukses membuat ketua-nya bertingkah gila dalam artian paling nyata.

Yes, Queen-!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang