Black Card Om

48 2 0
                                        

(Warning 🔞)

Inspired by Instagram post @.sound_of_coups

sound_of_coups

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

**

"Om bilang hari ini kita mau ke cafe!" Clara cemberut.

"Sorry sayang, black card om tempo hari buat kamu aja."

"Wow, beneran?"

Louis mengangguk.

"Yes yes!" Carla berseru senang sambil mengangkat kepalan tangan ke udara.

Louis terkekeh pelan. Sekali lagi dia mematut dirinya di depan cermin.

Carla lalu mendekat, berdiri di depan Louis. Lalu merapikan dasi di kemeja pria itu.

"Abis ini boleh minta cuddle?"

Louis menelengkan kepala. "Cuddle? Tumben kamu manja gini." Tangannya terulur mengusap lembut pipi Carla.

Sejenak Carla memejamkan mata, merasakan tangan besar Louis di wajahnya.

"Aku kangen om, pengen bobo sambil dipeluk."

Louis tersenyum, lalu mengangguk. "Oke, nanti kita cuddle," ujarnya mengiyakan, meski dia tidak yakin apakah dia punya waktu berduaan dengan Carla nantinya.

"Beneran ya!" Carla memeluk Louis erat. Kepalanya mendongak menatap kedua mata Louis dengan sorot mata penuh harap.

Namun, mereka tak berakhir cuddle bersama sebab sehabis pertemuan itu, Louis harus meeting lagi dan mengurus pekerjaan.

Carla ditinggal sendirian di hotel. Menangis sambil menghapus makeupnya. Terisak di kamar mandi. Hingga sesegukan dalam tidurnya.

Di pagi hari Louis akan menyesal mendapati mata sembab Carla. Pria itu akan menciumi seluruh wajah Carla dan memelas meminta maaf sampai Carla memaafkannya.

Memangnya Carla punya hak untuk tidak memaafkan pria itu? Tentu tidak.

Eksistensi Carla sampai detik ini saja mutlak atas kehendak Louis. Hal itu yang terpatri di benak Carla. Mengingatkannya untuk bersyukur karna Louis sudah membawanya dari kubangan lumpur kotor tak ada masa depan.

"Om, minggu depan aku udah mulai kuliah," ucap Carla memulai obrolan.

"Loh udah selesai aja liburan kamu."

Carla mengangguk. Menggesekkan pipi ke dada telanjang Louis.

"Iya, cepet banget. Masih pengen ikut om ke luar negeri."

Louis terkekeh. Tangannya mengusap punggung polos Carla lalu berakhir meremas bokong gadis itu.

"Nanti kalau libur semester kamu bebas ikut om kemanapun."

"Hm oke."

Carla bergerak. Memposisikan dirinya di atas Louis yang berbaring.

"Nanti janji ya, om tiap minggu, eh kalo bisa tiap dua minggu sekali pulang ke apart aku. Aku pengen cuddle, pengen kayak gini juga sama om," ucapnya sambil mulai bergerak naik turun.

Louis tergelak. Pria itu mengerang. Urat di kedua tangannya mengencang. Wajahnya memerah. Dia menggigit bibir bawahnya dan menatap sayu Carla.

"Om juga maunya tiap hari kayak gini sayang, tapi nanti kamu gak punya black card lagi, gak bisa jajan lagi."
Carla mendesah keras. Memejamkan mata dengan kepala mendongak ketika Louis mempercepat gerakan.

Pria itu mendesahkan nama Carla berkali-kali. Mengigiti leher Carla hingga meninggalkan jejak merah di mana-mana.

Tepat ketika seprai kembali basah, mereka sama-sama mendesah lega.

Keduanya saling tatap dalam diam. Lalu Carla lebih dulu memagut bibir Louis. Ciuman penuh sayang nan singkat.

Gadis itu lalu berkata. "I love you om."

"Me to baby girl."

- END -

CampfireCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang