Versi Baru Mahar Terindah: Tentang Lova (IV)

8.7K 367 2
                                        


Syelamat malam....

Typo? Sorry...

Happy reading, enjoy my story....

don't be silent reader, please....

=====================================================================

***

"Paman, kenapa lama sekali?" Felix terkekeh mendengar suara khas anak-anak milik Lova.

"Tenanglah gadis kecil, Paman ada kejutan untukmu. Cobalah kau lihat ke belakang." Lova mengikuti apa yang diucapkan Felix, betapa terkejutnya ia ketika melihat orang yang duduk dikursi belakang tersebut. Pekikannya membuat Felix tersenyum.

"Tuan Hans?!"

Mata Lova menampakkan binarnya. Bibirnya memasang senyum lebar saat melihat Hans duduk dikursi belakang. Felix tersenyum melihat ekspresi Lova tersebut.

"Kau suka, gadis kecil?" Lova mengangguk. Ia kembali memperbaiki letak duduknya. Memasang sabuk pengaman dan memberikan komando agar Felix segera melajukan mobilnya sambil tersenyum lebar.

"Ayo, kita berangkat!"

                                                                                     ===ZZZ===

Sesampainya di tempat bermain terkenal di Jakarta, Ancol. Lova memandang takjub tempat bermain tersebut. Ia memandang sambil berdecak kagum, karena ini pertama kalinya bagi Lova menginjakkan kaki ditempat tersebut. Sedangkan Hans tampak biasa saja, karena ia sudah pernah pergi ke tempat ini bersama Christian dan Pricilla.

Felix menggandeng Lova disebelah kanan dan Hans disebelah kiri. Mereka bertiga masuk kedalam area Dunia Fantasi yang terbagi menjadi 8 kawasan. Satu persatu mereka memasuki kawasan tersebut dan mencoba wahana yang ada disana.

Wajah ketakutan Lova muncul saat Hans mengajaknya menaiki halilintar. Wajahnya semakin memucat saat mereka turun dari wahana tersebut. Lova memeluk erat Felix sambil terisak dan berucap tidak mau menaiki wahana itu lagi. Felix berusaha keras menghentikan tangis Lova, dan Hans hanya tertawa melihat ketakutan Lova tersebut.

Mereka keluar dari area Dunia Fantasi dan beralih pada Sea World yang merupakan underwater aquarium pertama dan satu-satunya di Indonesia. Dari dalam sana, Lova dan Hans dapat menikmati ribuan penghuni laut. Mata Lova kembali berbinar melihat pemandangan indah tersebut. Tangannya terus menempel di kaca, gerak bola matanya mengikuti ikan lumba-lumba yang sedang berenang dengan kawanannya. Tidak hanya itu, mata Lova juga menatap takjub para peselam yang bermain-main dengan ikan didalam akuarium tersebut. Dalam hatinya, ia sangat ingin bisa berenang bersama ikan yang ada disana.

"Kau suka, gadis kecil?" tanya Felix. Lova mengangguk. Ia menatap pada Felix yang sedang tersenyum. Lalu matanya menangkap Hans yang juga sedang menikmati pemandangan bawah laut tersebut.

"Paman, apa boleh masuk kesana?" Lova menunjuk penyelam yang ada didalam akuarium tersebut.

"Tentu saja boleh, tetapi kau harus besar dan pandai berenang terlebih dahulu." Felix mengangkat tubuh Lova kedalam gendongannya.

Ada sedikit rasa iri yang terbersit pada diri Hans melihat kedekatan Felix dan Lova. Hans pun teringat saat ia bersama Christian dan Pricilla mengunjungi tempat ini 2 tahun yang lalu. Ingatan tersebut membut Hans kembali bersedih dan berandai-andai jika saja Pricilla masih hidup, ia tentu akan sebahagia Lova saat ini.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang