Seminggu tidak terasa sudah aku berada di bogor, aku dan ara menghabiskan waktu bersama untuk sekedar jalan, dan mencari tempat tempat makan yang enak, terkadang di antar supir atau naik angkutan umum, komunikasi ku dan danny sedikit renggang karena kami hanya bertukar kabar lewat pesan, aku sering mengakhiri sambungannya kalau tiba tiba kak ara atau tante datang atau memanggilku. Besok aku dan kak ara akan pulang, supir akan mengantar kami ke bandara. Nanti malam om arief juga mengajak kami makan diluar. Bersama sodara tante mira yang om bilang akan diperkenalkan pada kami.
Pukul 7 kami sudah sampai di salah satu restoran sunda, kami segera masuk, tante mira memesan banyak makanan untuk kami, sebelum pesanan kami datang, tante mira mengajak beberapa orang untuk bergabung bersama kami, seorang wanita yang terlihat tua, dan sepasang laki laki dan wanita yang sepertinya suami istri, juga seorang anak laki laki.
Naya, ara perkenalkan ini saudara tante , namanya tante maya, ini anak dan menantunya, sedangkan ini cucu tanteaya, ucapnya
Aku dan ara pun mencium pumngung tangan tante maya dan berkenalan dengan anak dan menantunya.
Cantik cantik keponakanmu rief, salah satu pasti cocok dengan anakku ujar tante maya
Pesanan kami datang, dan kami pun mulai makan, tante maya sering bergantian menanyai tentang kegiatan aku dan ara.
Tante maya ini mencari jodoh untuk anaknya lho nay, ra, ucap tantr mira, siapa tau di antara kalian ada yang berjodoh dengan anaknya, iya kan may, ucap tante mira sambil tersenyum kepada kami
Aku dan ara pun hanya saling berpandangan,
Iya ara, anakku yang paling tua revano namanya sedang memcari jodoh, dia sudah dilangkahi adiknya ini, di umurnya yang sudah lebih dari cukup berumah tangga dia menyeragkan padaku untuk memilih calonnya, aku minta tolong pada om mu, dan dia menyuruhku melihat kalian, siapa tau ada yang pas, kenapa harus jauh jauhkan, ucapnya panjang lebar. Tapi anakku hari ini tidak bisa pulang, sibuk katanya, ucapn tante may lagi
Vano itu high quality lho ra, nay. Dia bekerja di perusahaan oil n gas di australia sambil peneruskan pendidikannya.
Vino tunjukkan foto kakakmu, ucap tante may pada anak lelakinya
Istri vino pun menyerahkan posel dengN gambar seorang lelaki yang terlihat dewasa kepada kami, aku hanya diam, begitupun ara.
Sudah lihatkan, orangnya ganteng koq, dia juga mapan, usianya tahun ini 35 tahun. Nanti kalau dia pulang aku akan menunjukkan foto kalian padanya, ayo kita berfoto ujar tante maya sambil menyuruh pelayang mengambil foto kami bersama.
Sesampainya di rumah kak ara hanya diam tidak mengucapkan apapun, padahal sedari tadi tante mira terus membicarakan tentang vano vano itu, tante mira bilang sepertinya tante maya suka pada kak ara begitu juga anaknya, karena tante maya sudah mengirimkan foto kami tadi kepada anaknya.
Setelah sarapan aku dan kak ara pun bersiap memasukkan barang kami ke mobil untuk berangkat ke jakarta, takut macet dijalan. Nanti kami akan singgah membeli oleh oleg lebih dulu. Aku dan kak ara berpamitan, tante mira minta kak ara mempertimbangkan perjodohan semalam. Om arief juga sangat mengharapkan perjodohan ini karena om mau sebelum ia meninggal, ia sudah menyerahkan kami pada lelaki yang tepat, umur tidak ada yang tau ujar om arief sebelum kami berangkat.
Akupun berpisah dengan kak ara saat memasuki ruang tunggu karena kami berada di gate berbeda, sebelum berpisah kak ara memintaku tidak mengirimkan uang bulanan lagi kepada tante mira, mengingat apa yang di katakan om arief tadi, kak ara bilang jika nanti om arief tidak ada lagi, kami hanya bisa mengandalkan diri kami sendiri kak ara memintaku lebih bijak mengatur keuanganku, aku hanya berpikir bagaimana bisa aku lakukan sementara selama ini tante miralah yang memintany langsung padaku.
Saat menunggu di bandara aku menghubungi danny, aku ingin meminta maaf karena mengacuhkannya selama aku pergi, semoga danny tidak marah, sudah tiga kali aku mencoba menghubunginya tetap tidak di jawab. Aku harus segera masuk ke pesawat aku akan mencobanya lagi saat sudah sampai, akupu mengiriinya pesan kalau aku akan masuk ke pesawat.
Aku pulang ke rumah menggunakan taksi, rumah dalam keadaan gelap, mungkin rena dan nina belum pulang ke rumah, aku masuk ke kamar mendapati barang barang anggi sudah tidak ada lagi, apa anggi membawanya, atau anggi memutuskan pindah, kenapa tidak ada yang memgabariku.
Aku merapikan sebagian barangku dan mandi untuk membersihkan badanku, aku keluar dari kamar sambil meletakkan beberapa asinan dan macam macam camilan yang ku beli di jalan, kulihat nina sedang duduk di depan tivi.
Nina, kapan pulang, tanyaku
baru aja pulang, gue kira siapa yang pulang tiba tiba rumah terang, gue keinget lo , ujarnya sambil tersenyum
Maafin gue ya nay, gue bukan sahabat yang baik , gue ga nanya sama lo, tapi udah nuduh lo yang macam macam, padahal selama ini gue tau banget gimana lo orangnya , ujar nina sambil merangkulku
Udahlah nin, aku gapapa ucapku, ohya koq barang barang anggi ga ada lagi di kamarku, pada kemana tanyaku
Minggu lalu setelah lo pergi anggi datang untuk ambil semua barangnya, katanya dia mau pindah, aku sama rena juga setuju anggi pindah, sejak awal tu anak memang gak jelas ucap nina
Entah kenapa gue percaya aja omongan anggi waktu itu, padahal gue tau itu gak mungkin, lo bukan orang mengumbar umbar kehidupan lo, apalagi sama anggi, anggi aja yang,, entahlah .. tambah naya
Jadi anggi pindah kemana tanyaku.
Dari yang kudengar di kantor dia selama ini udah jadi simpanan bule, gue lupa namanya ucap nina
Lo jam berapa nyampe nay,naik apa, tanya nina
Jam 6 tadi naik taksi, jawabku
Koq danny gak jemput lo, tanya nya
Ya ampun aku lupa aktifin hpku nin ,ucapku sambil berlari ke kamar mengambil hp.
Aku keluar kamar sambil membawa hp, aku menyerahkan beberapa makanan ke nina,
Bawa apa aja lo nay, banyak banget, ucap nina
Saat aku mengaktifkan hpku ada 5 pesan masuj yanh semuanya dari danny, dan tertera danny memnghubungiku belasan kali. Aku memcoba menghubungimya tapi tidakndi jawab.
Tak lama terdengan suara mobil didepan rumah, akupun keluar untuk meilhat.
Kemana saja naya, aku menunggumu dari tadi di bandara ucapnya, kukira pesawatmu delay,
Maafkan aku dan, aku kira kau sedang sibuk jadi aku langsung pulang dengan taxi. Ucapku
Sudahlah, yang penting kau sudah kembali ucapnya, kami berdua duduk di teras.
Tunggu sebentat ucapku,
Mau kemana lagi sayang , duduklah di sini masih merimdukau, ucap danny
Aku hanya akan mengbilkanmu minum dan, apa kau sudah makan ? Aku berlalu sambil masuk ke dalam rumah,kembali membawa minuman dingin dan ban beberapa makanan, nina ikut keluar.
Oh hai dan, ucap nina, aku tidak tau kau datang, apa aku mengganngu acara kalian melepas kangen ,tambah nina sambil terkekeh
Sebenarnya iya nina, ucap danny sambil terkekeh.
Tidak nin, danny hanya bercanda ucapku, iya kan dan, tanyaku
Iya, apapun maumu sayang, ucap danny mebuatku tersipu
Ahh, naya, ternyata kalian berdua cukup manis ucap nina sambil duduk.
Nina sibuk bertanya pada danny tentang kejadian di kafe minggu lalu, anggi sekarang tinggal bersama sam, anggi beselingkuh dari sam karena sam suka berlaku kasar padanya, aji yang memang sedah sejak lama menyukai anggi mengambil kesempatan itu. Tapi anggi minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi dan sam juga berjanji akan berubah. Danny juga marah pada aji. Aji berencana resign dari kantor karena kejadian itu. Pasangan yang aneh, ungkap nina, akupun merasa begitu. Tapi danny bilang jika sam sangat mencintai anggi, hingga mau memaafkan kesalahan anggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
ChickLitPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
