Versi Baru Mahar Terindah: Mulai Belajar

11.2K 605 40
                                        

Typo? Sorry....

Happy reading, enjoy my story....

Don't be silent reader, please....

=======================================================================

Hans memasang jas lalu meraih tas kerjanya. Dengan senyum tipis yang mengembang diwajahnya, ia keluar dari ruangan kerjanya. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 16.31. Setelah menunggu beberapa menit didalam lift, Hans keluar dari lift dan berjalan menuju mobilnya yang sudah disiapkan didepan kantor. Hari ini Hans menyetir mobil sendiri tanpa Andi. Ia ingin pergi kesuatu tempat untuk suatu urusan yang mungkin akan memakan waktu yang lama. Ia tidak ingin Andi jenuh menunggunya, walaupun itu merupakan tugas Andi sebagai sopir pribadinya.

Hans mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia tidak bisa menahan rasa gembira yang entah sejak kapan bertengger dihatinya. Rasa gembira yang sama saat dulu Christian datang pertama kali kerumahnya. Sejak 2 hari yang lalu, rasa gembira tersebut terus menyerang hati Hans yang membuatnya seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Jatuh cinta?

Hans menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berusaha mengelak untuk 2 kata tersebut. Tidak mungkin ia jatuh cinta pada wanita lain. Dari dulu, hatinya hanya dipenuhi oleh gadis kecilnya. Bahkan sekarangpun tetap sama, gadis kecilnya masih ada direlung hatinya. Tetapi, ia tidak bisa mengingkari kalau wanita cantik yang ia temui di rumah sakit 2 hari yang lalu mampu membuat matanya ingin terus menatap wajah bak bidadari tersebut.

2 hari yang lalu, ia menengok kembali Nenek yang ia temukan bersama wanita cantik tersebut. Sejak pertama kali Nenek tersebut dibawa ke rumah sakit, Hans belum menjenguknya. Ia hanya memerintahkan Andi untuk mengecek Nenek tersebut. Sampai hari ketiga, keluarga Nenek tersebut tidak juga ditemukan dan tidak ada pihak yang mengaku sebagai keluarga Nenek tersebut yang datang ke rumah sakit. Hans sendiri tidak menyangka kalau ia mau ikut bersusah diri menolong orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Hanya saja pada saat itu, saat Hans melihat kedua wanita tersebut dijalan depan mesjid, ada sesuatu yang menggerakkan tangan dan kakinya untuk berlari kearah wanita tersebut.

Dan Hans sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengannya. Ia tidak pernah merasa tertarik pada wanita seperti pada wanita tersebut. Memang banyak wanita cantik yang ia temui sebelumnya, namun yang bisa menarik dirinya seperti wanita cantik tersebut. Wanita yang menggunakan penutup kepala dan baju panjang yang menutupi tubuhnya. Walaupun tertutup, Hans masih bisa melihat kilau kecantikan dari wajahnya yang putih dan berseri.

Awalnya Hans hanya ingin menanyakan keadaan Nenek tersebut pada perawat yang ia tugaskan untuk menjaga Nenek. Tetapi, saat perawat mengatakan ada seorang wanita yang juga menjenguk Nenek tersebut. Hans memutuskan untuk menemui wanita yang dikatakan oleh perawat. Saat ia masuk kedalam ruangan, Hans mendengar suara lantunan ayat Al-Qur'an yang mengalun merdu. Hans sempat terdiam mendengar suara tersebut. ia melihat wanita tersebut menyeka air matanya sambil menatap Nenek yang sedang terbaring. Hans memutuskan untuk mendengarkan lebih lama suara merdu tersebut.

Hans merasakan hatinya bergetar mendengar suara merdu milik wanita tersebut. Suara milik wanita tersebut membuatnya merasa nyaman. Hans merasa ketenangan kembali menyelimuti hatinya saat ayat demi ayat dilantunkan dengan merdu. Ia betul-betul menikmati suara tersebut.

Hans terus menatap wanita tersebut sambil menikmati suaranya. Hingga akhirnya wanita tersebut selesai dan menatap kaget Hans yang sedang duduk dikursi sambil menatapnya. Hans dan wanita tersebut berbicara sekilas tentang keadaan Nenek. Lalu Hans mengajak wanita tersebut berbicara diluar ruangan agar tidak mengganggu istirahat sang Nenek.

Hans merasa nyaman berbicara dengan wanita tersebut. Cukup lama berbicara tentang hal yang menarik hati Hans. Tanpa pikir panjang, Hans mengutarakan permintaan yang bahkan tidak pernah terpikir olehnya sebelumnya. Melihat wanita tersebut bisa menjawab pertanyaan yang mengganjal dihatinya membuat Hans merasa kalau wanita tersebut bisa mengajarinya tentang Islam.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang