Versi Baru Mahar Terindah: Pilihan (Ending Part 2)

20.1K 713 180
                                        

#Ini juga re-publish. Karena beberapa halaman dari part ini sudah saya ekspor ke Part. A. Sekalian saya mau menghilangkan typo-typo yang berterbangan.... :D#

Seperti yang saya bilang sebelumnya, siapkan kacamata atau obat tetes mata untuk part ini. :D

This part so long.................................................

Bacanya jangan cepet-cepet, santai aja biar ngena feelnya... :D

Jangan senyum-senyum sendiri, jangan teriak-teriak, jangan baper kalau baca part ini. Saya nggak tanggung jawab, lho... :D

Typo? Karena part ini sangat panjang, saya jadi males buat self-editing.. :D Jadi, maaf, ya..... :

Please don't be silent reader, cause I really want to know your comment...

Happy reading and enjoy the last part...

===================================================================

Noura membekap mulutnya dengan tangan, isak tangisnya mereda saat ia merasakan ada yang mengelus kepalanya. Dengan matanya yang berkaca-kaca, Noura melihat Ibunya sedang duduk didekatnya sambil tersenyum dengan wajah yang sedih. Noura menghapus air matanya dan bangun lalu menjatuhkan kembali kepalanya dikaki Ibunya. Tangan Ibunya kembali mengelus kepala Noura dan menghapus sisa air mata dipipi Noura.

"Ada apa, Nduk?" Noura menggeleng. Berbaring dengan posisi tersebut membuat Noura merasa nyaman.

"Abahmu tidak bermaksud yang tidak baik. Abah hanya takut kalau kamu jadi anak yang durhaka." Noura mengangguk. Ia memang mengerti ketakutan Abah. Tapi disisi lain, Noura merasa sedih saat ia tidak diperbolehkan bertemu dengan lelaki tersebut.

"Sudah, Nduk. Lebih baik kamu mengaji biar hati kamu tenang." Noura kembali mengangguk. Ia bangun lalu menghapus air matanya dan membalas senuman yang diberikan oleh Ibunya.

"Wudhu dulu, Nduk." Noura mengangguk dan beranjak. Ia berjalan keluar kamar menuju kamar mandi untuk berwudhu.

Setelah bewudhu dan kembali ke kamar, Noura mengambil Al-Qur'annya. Ia duduk ditepi ranjang dan menghadap kearah jendela yang ada disisi ranjangnya. Ia membuka Al-Qur'annya dan membaca surah Ar-Rahman. Suara merdu Noura mulai mengalun, namun suara merdu tersebut terdengar sedih bagi yang mendengarnya. Noura terus membaca surah tersebut walaupun dengan suara yang serak.

===ZZZ===

Aktivitas Noura kembali berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Ia sedang disibukkan dengan persiapan ulangan akhir semester kelas VII dan VIII yang akan dilaksanakan minggu depan. Noura tampak sibuk membuat soal-soal ulangan berikut kisi-kisinya. Ia bersama guru-guru lainnya berada diruang guru dengan fokus pada laptopnya masing-masing.

Setelah jam istirahat berakhir, Noura masuk ke kelas VIIC untuk memberikan latihan akhir sebelum ulangan akhir semester II. Ia juga menyampaikan materi yang dimasukkan dalam soal ulangan untuk bekal para siswanya belajar dirumah. Setelah jam mengajarnya selesai, Noura kembali ke ruang guru dan kembali berkutat dengan laptopnya.

===ZZZ===

Setelah selesa sholat Ashar, Noura mulai mempersiapkan dirinya untuk pergi ke mesjid An-Nuur. Ia menggunakan gamis berwarna pastel dengan kerudung besar yang menutupi separuh tubuhnya. Noura meraih tas selempangnya yang berisikan dompet dan handphone. Ia berpamitan pada Abah dan Ibunya sebelum keluar dari rumah dan berjalan menuju mesjid.

Sesampainya di mesjid, Noura mendapati Ustadz Rahmat sedang duduk sendiri bersandarkan pada dinding mesjid. Noura menyebar senyum tipisnya saat lelaki yang berumur dua kali lipat umurnya tersebut tersenyum padanya. Dari luar mesjid, Noura dapat mendengar suara ribut yang disebabkan oleh anak didiknya.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang