Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Prev Eps Buku Catatan)
"Wih ada pak dosen!" seru Lia sambil tertawa.
Gadis itu menatap Wanda takjub. Jarang sekali Wanda mengenakan jas dan kemeja putih ke kampus.
Semalam Kak Juni cerita kalau Wanda akan bertugas sebagai pembawa acara dalam seminar. Agaknya itu alasan Wanda berpakaian rapi hari ini.
"Apaan sih lu!" Wanda berseru protes, tapi telinganya memerah dan tak bisa menahan senyum.
Lia ngakak. "Tapi lo seneng kan dipanggil pak dosen?"
Wanda nyengir. Dia mengangguk kecil. "Doain aja gue cepet lulus, terus lanjut S2, abis itu jadi dosen."
"AAMIIN!" seru Lia kencang.
"Etdah bocah! Jangan kenceng-kenceng! Malu gue liat lo teriak-teriak begitu." Wanda berusaha menutup mulut Lia dengan posisi setengah memeluk gadis itu.
"Sorry sorry, gue lagi happy banget soalnya," balas Lia sambil terkekeh.
"Wih, abis ditransfer duit jajan ya?" Wanda asal menebak.
"Bukan. Sore ini gue mau nonton sama Dika!"
"Dika? Nonton?" Wanda melongo. Tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Iya, gue diajak nonton berdua sama Dika."
"Hah? Kok bisa?"
"Ya bisalah! Udah ya gue cabut dulu, kelas gue bentar lagi mulai. Ini buku catatan lo, bye pak dosen!" Lia berbalik, melambaikan tangan dan berlari kecil. Meninggalkan Wanda yang kini berubah murung.
*
Sekitar pukul delapan malam, Lia keluar rumah. Tujuannya adalah membeli nasi goreng yang biasanya mangkal di depan minimarket di ujung gang.
Baru saja membuka pagar, Wanda tiba-tiba muncul. Rumah cowok itu yang bersebrangan dengan rumahnya, membuat Lia sudah biasa dengan kemunculan Wanda yang tiba-tiba.
"Tadi nonton film apa? Pulang jam berapa lo? Udah makan?" tanya cowok itu bertubi-tubi.
"Ya ampun nanya tuh satu-satu."
"Tinggal jawab aja satu-satu."
"Btw, ngapain lo ngikutin gue?"
"Lo sendiri mau kemana?"
"Mau beli nasi goreng, lo?"
"Gue mau ke minimarket. Buruan jawab pertanyaan gue tadi!"
"Ck, nonton film yang lagi viral, pulang jam setengah tujuh, gue belum makan!"
"Wah parah banget masa ajak nonton tapi gak ngajak makan!" Wanda berujar julid.
Lia mendelik sebal. "Dia ngajak, gue yang nolak, karna gue masih kenyang."
"Dih."
"Apaan dih?"
"Gapapa."
Setelahnya tak ada obrolan di antara mereka hingga keduanya sampai di depan minimarket.
"Lo tadi bilang mau ke minimarket kan? Gih sana, gue mau pesen nasi gorengnya dulu."
"Iya, jangan pulang duluan! Bareng!" serunya sambil berlalu masuk ke minimarket.
"Iya bawel!"
Di perjalanan pulang, Wanda dan Lia tidak saling bicara. Keduanya saling lirik satu sama lain dengan mulut tertutup rapat.
Tak lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Wanda.
"Lain kali kalo mau nonton film di bioskop bareng gue aja," ucap cowok itu yang pertama kali membuka mulut.
"Kenapa?"
"Kalo nonton sama gue dijamin seru pokoknya!"
"Maksain banget alesannya!"
"Suka-suka gue!"
"Dih, gak jelas!"
"Pulang sana!" usirnya sambil membuka pagar dan berdiri di baliknya.
"Iya ini gue mau pulang! Lo masuk gih ngapain berdiri di depan pagar."
"Gue masuk kalo lo udah masuk rumah."
Tanpa berkomentar, Lia menurut, menuju rumahnya dan berdiri di balik pagar.
Sejenak, keduanya saling tatap dengan jarak selebar jalan.
"Sana masuk!" suruh Lia.
Wanda mengangguk. Menggaruk belakang kepalanya lalu berjalan menuju pintu depan rumahnya. Tapi, baru beberapa langkah cowok itu berbalik dan berseru. "Mimpiin gue ya!"