39

121 7 0
                                        

Oke kayaknya ini ilang aku up lagi dab aku akan up dua bab buat kalian selamat membaca.

Sedangkan cristian sangat kesal sendari tadi kedua remaja perempuan dibelakangnya selalu berbisik,ya walaupun telinganya mendengar dengan jelas.

Tangannya semakin erat merangkul lengan lie, agar kedua perempuan itu tau bahwa yang mereka inginkan tidak akan terwujud dengan mudah.

Lie yang sendari tadi melihat beberapa poster flim dan memikirkan akan memilih apa,tersadar oleh genggaman erat cristian dengan lengannya.

"Mu kenapa tidak nyaman ingin pergi ke tempat lain atau kamu,ada yang mau dibicarakan?"lie membelai lembut pipi kekasihnya,setelah melihat raut muka yang terlihat kesal.

"Em pu bisa tidak kita kencan di taman atau ke tempat yang hanya ada kamu dan aku"cristian menyenderkan kepalanya ke bahu lie.

"Em baiklah yasudah ayo keluar dari antrian"lie memutuskan untuk menuruti kekasih manisnya,karna mereka baru saja berbaikkan.

Hingga suara seorang perempuan harus menghentikan langkah keduanya.

"Permisi bisakah aku meminta nomor kakak tampan yang manis,memakai kaca mata?"tanya seorang gadis sambil menyodorkan ponselnya kearah lie.

Sedangkan lie yang memang memiliki sifat yang tidak tegaan,ingin menolak dengan sopan,tetapi cristian mendahuluinya.

"Lo gak lihat apa buta atau nggak punya telinga,dengar ya dia ini pacar gue lihat tangan kita,atau perlu gue ciuman depan mukak lo berdua"nah cristian akhirnya emosi juga.

Kedua remaja itu terdiam dan sedikit terkejut bagaimana tidak,cristian yang berbicara juga agak berteriak,hingga beberapa orang melihat kearah mereka dengan bermacam-macam pandangan.

Sedangkan lie juga membungkuk dan segera membawa tian untuk pergi atau urusannya akan makin panjang,apalagi ia menyadari suasana hati kekasihnya terlihat kurang baik.

Mereka berdua sudah sampai di dalam mobil dengan cristian yang berada di kursi kemudi,mencoba menenangkan suasana hatinya,karna bagaimanapun ia tidak ingin terjadi kecelakaan.

"Sudah tenang mu sekarang jadi kita kencan atau kamu mau menghabiskan waktu diapartemenmu saja hum?"lie mengelus lembut tangan kekasihnya agar emosi cristian lekas menurun.

"Tak apa pu kita kencan ditaman saja atau sungai tempat pertama kali kita jadian,suasana di sana cukup tenang"balasnya lembut menatap mata teduh lie,sedangkan lie mengiyakan saja asal kekasihnya bahagia,maka ia akan jauh bahagia.

Butuh waktu sekitar lima belas menit untuk mencapai tujuan,untungnya tempat itu agak lenggang,jadi cristian merasa tenang.

Lie dan tian memilih untuk dipinggiran sungai yang berair jernih,hingga terlihat beberapa ikan yang berenang di dalamnya.

Tangan cantiknya perlahan ia tenggelamkan ke dalam air merasakan sensasi dingin menyegarkan,menikmati hangatnya sinar matahari yang tertutupi oleh pepohonan rindang.

Sedangkan lie memilih duduk dan termenung melihat bayangan ia dan tian dipantulan sungai,bahagia rasanya duduk berdua menghabiskan waktu bersama orang yang ia cintai.

Ia pikir mungkin nanti ketika sudah dewasa akan drama perjodohan yang akan ia terima,karna dalam jalan hidupnya tak pernah terbesit tentang asmara.

Ataupun memikirkan tentang membicarakan hal-hal romansa dengan pasangannya,menurutnya pendidikanlah yang jauh lebih ia pertaruhkan.

Hingga tian datang mengejarnya dengan cara yang paling terang,padahal semua orang yang mendambakannya akan memilih diam-diam atau memendamnya.

Karna dulu ia tipikal orang yang sangat tak peduli tentang sekitar kecuali nilai dan prestasi tentunya,mungkin juga karna leo yang selalu menjadi tamengnya.

Oke aku akan up berikutnya kkkk

MY LITLE LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang