Yes, Queen - 41

11.7K 2K 579
                                        

Hai?

Ada yang nungguin? Wkwk

Oh iya, sebelum itu, Selamat menunaikan ibadah puasa bagi kalian yang menjalankan yaaa

Ini harusnya aku up kemarin malam, tapi jujurly aku ketiduran, akhirnya memutuskan update malam ini aja setelah buka wkwk

Kalian gimana? Sehat?

Sedikit kecewa karena seperti kebanyakan cerita pada umumnya, lapak ini pun sidernya bukan main jumlahnya ahahaha

Kalian ini kebiasaan, minimal tekan bintang gakan buat kalian rugi sama sekali kok, seriusan

Mau ending sampe berapa chapter?

Diatas 70?

Dibawah 70?

Karena aku pribadi terbiasa mengedepankan feel, mungkin cerita ini gakan sedikit sih chapternya

Udah lah, segitu aja, bingung aku mau yapping apalagi wkwk

Kasih aku long text aja biar semangat wkwk

Btw, aku gan sempat edit chapter ini, jadi bantu aku semisal ada typo atau sejenisnya yaa



Selamat membaca ❤️












"Pulang sekolah, ayo ke tempat kamu. Kita makan bersama, mau?"

Ketika ajakan memakan kue tidak lagi bisa meloloskan dirinya dari cengkeraman pertanyaan si tuan muda Damantara, Queen lantas membelokkan hal tersebut ke sesuatu yang serupa, namun dengan penjelas yang ia perkirakan tidak akan mungkin bisa Axe tolak begitu saja.

'Tempat kamu' yang dirinya maksud sudah jelas tidak lain adalah apartemen dimana Axe tinggal.

Queen berani bertaruh dengan segenap rasa percaya dirinya kalau kali ini Axe akan luluh.

"Oke."

Dan yah... benar saja.

Satu kata singkat yang berhasil membuat gadis itu merasa luar biasa bebas dengan segala beban diatas pundak yang terangkat ringan.

Lantas, dengan terbujuknya pemuda berstatus tinggi di perkumpulan Glastor tersebut, Queen mengambil kembali bungkusan kue coklat yang sebelumnya ia berikan kepada Axe.

Tersenyum senang, gadis dengan jaket denim yang masih ditenteng ringan itu kemudian melambaikan tangannya dan berbalik guna pergi memasuki kelas. Membuat Axe mendengus tak habis pikir, namun turut melangkahkan kaki untuk mengikuti si gadis.

Hanya beberapa langkah sebelum akhirnya dia bisa menyamai langkah kaki Queen yang memang tidak dibuat terburu-buru sejak awal.

Seakan tahu kalau lelaki itu akan berakhir berada di sisinya, Queen lantas berkata, "permintaan maaf kamu, aku terima."

Mendengar itu, Axe menolehkan kepala. Menatap gadis di sampingnya dengan sedikit senyum di bibir seolah bisa menduga. Dia hendak mengatakan sesuatu ketika Queen menyelanya lebih dulu.

"Tapi, Dewa... aku gak suka sama apa yang kamu lakuin kemarin. Kamu bikin aku takut dan marah disaat yang sama." Queen mengakui hal tersebut dengan jujur. Berharap Axe dapat mengerti dan tidak mengulang kejadian yang sama lain kali.

Tanpa melepaskan pandangan dari gadis yang kini tengah memangku kotak kue di kedua tangannya yang terlipat di depan dada, Axe membalas pelan, "aku gak tau Raja itu Dave,"

Yes, Queen-!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang