Disini Untukmu 3

7.3K 410 21
                                    

Veranda POV

   Sabtu weekend ini, aku bersama Jeje, Wawa dan Beby jalan-jalan ke mall yang ada di Jakarta. Kita berempat menghabiskan waktu liburan dengan nonton bioskop, makan, sambil ngobrol lucu.

   Ya, kalau ada barang yang bagus dan menarik di mall aku pasti membelinya.

   Setelah puas dengan itu semua, kami meneruskan obrolan cantik di sebuah kedai coffe. Sambil minum coffe kita berempat lanjut ngegosip. Dari mulai teman, sekolah, pelajaran, film, fashion, artis idola, sampai masalah gebetan.

   "Ve, lu perhatiin gak sih! Si ketua kelas kita?" kata Jeje tiba-tiba langsung memasang muka serius didepanku, Beby dan Wawa.

   "Kinal maksud lu?" aku malah balik bertanya, Kinal memang ditunjuk langsung oleh wali kelas kami untuk menjadi ketua kelas, katanya sih karena dia sering terlambat. Jadi wali kelas kami sengaja menunjuk dia sebagai ketua kelas supaya ia memberikan contoh ke semuanya agar mengikuti perilaku Kinal yang baik.

   Toh dengan begitu dia membuktikannya, Kinal jadi tidak terlambat lagi ke sekolah. Mungkin karena dia tidak mau teman sekelasnya mencontoh kelakuan buruk Kinal, karena ia sering terlambat. Kinal akhirnya malu dan belajar bertanggung jawab pada dirinya sendiri, juga jabatannya sebagai ketua kelas.

   "Iya dia... Kinal suka salah tingkah didepan lu," ujar Jeje.

   "Gue juga meratiin, Ve. Kinal salting didepan lu," sambar Beby. Pandangan ini kuarahkan untuk melihat Wawa, dia hanya menyimak percakapanku dengan Beby dan Jeje sambil minum ice coffe.

   "Iya gue tau, makanya gue sengaja buat dia jadi makin salting dengan menggodanya," kemudian aku mengambil ice coffe yang ada di meja untuk kuminum sedikit, lalu menaruhnya kembali di sana.

   "Tiati kebablasan godainnya, terus jatuh cinta, bisa remuk semua hati gebetan lu nanti. Pan kagak lucu juga mereka saling tonjok-tonjokan cuma buat ngerebutin hati sobat gue yang mirip bidadari ini," kata Jeje sambil senyum devil.

   "What? Ve jatuh cinta sama ketua kelas kita? Si Kinal kacamata itu?! Yang suka main sama Yono si cupu dan Viny?... Iyuuhh, selera lu turun banget, Ve! Suka kok sama geng cocepu," Wawa tiba-tiba bersuara. Aku, Beby dan Jeje langsung melihat heran padanya. "Kenapa lu semua pada liatin gue kayak gitu? Gue tau gue cantik! Liatinnya gak usah kayak gitu juga kali," lanjut Wawa.

   Lalu Wawa membenarkan rambutnya yang tidak berantakan itu dengan tangan.

   "Sekalinya ngomong pedes juga lu! Kayak cabe rawit keriting, terus apalagi itu cocepu? Bahasa mana tuh?" tanya Beby penasaran pada Wawa.

   "Cowok cewek cupu," jawab Wawa.

   Aku tertawa mendengar kepanjangan dari cocepu, dasar Wawa, bisa-bisanya dia membuat singkatan seperti itu.

   Kayaknya Kinal nggak cupu-cupu banget deh, cuma kacamata tebalnya saja yang membuat dia jadi terlihat cupu. Menurutku cuma Yono yang tepat menyandang status cupu. Apalagi Viny, dia juga tidak seperti yang Wawa katakan, Viny gadis cantik berambut sebahu sama dengan Kinal.

   "Dasar kutu kupret! Singkatan lu gak banget," Jeje menoyor kepala Wawa dengan pelan. Wawa yang mendapat perlakuan seperti itu dari Jeje langsung memonyongkan bibirnya dengan lucu, aku jadi tertawa geli, Beby dan Jeje juga ikutan tertawa.

   "Adyth semakin gencar deketin lu, Ve. Lu nya gimana? Udah kepincut belum sama perhatiaan yang dikasih Adyth? Kasian dia dari kelas dua SMP ngejar-ngejar lu terus," kata Beby.

   Aku hanya tersenyum manis menjawab pertanyaan Beby. Buatku Adyth nggak lebih dari sekedar teman, aku nggak ada niat sedikit pun membalas perhatian dan cinta Adyth.

Disini UntukmuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang