Versi Baru Mahar Terindah: Pilihan (Ending Part 1) (Edited)

16.3K 593 61
                                        

#Ini Cuma re-publish karena saya pikir Part. 1 terlalu pedek. Jadi ada beberapa halaman dari Part. 2 saya pindah kesini. Jadi ini bukan update, ya...  :)#

Halo....

Lama? Ma'af, ya....

Seminggu yang lalu saya sibuk sama pekerjaan, sempat sakit juga. Terus gara-gara sakit, mood saya jadi labil.... Ada waktu buat nulis, saya malah un-mood....

Bab akhir ini saya bagi dua, saya pikir daripada menunggu saya menyelesaikan sampai akhir, saya nggak yakin bakalan update dengan cepat karena mood saya yang naik turun. Jadi, saya putuskan untuk update bab akhir bagian 1 dulu...

Typo? Sorry....

Happy reading, enjoy my story....

Don't be silent reader, please....

===================================================================

Sudah berulang kali Hans membolak-balikkan tubuhnya diatas tempat tidur. Namun, ia tetap tidak bisa terlelap. Hans merasa kepalanya semakin berat karena ia belum bisa mengistirahatkan tubuhnya walaupun ia sudah bergelut dengan tempat tidur sejak pukul sembilan malam. Waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari saat Hans melirik jam yang ada dikamarnya. Hans kembali memejamkan matanya dengan erat dengan harapan ia akan tertidur. Namun, hasilnya tetap sama. Ia tidak bisa tidur sama sekali.

Hans memiringkan tubuhnya kesebelah kiri, matanya tertuju pada foto Hans bersama gadis kecilnya yang ia letakkan diatas meja kecil berbentuk segiempat. Hans terus menatap foto tersebut, ia merasa seperti tertarik dalam kenangan saat foto tersebut diambil. Foto pertama dan terakhir bersama seorang anak kecil yang sangat ia sayangi setelah Ibunya. Foto yang telah menemaninya sejak gadis kecil tersebut pergi dan tidak pernah kembli.

"Lova...." Gumam Hans dengan mata yang tertutup, ingatan Hans kembali memutar kenangan-kenangan yang masih tersimpan rapi dalam kepalanya. Senyum, tawa dan suara bernada ceria milik gadis kecilnya kembali bergema dikepala Hans. Sudah lama kenangan-kenangan tersebut tidak menghantuinya. Kenangan yang hampir terlupa oleh Hans karena kesibukannya mempelajari tentang Islam.

Mata tertutup Hans kembali terbuka perlahan. Terlelap dengan waktu yang sebentar membuat sakit dikepala Hans tidak menghilang. Pikirannya yang masih berkecamuk menjadi penyebab mengapa ia tidak bisa tidur dengan lelap. Namun, ia tetap terus berusaha untuk terlelap diwaktu malam yang tersisa.

===ZZZ===

Andi menatap Hans yang kembali dengan penampilan seperti 4 bulan yang lalu. Wajah Hans terlihat kusut dan murung. Garis hitam yang telah sempat hilang kini kembali menghiasi kantung mata Hans. Tidak ada lagi sapaan yang selalu diucapkan Hans padanya seperti beberapa waktu yang lalu. Tidak ada lagi pula diskusi yang biasanya Hnas lakukan bersama Andi disepanjang perjalanan menuju tempat kerja ataupun saat pulang bekerja. Hans kembali menjadi sosok yang dingin dan tidak tersentuh.

Sejak satu minggu yang lalu, Maria selalu mengajak Hans ke gereja untuk menemui seorang Pendeta. Hans mendapatkan siraman rohani dari Pendeta tersebut yang malah membuat Hans merasa tidak nyaman. Ditambah lagi, Maria selalu merecokinya agar mau berkencan dengan Riana. Maria bahkan memberikan akses agar Riana bisa datang ke kantornya.

Sudah seminggu pula Hans tidak ke Tanjung Priok, Hans merasa ia mulai merindukan tempat tersebut, tempat dimana ia merasa tenang dan damai disana. Hans merasa kalau tempat tersebut sudah seperti rumah baginya. Karena disana ia bisa merasakan kehangatan yang sudah lama tidak pernah menyelimuti hatinya.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang