Sepanjang jalan rino dan aku tidak berbicara sepatah katapun. Aku sendiri bingung memulai pembicaraan dengan rino. Saat rino sudah di depan rumah aku sedikit terpana dengan penampilannya, rino menggunkan kaos olah raga dengan celana senada selutut juga menggunakan nike biru. Penampilannya cukup sporty, aku jadi bingung rino akan mengajakku kemana.
Sampai di tempat tujuan rino memarkirkan motornya, dan aku menyerahkan helm yang kugunakan kepada rino. Aku tidak tahu nama tempat ini tapi tempatnya cukup ramai, sepertinya banyak kegiatan biasa di lakukan di sini, dengan berlatar belakang pantai dan taman dengan rumput yang hijau, banyak kursi kursi yang di penuhi dengan keluarga, ada track jogging da juga banyak orang berlalu lalang dengan sepeda. Rino mengajakku duduk di salah satu kursi taman sambil meletakkan tas ransel kecil yang dibawanya.
"Kalau hari minggu di sini lebih rame nay. " Ujar rino sambil tetap memandang ke depan
"Oh ya, tempatnya memang bagus no, nama tempat ini apa no, jadi kalo kalo kalo ada yang nanya tentang tempat bagus di batam aku ga buta buta banget," tanyaku.
"Ocarina nay,"
Kulihat ada sepasang remaja melintas dengan sepeda tandem di depan kami.
"Mau cobain naik sepeda ga nay, disini nih ada tempat penyewaan sepeda sama sepatu roda kalau kamu mau coba."
"Kamu sering ke sini no," tanyaku
"Ga sering sih, beberapa kali aja kalau aku sedang jenuh dan lari pagi aja," jawabnya, karena kamu bilang kamu bosan aku kepikiran ajak kamu kesini aja, udara paginya bagus.
"Iya, kalau kamu mau lari, lari aja dulu, aku nungguin di sini, masih pegal juga habis ngebabu di rumah, kalo kamu selesai dan masih kuat kita ssepedaan, ujarku.
"Yaudah kamu tungguin di sini ya, aku keliling dulu.
"Rino melakukan pemanasan dengan merenggangkan otot otot badannya sebelum berlari, dan dari tadi aku perhatikan lumayan banyak mata yang memandang ke arah kami mungkin lebih memperhatikan rino. Emang sih si rino rino ini cakep dan sedikit atletis kulitnya juga putih, wajahnya sedikit oriental karena matanya yang sedikit kecil, hidungnya juga mancung dan wajahnya tanpa noda. ga salah kalau nina coba coba mengenal lebih jauh si rino ini.
Setelah dua kali melewatiku akhirnya rino duduk di sampingku, dengan keringat yang membasahi leher dan keningnya ia mengambil air mineral dari tasnya dan segera meneguknya. Melihat pemandangan ini rasanya lututku melemas seketika.
"Aku udah dua kali puteran nih jogging track , kamu malah duduk aja di sini nay, katanya bosan," tanya rino
"aku kan sedang menikmati matahari pagi no, jawabku gugup karena ketauan sedang memandanginya.
"Elah, bisaan aja kamu jawabnya, yaudah kamu tunggu sini ya, aku sewain sepedanya, mau yang sendiri sendiri atau yang tandem nay," tanya rino
"yang tandem kamu mau ga no, cape ga," tanya ku
"
Ga cape, yaudah tungguin ya ujar," rino sambil berlalu
Rino datang dengan membawa sepedanya, aku pun naik dan ikut mendayung, berkeliling tempat ini bersama rino, setelah capek berkeliling kami pun duduk di pinggir pantai, mumpung belum terlalu siang.
"No, dari tadi aku perhatiin kalau kita papasan sama cewek cewek, pasti pada senyum senyum lho ke kamu," ujarku.
"Masa sih nay, aku ga begitu merhatiin," jawabnya.
"Elahh, kok gitu sih no, ga peka kamu ya."
"Soalnya aku ga perhatiin nay, ada orang lain yang sedang aku pikirin," jawab rino
"Oh, kamu lagi banyak pikiran juga no, ceritalah ke aku, siapa tau aku ada solusi buat kamu."
"Ntar deh kalau udah pas waktunya aku cerita, jawab rino sambil menerawang memperhatian pantai di depan kami
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
ChickLitPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
