Versi Baru Mahar Terindah: Tentang Christian (II)

7.9K 364 6
                                        

Typo? Sorry....

Happy raeding, enjoy my story....

Don't be silent reader, please....

=================================================================

***

"Aku sudah tidak bisa lagi menunggu Christian. Cukup bertahun-tahun kau membuatku menjadi wanita yang tidak terlihat. Aku juga ingin berkumpul bersama keluarga besarmu. Apa sulitnya mengatakan pada putramu itu kalau aku ibu tirinya." Michella menatap Christian dengan wajah yang memerah, emosinya lepas dan tidak bisa ia kendalikan

"Putraku hanya memiliki satu ibu, dan dia tidak perlu tahu ibu tiri sepertimu." Ucap Christian dengan santai. Ia tahu wanita didepannya itu sudah tersulut emosi.

"Kau! Baiklah, Christian Amandanu Routh, kau benar-benar membuat kesabaranku habis. Jangan salahkan aku jika putra kesayanganmu itu membencimu." Geram Michella, ia berdiri dan melangkah keluar dari ruangan Christian. Sebelum membuka pintu, Michella berbalik dan menatap Christian dengan senyum miring.

"Tentu putramu akan sangat sedih jika tahu kalau kau terlibat dalam kecelakaan Pricilla saat itu." Michella membanting pintu ruangan Christian. Sedangkan Christian menggenggam erat pulpen yang ada ditangannya. Rahangnya mengeras, emosi mulai menyelimuti dirinya saat Michella kembali mengingatkannya pada kejadian yang membuatnya kehilangan Pricilla. Namun seketika pula, air matanya jatuh akibat rasa bersalah yang harus ia kenang kembali.

"Ma'afkan aku, Pricilla. Ma'afkan aku."


Desember 2002

Suasana ramai menghiasi rumah keluarga besar Routh. Anggota keluarga sedang berkumpul merayakan natal. Tampak Christian, Hans, Rianti, Maria, Yasmin dan anggota keluarga lainnya. Tampak pula Felix dan Lova yang juga ikut merayakan natal di rumah Christian. Mereka sedang berkumpul diruang tengah dimana terdapat pohon natal setinggi 2 meter yang sudah diberi hiasan bermacam rupa dan juga kado yang sudah terkumpul dibawah pohon natal. Felix tampak berbicara dengan Maria, sedangkan Christian sedang berkumpul dengan Rianti dan saudara sepupunya. Sedangkan Hans, Lova dan Yasmin sedang memandang takjub pohon tinggi yng diberi hiasan bintang dipuncak pohon tersebut.

"Hans, pohonnya cantik." Lova memandang takjub pohon yang berhiaskan lampu hias berwarna-warni, gantungan berbentuk bulat dengan berbagai warna, gantungan berbentuk sinter klas dan hiasan yang dililitkan dipohon tersebut.

"Iya, Mas Hans. Pohonnya besar sekali." Yasmin ikut terpesona dengan pohon natal tersebut. Sedangkan yang diajak berbicara hanya diam tanpa menyahuti ucapan kedua gadis kecil tersebut.

"Baiklah, anak-anak. Saatnya kita membuka kado." Yasmin dan Lova berteriak girang, Rianti mendekati pohon natal dan mengambil 3 buah kado berukuran besar.

"Ini untukmu, Yasmin." Rianti memberikan kado bersampul warna merah muda pada Yasmin. Yasmin menerima kado tersebut dengan dengan senyum lebarnya.

"Terima kasih, Nenek." Rianti tersenyum dan mengusap kepala Yasmin. Lalu Rianti berlaih pada Lova dan memberikan kado bersampul warna biru.

"Terima kasih, Nyonya. Semoga Tuhan selalu memberkati, Nyonya." Lova tersenyum manis pada Rianti. Rianti membalas dengan tersenyum kecil pada Lova.

"Terima kasih, gadis kecil." Lova mengangguk. Perhatian Lova tertuju pada kado yang ada ditangannya. Ia mengguncaang-guncang kado tersebut.

"Dan ini untuk cucu kesayangan Nenek." Rianti memberikan kado bersampul warna hijau pada Hans. Rianti memeluk cucu lelakinya tersebut.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang