Sore harinya nina segera menyuruhku bersiap karena acaramya di mulai pukul 7 dan jarak dari rumah ke lokasi kurang lebih 1 jam, nanti mba nindy yang akan menjemput kami. Rena masih asik tiduran di kamar karena baru malam akan keluar, sedangkan anggi sudah 1 jam yang lalu pergi. Selesai mandi akupun mengetuk kamar nina, dan langsung masuk. Kulihat nina mengeringkan rambut kemudian memoles hanbody pada tangan dan kakinya.
"Nin aku ga usah ikut aja apa ya, bingung ga pernah ikutan acara beginian," tanyaku.
"Gapapa sih nay, karena ga pernah makanya ikutan, lagian cuma makan malam gitu palingan terus ngobrol ngobrol, selesai deh, jam 9 udah pada bubar biasanya, lagian ni kan malam minggu pasti pada udah punya acara sendiri," ujar nina. Kamu pilih lah itu baju yang digantung, yang mana yang kamu suka pake aja." Tambah nina.
"Ga boleh pAke jeans sama kemeja formal aja ya nin, tanyaku
"Boleh aja sih nay, tapi masa iya kamu mau pake jeans, ga matching lah sama acaranya, lagian ntar banyak cowok cowok lho nay, sapa tau ada yang cocok," ucap nina.
Aku memutuskan menggunakan dress selutut berwarna peach, dan sedikit menggunakan lipstik, padahal sebelumnya aku jarang sekali menggunakannya, rambutku juga hanya aku ikat biasa, sebenarnya nina menawarkan memoles wajahku, tapi aku tolak, malah jadi ga nyaman nanti disana alasanku. Nina menggunakan mini dress berwarna hitam yamg kelihatan pas sekali untuknya yang berkulit putih.
Pukul 5.45 mba nindy sudah sampai di rumah, mampir sebentar untuk menyapa rena dan sedikit mengobrol kemudian kami ikut masuk ke mobilnya yang ternyata bersama pacarnya. Pacar mba nindy pria keturunan india tapi gak yang hitam bener gitu, sedikit gelap memang, dan terlihat dewasa. Di perjalanan kami hanya melakukan obrolan obrolan ringan seputar kantor dan kadang pacar mba nina yang sedikit ikut mengobrol. Sesampainya di hotel suasana masih senggang karena acara memang baru di mulai pukul 7, kami beranjak menuju ballroom tempat diadakan acara, mba nindy sepertinya masih sibuk dengan beberapa susunan kursi bersama nina, dan aku hanya duduk di salah satu kursi sambil browsing dengan hpku.
Saat tidak sengaja melihat update stat pada bbmku kulihat anggi mengganti dp bbmnya dengan cowo yang pernah kami temui di mall beberapa waktu lalu, dengan pose memegang lengannya dan kelihatannya sedang berada di dalam mobil. karena di jok belakang anggi terlihat ada orang lain.Uh anggi buat ngiri aja, mana anggi kelihatan cantik dengan make up minimalis, dan mereka sama sama tersenyum lebar.
Tepat pukul 7 ballroom sudah mulai ramai, aku tidak melihat nina dan nindy, sedari tadi aku belum beranjak dari tempat dudukku, saat pandanganku tertuju pada pintu masuk kulihat anggi bersama beberapa pria asing, anggi melihat ke arahku dan menuju ke kursiku.
"Dateng juga kamu nay, bareng siapa? Nina ya. Tanya anggi
Belum aku jawab, si anggi udah tau aja, aku cuma senyum sopan ke anggi dan danny. Anggi dan danny pun memutuskan duduk di mejaku, sementara temannya yang lain entah kemana, Tak lama nina dan mba nindy ikut bergabung, nina terlihat antusias ikut mengobrol dengan anggi dan danny, selain kami ada beberapa staf kantor yang ikut duduk di sini kira kita 1 meja ada 7 orang, mba nindy pun bertukar obrolan dengan yang lain terkadang sesekali aku ikut mengobrol, dan curi curi padang ke arah danny yang ada di depanku, ya ampun dia senyum ke aku, apa ketauan ya kalau dari tadi aku mandangin dia, duh malu banget. Tak lama terdengar suara di panggung depan dan beberapa orang sudah bergantian untuk bicara di depan, aku sendiri tidak begitu mendengarkan karena sedang menormalkan detak jantungku yang tidak terkendali sedari tadi. Ya tuhan mudah mudahan aku tidak sakit jantung setelah ini, atau hanya aku yang kegeeran, tiap aku melihat ke arah danny dia juga melihat ke arahku, aku ga sanggup ya tuhan, dia ganteng banget. Akhirnya penderitaanku pun berakhir aku melihat danny berjalan ke arah pintu.
"Nay, kenapa lo ,melamun mulu gue perhatiin dari tadi," tanya nina.
"Gapapa nin,bingun mau ngomong apa juga, dari tadi juga ngobrol koq bareng mba nindy jawabku,
"Gila ya nin si danny itu cakep bener, ternyata orangnya ramah juga, dia bisa bahasa juga lho, udah lama ternyata dia tinggal di sini, informasi nina
"Iya nin, ga tau deh aku mau komentar apa, ngeliatnya aja udah speechles , jawabku
"Yaudah yuk kita ambil makan, anggi sama mba nindy udah duluan tuh," ucap nina sambil mengamit lenganku.
Buffet makanan terletak di luar ruangan, bermacam makanan dan minuman tersedia, suasana pun sudah ramai karena kebanyakan kaaryaean yang datang membawa patner atau keluarganya, yang telah lebih dahulu di daftarkan sebelumnya, nah ternyata si anggi minta ikut sama danny karena sebenarnya anggi ga termasuk dapan ac terlebih ara ini. Aku dan nina menikmati buah dahulu sebelum makan besar, biar porsinya ga malu maluin.
Dari jauh kulihat anggi dan danny juga bersama teman tan danny yang lain yang juga pria asing asik mengobrol sambil memegang minuman. Kadang rasanya pengen juga sehari aja tukar kehidupan dengan anggi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
Chick-LitPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
