Versi Baru Mahar Terindah: Dia?

9.5K 526 28
                                        

Typo? Sorry

Happy reading, enjoy my story....

Don't be silent reader, please.....

====================================================================

"Apa yang sedang Anda lakukan disini?"

Hans masih tidak bisa bicara bahkan sampai detik selanjutnya. Ia hanya mampu mengerjapkan matanya berkali-kali. Tubuhnya pun tidak bergerak sedikitpun. Baru kali ini tubuh Hans seolah membeku saat bertatapan dengan wanita.

"Ma'af, apa yang anda lakukan disini? Apa Anda juga ingin sholat?" wanita tersebut mengulang pertanyaannya. Wanita tersebut tersenyum lembut pada Hans yang membuat mata Hans kembali mengerjap dengan cepat akibat senyuman yang mempesona tersebut.

"Tidak, saya tidak sholat. Saya hanya melihat-lihat." Wanita tersebut mengangguk dan kembali tersenyum pada Hans yang akhirnya membuat Hans ikut memberikan senyum tipisnya. Lama saling melempar senyum, tatapan mereka dihentikan oleh rasa kaget dari suara sahutan Makmum saat Imam mengucapkan kata Aamiin. Wanita tersebut menundukkan kepalanya yang membuat Hans menjadi bingung.

Hans melihat penampilan wanita tersebut yang menggunakan gamis berwarna biru muda dengan sulaman berbentuk bunga dibagian bawah dan kerudung berwarna senada dengan gamis yang dipakai. Diam-diam, Hans memuji wanita tersebut yang terlihat cantik dengan pakaian sederhana tersebut. ia melihat wanita tersebut membawa benda yang tidak ia ketahui namanya.

"Apa Anda ingin sholat? Tetapi bukankah sholat sudah dimulai?" wanita tersebut mengangkat kepalanya dan matanya kembali bertatapan dengan mata coklat Hans.

"Saya memang mau sholat. Tidak ikut sholat berjama'ah memang membuat kita rugi, tetapi dalam beberapa keadaan, tidak masalah jika tidak ikut sholat berjama'ah." Hans menganggukkan kepalanya. Hans mengalihkan pandangannya pada jamaah yang sedang sholat didalam mesjid.

"Kalau begitu saya permisi dulu." Wanita itu kembali tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya pada Hans sebelum ia berjalan menuju tempat berwudhu. Mata Hans mengikuti wanita tersebut hingga hilang dibalik dinding pelindung.

Hans kembali mengerjapkan matanya namun dengan lebih pelan. Ia terus menatap kearah dinding yang melindungi matanya dari wanita tersebut. Perhatiannya teralihkan saat beberapa lelaki yang mulai keluar dari mesjid karena sholat telah selesai. Hans bergegas menjauh dari pelataran mesjid menuju mobil dan memperhatikan para jama'ah yang mulai keluar dari dalam mobil. Mata Hans tertuju pada wanita yang menyapanya tadi, wanita tersebut keluar dari tempat berwudhu dan masuk kedalam mesjid. Hans kembali tersenyum tipis saat melihat wanita tersebut. Hal yang tidak pernah ia lakukan pada wanita sebelumnya. Hans merasa ada yang berbeda saat ia melihat wanita tersebut. senyum tipis Hans terus terukir saat Hans membayangkan wajah cantik wanita tersebut yang terekam lewat mata coklatnya. Hans tidak menyadari Andi sudah masuk kedalam mobil dan mulai bersiap meninggalkan mesjid.

Andi mengernyitkan dahinya saat melihat Hans sedang mengumbar senyum kearah jendela. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat perilaku atasannya yang telah mengalami banyak perubahan tersebut. Andi menyadari ada perubahan yang terjadi pada Hans. Apalagi jika Hans mengajaknya berdiskusi tentang Islam. Andi berusaha untuk menjawab semua pertanyaan Hans walaupun ia sendiri merasa kesulitan. Andi sendiripun merasa senang jika memang hidayah telah emnyentuh hati atasannya tersebut. Sejak mengenal Islam, Andi melihat kemurungan dan kesedihan yang biasanya hinggap diwajah Hans berganti rasa takjub dan tertarik tentang Islam.

"Kita ke kantorkan, Pak?" tanya Andi yang mengagetkan Hans. Andi tidak tahu kalau Hans belum menyadari kehadirannya.

"Ya, kita kembali ke kantor." Andi mengangguk. Ia mengendarai mobil menuju kantor Kencana Routh.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang