26 - Pentas Seni Telah Tiba

71 4 4
                                        

Bab - 26

-btw, judul pentas seni terinspirasi dari tiktok

Suara mengetuk mikrofon mengalihkan perhatian kami semua. Aku dan Amel memandang Irma dengan senyum puas. Cewek judes itu kini berdandan Ala bangsawan jaman dulu.

Kebaya merah dengan aksen ke-emasan, lengkap dengan rambut kepang miring, lipstik cewek itu sengaja di buat se merah darah, mencerminkan karakter antagonis yang akan segera ia perankan.

"Selanjutnya kita akan menyaksikan penampilan dari ekskul teater dan seni.. yang berjudul "Luh Tan Eling, Tangis Ibu Tan Kauningin." Kepada teman-teman Teater, kami persilahkan.."

Suara pembawa acara baru saja berhenti di iringi dengan musik pembuka dari awal cerita. Irma kini meremas jemariku sambil komat-kamit, mungkin sedang membaca doa. Dari suhu tangan yang dingin, saya tentu tahu dia sedang sangat gugub.

“Ada untungnya juga lo jadi Antagonis..” celetuk Amel tiba-tiba. Aku dan Irma saling tatap sebentar. "Dandanan lo jadi cakep. Liat Tuh, si Silvi biasa banget dandananya."

Aku dan Irma sontak menahan tawa. Sedangkan Amel mengibaskan kipas di tangannya semakin cepat. Aku tau dia sedang kesal, apalagi saat melihat Lukas tersenyum lebar sambil memberi semangat kepada cewek bernama Silvi itu.

"Eh, yang jadi suami nya siapa tuh, Ir?" Kata Amel tiba-tiba membuat arah pandang kami berpapasan ke tengah pentas.

“Ooh, itu, Prince.” Jawab Irma.

"Oh..Prince itu..?" Tanya Amel. Yang segera di balas Irma degan deham mencurigakan.

Aku penasaran, tapi ikut manggut-manggut saja, lalu kami menyemangati Irma yang sudah mulai muncul peran. Tapi tak lama kemudian cewek itu kembali lagi untuk mengambil kipasnya yang ketinggalan di tangan Amel.

"Ih... kipas gue ketinggalan.." gerutunya.

Selanjutnya atas perintah Irma, Amel sudah siap dengan ponselnya. Mulai merekam gerak gerik Irma yang tampak luwes dan santai, dia seperti seorang karakter di sebuah film TOP, karena mampu menguasai panggung dengan gayanya. Kalau suatu hari Irma tiba-tiba jadi artis mungkin aku yang akan jadi fans pertamanya. Ngomong-ngomong alasan sebenarnya irma minta Amel merekam khusus untuknya karena katanya dia mau kasih makan media sosialnya. Mau buat video estetik jedag-jedug, siapa tau viral, kan? Kalau viral lumayan, siapa tau di undang Brownies. Dapet uang dan bisa beli album terbaru boyband kesukaannya.

"Siapa kamu?" Silvi-si protagonis mulai mengeluarkan dialognya.

"Aku?" Irma tertawa, lalu keliling pentas dengan gaya angkuh, "Idiiih... Rumah yang sungguh jelek! Kumuh dan tua! Kasihan banget, Dharma tinggal disini.." dan bla bla bla.

Pokoknya aksi pentas Irma sungguh keren. Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang karena perutku yang tiba-tiba melilit. Aku butuh ke toilet sekarang!

"Aduh, Mel, gue ke toilet dulu ya. Kebelet, nih.." kataku tergesa-gesa.

"Ih.. gue jadi sendirian nih, jangan lama-lama ya!" Teriaknya saat melihatku langsung berlari.

"Oke, oke," balasku cepat.

-

Pasti gara gara bakso mercon itu!

Aku menggeram dengan suara pelan, sebenarnya kuat juga tak apa-apa karena hanya ada aku disini. Ah, sebenarnya semua itu tidak penting, karena, perutku mulas, banget, melilit-lilit seperti ada yang sedang memelintirnya.

Tanggal haid masih lama, dan hal ini pasti murni terjadi karena aku salah makan.

Kalau kotoran-kotoran ini segera keluar, aku pasti akan aman.

Silent LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang