Versi Baru Mahar Terindah: Mimpi Buruk

14.2K 627 25
                                        

Typo? Sorry... :(

happy reading, enjoy my story...

Don't be silent reader, please...


=========================================================================


Ketukan di pintu kamar membuyarkan ingatan Hans tentang masa lalunya. Ia menyeka air mata yang tanpa ia sadari mengalir dipipinya. Samar-samar ia mendengar suara Yasmin dibalik pintu.

"Mas Hans, makan malamnya sudah siap." Teriak Yasmin. Tidak lama kemudian Hans membuka pintu, Yasmin yang berada tepat didepan Hans sempat terkejut saat Hans tiba-tiba ada didepannya.

"Bikin kaget aja, Mas. Ayo, makan dulu. Semuanya udah siap." Yasmin melihat mata Hans yang tampak memerah, Yasmin terdiam melihat hal tersebut. Hans hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ruang makan menyusul Randi yang telah duduk disana. Yasmin menghela nafasnya, ia tahu bahwa Hans baru saja memangis. Wajah cerianya berubah murung seakan ia juga bisa merasakan kesedihan Hans.

"Kapan kamu akan berbahagia, Mas?".

===ZZZ===

Suasana berubah menjadi sunyi di meja makan, Yasmin yang biasanya berceloteh hanya diam sambil terus melahap masakannya. Sesekali ia melirik pada Hans dan Randi yang juga hanya diam. Kadang matanya bertemu dengan mata Randi yang mengisyaratkan rasa bingung dengan Hans yang kembali berubah menjadi dingin. Yasmin hanya menggeleng pada Randi, Yasmin berharap Randi dapat mengerti Hans yang sedang tidak dalam keadaan yang baik.

"Mas mau nambah lagi makannya?" tanya Yasmin. Hans hanya menggeleng. Ia terus melahap makanan yang ada dipiringnya, tidak perduli dengan Yasmin dan Randi yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Hans meraih gelas berisi air putih yang ada didepannya, ia meneguk air tersebut hingga separuh. Ia melap sisi-sisi mulutnya. Tanpa berpamitan, Hns meninggalkan ruang makan, meninggalkan Yasmin dan Randi yang menatapn Hans dengan tatapan iba.

Randi melihat ekspresi sedih diwajah Yasmin, ia berdiri dari kursinya yang berada diseberang Yasmin dan berjalan menuju kursi disamping Yasmin. Randi duduk dikursi tersebut dan mendekap Yasmin. Randi mengelus punggung Yasmin, mencoba menenangkan wanitanya tersebut.

"Aku sedih melihat Mas Hans kayak gitu, kapan Mas Hans akan bahagia?' Randi mengecup kepala Yasmin. Ia membiarkan Yasmin mengeluarkan kesedihannya.

"Hans pasti akan bahagia. Suatu hari nanti, Hans pasti akan bahagia."

====ZZZ===

Setelah kembali ke kamarnya, Hans menghempaskan tubuhnya di ranjang. Matanya terpejam, hatinya kembali bergemuruh. Ingatannya kembali berputar pada kejadian belasan tahun yang lalu saat ia kehilangan dua wanita berharganya. Saat ia kehilangan Ibunya. Saat ia kehilangan Lovanya.

Belasan tahun pula Hans selalu tidak berdaya jika mengingat keduanya, ia merasa bagian penting dalam hidupnya dicabut dengan paksa. Ia tidak lagi memiliki gairah hidup, hatinya mati karena orang yang dicintainya sudah pergi. Ia sangat ingin pergi menyusul kedua wanitanya tersebut, namun Hans mengingat pesan Ibunya didetik-detik terakhir hidupnya. Ibunya berpesan agar Hans harus tetap bertahan apapun yang terjadi nanti, dan Hans sudah berjanji untuk menepati janji tersebut.

***

"Bu, tadi itu siapa?" Hans kecil yang berusia 8 tahun menatap Ibunya, Pricilla Damayanti. Wanita berumur 32 tahun tersebut tersenyum menatap Hans. Tangannya mengelus kepala Hans yang duduk dipangkuannya.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang