Versi Baru Mahar Terindah: Tentang Lova (III)

9.8K 438 10
                                        

Typo? Sorry..

Happy reading, enjoy my story....

don't be silent reader, please....

========================================================================

***

Oktober 2010

Christian dan Hans turun dari lantai 2 setelah mendengar keributan dilantai bawah.. Christian diikuti Hans mendatangi suara yang berasal dari pintu masuk. Disana, tampak Felix, Maisya dan Lova yang sedang memeluk erat Maisya. Adapula sepasang lelaki dan perempuan yang memasang wajah penuh amarah.

"Kembalikan anak saya. Anak itu anak kami!" ucap sang wanita. Felix menatap datar wanita yang mengaku sebagai orang tua Lova tersebut. Melihat betapa mengenaskannya Lova saat pertama kali Felix menemukannya membuat Felix ragu untuk menyerahkan Lova kepada orang yang mengaku sebagai orang tua Lova.

"Apa bukti kalau Anda adalah orang tua Lova?" felix mengeluarkan aura yang sama ketika ia menghadapi musuh dalam pekerjaannya. Felix sudah terlanjur menyayangi Lova, ia tidak mau melepaskan Lova apalagi melihat Lova yang sangat ketakutan melihat kedua orang tersebut.

"Kembalikan anakku. Aku tidak perlu memberikanmu bukti. Kau bukan siapa-siapa." Kini giliran sang lelaki yang berbicara dengan berteriak. Sementara Maisya terus menenangkan Lova yang ketakutan setengah mati sambil bergumam kata takut.

"Kenapa Anda baru mencarinya sekarang? Dan orang tua mana yang meninggalkan anaknya dipinggir jalan dengan penuh luka dan mengenaskan?" Maisya terkesiap mendenger ucapan Felix. Orang yang mengaku sebagai orang tua Lova pun kaget. Sedikit rasa takut terbersit diwajah mereka.

Christian dan Hans yang berada dibelakang mereka juga terkejut. Tidak menyangka kalau gadis kecil tersebut bernasib tidak baik sebelum bertemu dengan Felix.

"Anak itu melarikan diri dari rumah setelah mencuri. Kami tidak tahu kemana dia pergi hingga akhirnya ada yang mengatakan kalau dia ada disini. Tuan, anak ini bukan anak yang baik. Dia pernah mencuri. Mungkin saat Anda menemukannya, ia baru saja ketahuan mencuri. Dan luka tersebut akibat ia dipukuli oleh orang yang menangkapnya." Lova berteriak histeris menyangkal ucapan sang wanita. Ia meraung agar Felix tidak mempercayainya.

"Bibi percaya padamu, sayang. Kamu tidak perlu menangis." Maisya mengelus punggung Lova yang ada dalam gendongannya. Maisya dapat merasakan tubuh Lova yang bergetar akibat tangisan dan ketakutannya.

"Lova tidak mau bersama mereka, Bi. Mereka jahat." Bisik Lova dengan pelan diiringi isak tangisnya.

"Nggak, sayang. Kamu akan tetap sama Paman Felix dan Bibi." Maisya memeluk tubuh kecil Lova. Sama seperti Felix, Maisya pun sudah sangat menyayangi Lova. Apalagi Lova adalah anak yang baik dan penurut. Ia benar-benar tidak percaya kalau Lova pernah mencuri.

"Saya tetap tidak percaya kalau Anda tidak membawa bukti kalau Lova adalah anak Anda. Jika Anda bisa membawa bukti tersebut, saya akan menyerahkan Lova pada Anda." Sepasang lelaki dan perempuan tersebut menggeram kesal, sang lelaki sudah tidak bisa menahan lagi emosinya. Namun, sang wanita mencoba menenangkannya dan membisikkan sesuatu ditelinga lelaki tersebut.

"Baiklah. Kami akan membawakan buktinya." Wanita tersebut menyanggupi pemintaan Felix. Wanita itu pamit undur diri bersama lelaki yang terlihat masih diliputi amarah tersebut. Mereka keluar dari rumah keluarga Routh diikuti penjaga yang membawa mereka masuk. Setelah pasangan tersebut pergi, barulah Felix menghembuskan nafas lega. Ia menatap Lova yang ada pada gendongan Maisya. Ia menatap iba pada Lova yang masih menangis dan gemetaran.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang