Versi Baru Mahar Terindah: Setelah Dia Pergi

9.3K 461 17
                                        

Typo? Sorry....

Happy reading, enjoy my story....

Don't be silent reader, please....

========================================================================

Randi dan Yasmin memapah Hans yang tidak sadarkan diri dan membaringkannya ditempat tidur. Mata Yasmin masih berlinang air mata. Yasmin menyelimuti tubuh Hans, ia duduk ditepi ranjang sambil mengelus kepala kakak yang ia sayangi.

Yasmin dan Randi mengikuti Hans yang memang selalu melakukan perayaan ulang tahun untuk Lova setiap tanggal 19 November. Yasmin khawatir Hans akan kembali pingsan seperti tahun lalu. Dan benar saja, setelah menghentikan kegilaan yang dibuat oleh Hans, Yasmin mendapati kalau Hans sudah tidak sadarkan diri. Yasmin yang datang dengan Randi, memanggil Randi yang menunggu dibawah. Setelah memastikan Haans benar-benar tidak sadarkan diri, mereka membawa Hans pulang ke apartemen.

Isak tangis Yasmin masih keluar dari bibirnya. Melihat kekasihnya yang masih menangis, Randi mendekati Yasmin dan duduk disamping Yasmin. Ia memeluk Yasmin dari belakang sambil mengusap lengan Yasmin.

"Kita keluar ya, sayang. Biar Hans istirahat dulu. Kamu juga harus istirahat, wajah kamu pucat." Randi mengusap pipi Yasmin. Sudah 2 hari Yasmin kurang istirahat karena mengkhawatirkan Hans.

"Tapi bagaimana Mas Hans?" suara Yasmin terdengar parau.

"Kamu tenang aja. Aku yang akan jagain Hans." Akhirnya Yasmin mengangguk. Tubuhnya sudah ia sandarkan ditubuh Randi. Randi mengecup kepala Yasmin, lalu ia membawa Yasmin ke kamarnya.

                                                                                                  ===ZZZ===

***

Hans masih mengurung diri dikamar 4 hari setelah kepergian Lova. Ia hanya akan makan jika yang membawa makanan ke kamarnya adalah Maisya. Hans selalu mengabaikan Christian jika Christian masuk ke kamarnya. Bahkan sejak kemarin, ia mengunci kamarnya. Rasa marahnya pada Christian membuat Hans tidak ingin bertemu atau berbicara dengan Christian. Bahkan pada Riantipun Hans melakukan hal yang sama.

"Tuan, Hans. Ini saya Maisya. Saya membawakan makan siang Tuan." Teriak Maisya sambil mengetuk pintu kamar Hans. Tidak lama kemudian, Hans membuka pintu dan mempersilahkan Maisya masuk.

"Bi, ada yang ingin kutanyakan." Kata Hans sebelum Maisya keluar dari kamar Hans.

"Ya, ada apa Tuan?" Maisya membalikkan badannya. Ia menatap Hans yang sedang duduk bersila diatas kamar tidurnya.

"Apa Bibi tahu kemana Paman Felix?"

"Ma'af Tuan, Tuan Felix tidak pernah datang lagi setelah seminggu yang lalu Tuan Christian menugaskannya keluar kota." Hans menghela nafas kecewa. Felix satu-satunya kunci agar ia tahu dimana Lova.

"Bibi mau menolongku?" Hans menatap Maisya dengan penuh harap. Masiya menganggukkan kepalanya.

"Tolong cari tahu kemana Paman Felix. Tolong, Bi. Aku ingin berbicara dengan Paman Felix."

"Baiklah, Tuan. Saya akan berusaha mencari tahu keberdaan Tuan Felix. Saya permisi dulu." Maisya keluar dari kamar Hans, setelah Maisya keluar Hans bergegas menutup pintu dan menguncinya. Ia kembali duduk diranjangnya menyantap makan siang yang dibawakan Maisya.

                                                                                              ===ZZZ===

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang