Setalah pulang dari Singapore, Kinal dan Veranda juga Tasya menunggu kedatangan Shania, karena di hari yang sama Shania mendarat di bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul empat sore, hanya terpaut satu jam dengan kedatangan Kinal dari Singapore.
Kinal memang mengatakan ke Shania kalau ia akan mengajak Tasya serta Veranda ke Singapore.
Dan saat ini Kinal Veranda serta Tasya sedang menunggu kedatangan Shania di cafetaria bandara. Sambil menunggu, mereka memesan beberapa makanan kecil serta minuman dingin.
"Bubi, kenapa mami lama sekali? Tasya capek bubi," Tasya mengucek matanya dengan tangan, mungkin dia sudah ngantuk.
"Tunggu sebentar ya sayang, mami sebantar lagi juga datang," kata Veranda.
"Tapi Tasya capek bubi, Tasya mau bobo," Tasya mulai rewel karena ngantuk. Dia mengacak-ngacak makanan yang ada di meja sambil menangis.
"TASYA!... Kenapa kamu jadi nakal gini sih," bentak Veranda sambil merapihkan makanan yang berantakan di meja, sedangkan Kinal melihat dan memperhatikan Tasya yang rewel sambil tersenyum.
hiks... hiks... hiks...
"Bubi jahat."
Kemudian Kinal menggeser bangku Tasya untuk menghadap ke arahnya, lalu dia menghapus air mata yang jatuh di pipi mungil Tasya dengan tangan dan berkata...
"Tasya cantik kok cengeng. Kan Tasya udah janji sama kaptain kalau mau jadi anak penurut, Tasya gak boleh ingkar janji kalau mau jadi anak baik..."
"...Udah dong gak boleh nangis lagi, nanti bubi malah semakin marah ke Tasya, kalau Tasyanya nakal... Sini Tasya sama kaptain."
Kemudian Kinal mengangkat Tasya dari kursi untuk dia taruh dipangkuannya. Mengelus puncak kepala Tasya agar si kecil tidur.
"Ve, kamu lagi pms? Kok pake marah-marah gitu ke Tasya?"
"Enggak. Aku cuma lagi nyiapin hati aku aja saat nanti ketemu Shania, pasti kamu akan bersikap mesra dengannya."
Kinal tersenyum, lalu dia menggenggam erat tangan Veranda yang ada diatas meja. Erat sekali genggaman tangan Kinal ke tangan Veranda, lalu dia mencium punggung tangan Veranda lembut.
"Jadi princess aku cemburu?"
"Tau ah!"
Hahaha...Kinal bukannya menenangkan Veranda, dia malah tertawa.
"Kak Ve! Kinal!" teriak Shania dari kejauhan saat ia berjalan pelan menghampiri mereka bertiga dengan menarik koper miliknya.
Mendengar suara Shania memanggil, Kinal langsung melepas genggaman tangannya yang sedang memegang tangan Veranda. Dan Veranda pun menatap Kinal dengan sinis.
'Baru diomongin, udah kejadian,' batin Veranda.
Saat itu Shania mencium pipi Veranda kakanya dan juga Kinal kekasihnya ketika ia sudah ada didekat mereka.
"Maaf ya kalian nunggunya kelamaan. Tadi ada briefing dulu," Shania merasa bersalah karena membiarkan mereka semua menunggu lama.
"Gakpapa kok," kata Kinal ragu-ragu dan senyum yang dipaksakan, Kinal melihat Veranda mukanya ditekuk dua karena kedatangan Shania ditengah dia dan Kinal juga Tasya.
"Tasya sampai ketiduran," kemudian Shania memegang puncak kepala Tasya yang sedang tidur dipangkuan Kinal.
"Yuk, pulang! Kasihan Tasya pasti capek," ajak Veranda.

KAMU SEDANG MEMBACA
Disini Untukmu
FanfictionSelamat Menikmati Fanfiction Kedua Saya Publish NOV'15