40

155 12 0
                                        

Oke bab selanjutnya jangan lupa vote dan komen.

Selamat membaca

Cristian menyenderkan kepalanya ke bahu lebar milik lie,menikmati waktu berdua dengan orang terkasih memang paling bahagia.

"Mu kamu tidak lapar sebentar lagi sore apa sebaiknya kita pulang,atau kamu ingin makan diluar?"tanyanya yang memang langit semakin berwarna gelap.

Dan disekitar mereka sudah sangat sepi,tian menatap sekeliling yang memang terlihat sepi,ia menggandeng tangan lie untuk segera menuju ke parkiran.

Memutuskan untuk makan di rumah saja,karna sungguh badannya terasa lelah.

Sekarang cristian sedang berada di dapur ia memutuskan untuk memasak,walaupun tidak terlalu mahir tapi masakkannya lumayan.

Lie memilih untuk mandi setelah tadi menunggu tian yang membersihkan diri dulu,sebenarnya dia ingin memesan makanan,karna ia iba melihat wajah letih cristian.

Yang namanya keras kepala yasudalah mengalah adalah pilihan yang tepat,belum sempat memasuki kamar mandi.

Ponsel cristian berdering terpampang nama nathan yang menghubungi,lie langsung saja mengangkatnya takutnya penting.

"Halo tian lo nggak lupakan ada latihan sore ini,jangan kabur lo!"sapaan pertama yang didengar oleh lie.

"Kak ini lie kalo soal itu biar aku aja yang nyampein"lie tetap kalem walau sempat terkejut,dengan nada agak kasar yang digunakan oleh nathan.

"Oh lie oke deh jangan lupa ya dah"nathan segera mengakhiri,setelah misi sukses.

Sedangkan lie memilih meletakkan kembali ponsel cristian dan memilih melipir ke kamar mandi,baru selepas itu pesan tadi akan ia sampaikan.

Kini lie sudah berada diruang makan bersama sang kekasih,yang meletakkan kepalanya diatas meja makan,entah tertidur atau hanya memejamkan mata.

Makanan sudah tersaji di meja makan dengan asap yang masih mengepul,ah lie merasa bersalah kenapa ia kurang tegas tadi saat melarang tian memasak.

Ia memberanikan diri untuk mengelus pelan rambut sang kekasih,berbisik pelan ditelinganya.

"Mu ayo makan nanti kamu bisa lanjut istirahat lagi"bisiknya lembut.

Tianpun langsung tersentak dan bangun dengan posisi tegak,akibatnya kepalanya agak pusing sekarang.

"Ah pu maaf aku ketiduran ya,ayo makan kalo enggak enak kamu jujur aja tak apa,ini pengalaman pertama aku masak,kayaknya setelah tigatahun aku enggak nyentuh dapur"senyumnya canggung.

Lie tersenyum teduh mengelus lembut wajah cristian"mu dengan kamu lelah tetapi tetap berusaha masak buat aku,itu udah berharga banget buat aku,ah kata kak nathan kamu ada latihan sore ya,batalin aja ya kayaknya kamu capek banget"pintanya yang melihat betapa lelahnya wajah cristian.

"Ah iya aku lupa,maaf pu aku enggak bisa ini menyangkut harga diri tim kami,kalo aku sendiri tak apa,tapi nama tim yang harus jadi korban"tian juga ingin istirahat tapi apa daya dia punya tanggung jawab.

Lie hanya bisa menghela nafas perlahan,mencoba mengerti tentang cristian,walaupun enggan tapi apa bila dikata.

"Oke tapi kita makan dulu,dan pastikan habis latihan langsung istirahat,kalo perlu kamu ambil cuti kuliah sehari"tatapnya tajam tak ingin dibantah.

Cristian hanya mengangguk tak ingin memperpanjang masalah,karna mereka baru saja berbaikan tak mungkin juga harus bertengkar lagi.

Sore itu mereka habiskan untuk makan bersama,pergi kearea balap bersama dan pastinya tidur bersama.

Kini lie sedang berada dikamar dengan tian,berbagi kehangatan dengan memeluk tubuh masing-masing.

Oke sekian jangan lupa vote ya kkk love ya

MY LITLE LOVECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang