Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
**
Dari jauh, Sean bersama beberapa temannya muncul di ujung koridor k
antin yang ramai.
Seketika pandangan mereka bertemu sepersekian detik. Sebelum cowok itu menoleh ke temannya.
Kala jadi ragu, apakah Sean melihatnya atau tidak. Meski Kala berharap Sean melihatnya.
Lembaran kertas persentasi di tangannya menarik perhatian Kala kembali. Dengan telaten dia menyusun lembar demi lembar sesuai urutan materi.
Saat itu lah, seseorang tiba-tiba menyentuh ujung kertas persentasinya. Kala mendongak dan kaget melihat Sean di hadapannya.
Sean tersenyum lebar. Kala lalu melirik ke belakang cowok itu, ternyata teman-teman yang menyertainya tadi berdiri tak jauh dari mereka.
"Hai Kala, nanti malem free gak?" tanya Sean memicu sorot mata terarah ke mereka.
Terlebih lagi, Sean termasuk mahasiswa populer dan juga anak band yang digandrungi banyak cewek.
Katanya sih, Sean dan anggota bandnya terkenal suka main cewek. Begitu rumor yang beredar.
Merasa jawabannya akan memicu omongan banyak orang, Kala tak ambil pusing. Toh, yang didekati Sean adalah dirinya. Dia hanya ingin menjadi diri sendiri. Meski Kala penasaran kenapa Sean memilih dekat dengannya daripada gadis lain.
"Kayaknya free, kenapa?"
"Kalau free mau gak nonton gue manggung di kafe baru depan kampus kita?"
Dari sudut matanya Kala bisa melihat beberapa orang mulai bisik-bisik.
Kala mengangguk. "Boleh."
Sean tersenyum lebar, memperlihatkan lesung pipinya yang dalam. Seketika kompak terdengar suara beberapa cewek menahan napas.
"Oke, nanti gue jemput ya," ucap cowok itu lalu menepuk pelan puncak kepala Kala.
Kemudian dia berlalu pergi bersama teman-temannya diikuti sorot mata penuh kagum orang-orang.