Versi Baru Mahar Terindah: Hans dan Lova

9.6K 461 36
                                        

Bagian ini sudah kembali ke masa sekarang. Tetapi bagian italic yang diapit *** itu masih flasback.

Mulmed: Samsons - Hening (Menurut saya lagu ini sesuai dengan kondisinya Hans, jadi lagu ini saya masukkan di part ini)

Typo? Sorry....

Happy reading, enjoy my story...

Don't be silent reader, please....

========================================================================

Hans membuka matanya. Tidurnya tidak nyenyak akibat potongan masalalu yang seperti mimpi buruk baginya. Tangannya bergerak dan menyentuh lukisan-lukisannya tentang gadis masa kecilnya. Ia mengangkat lukisan-lukisan tersebut dan memeluknya dengan erat seperti ia memeluk gadis kecil yang entah dimana sekarang keberadaannya. Satu yang diyakini Hans, gadis kecilnya masih hidup walaupun orang-orang disekitarnya mengatakan bahwa mungkin saja gadis kecilnya itu telah pergi seperti Pricila, Ibunya.

Hans kembali memejamkan matanya sambil memeluk lukisannya, bibirnya mengguman menyebutkan nama gadis kecilnya. Kepalanya masih saja memutar hal yang sama setiap tahunnya menjelang ulang tahun gadis kecilnya. Ulang tahun gadis kecil yang sangat ia sayangi yang sebentar lagi akan datang.

"Mas Hans? Mas? Apa Mas baik-baik saja?!" teriakan dari luar kamar Hans membuat mata Hans terbuka. Ia menghela nafas. Hans enggan untuk menjawab panggilan Yasmin, namun ketukan dan teriakan dari Yasmin semakin mengeras.

"Ya, Yasmin. Aku baik-baik saja." Jawab Hans yang terdengar parau ditelinga Yasmin.

"Ayo sarapan, Mas. Ini sudah jam 07.00 pagi."

"Ya, kau sarapan saja dulu. Aku akan menyusul nanti."

"Baiklah. Aku menunggumu, Mas." Mendengar kata-kata Yasmin, Hans bangun tidurnya. Ia menghela nafas dan berjalan menuju lemari tempatnya menyimpan benda kenangannya bersama Lova. Setelah menyimpan lukisan tersebut ia berjalan menuju kamar mandi dan mulai mengguyur tubuhnya dengan air yang dingin dari shower.

                                                                                             ===ZZZ===

"Akhirnya, kukira Mas Hans nggak akan keluar." Ucap Yasmin saat melihat Hans keluar dari kamarnya dengan setelah kerjanya. Yasmin mengerutkan dahinya, namun saat Hans sudah duduk didepannya ia tersenyum pada kakak sepupunya tersebut.

"Mas mau ke kantor?"

"Ya." Jawab Hans dengan singkat. Yasmin terus menatap Hans yang mulai menyantap roti isi buatannya. Ia melihat mata Hans yang tampak memiliki lingkaran hitam tipis. Yasmin mengehela nafas, kemudian ia meminum susu dietnya.

"Mas Hans kurang tidur, ya?"

"Tidak."

"Lingkaran hitam pada mata Mas Hans nggak bisa bohong. Mas harus bisa jaga diri dan kesehatan, Mas. 3 bulan lagi aku dan Randi akan menikah. Aku nggak bisa lagi ngejagain Mas 24 jam. Jadi aku mohon sama Mas, tolong jangan terus-terusan menyiksa diri seperti ini." Mata Yasmin tampak berkaca-kaca mengucapkannya. Ia benar-benar merasa berat untuk meninggalkan Hans, karena inilah yang ditakutkan oleh Yasmin. Hans kembali terjebak dengan kenangannya bersama Lova.

"Aku tahu Mas Hans sangat menyayanginya, tapi Mas Hans juga harus menerima kenyataan, Mas. Harapan Lova masih ada sangat tipis, bahkan mungkin tidak ada." Yasmin menyeka air matanya.

"Aku tidak akan berhenti sampai aku menemukannya, Yasmin. Sekalipun yang kutemukan nanti hanya nisannya." Hans berdiri dan meninggalkan Yasmin. Ia lebih memilih pergi meninggalkan Yasmin daripada mendengar kata-kata yang selama ini ia hindari. Kata-kata yang menunjukkan bahwa gadis kecilnya tidak ada lagi didunia ini.

Mahar Terindah (Remake)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang