Hubunganku ke daniel menjadi lebih dekat dari sebelumnya, aku lebih terbuka, berani menceritakan kehidupanku sebelum datang ke batam dan tentang keluargaku. Danny tidak masalah dengan itu semua, danny bilang dia menyukai perubahanku, danny sering kali memberikanku kejutan ,sering
datang menjemputku untuk berangkat ke kantor bersama tanpa memberitauku, kadang dia datang dengan bunga, beberapa coklat, maupun hadiah hadiah lainnya, danny sangat manis menurut mba sarah dan nina. Belakangan aku juga tidak menolak jika danny mengajaku berkumpul bersama teman temannya, meskipun aku tau disana aku akan bertemu anggi.
- - -
Saat menunggu danny menjemputku di lobby kantor hp ku berbunyi kulihat penelfonnya Om arief,
"Assalamualaikum om", sapaku
"Walaikumsalam nay, kamu sedang sibuk, om.ingin memberitahukanmu sesuatu,, begini,, ah sebaiknya tantemu saja yang bicara." ucap om arief lagi
"Halo naya, ini tante, kamu ingatkan tante maya yang makan malem bareng kita sebelum kamu pulang." Ucap tante mira, kenapa perasaanku jadi gak karuan begini, seharusnya aku tidak menerima telfon ini tadi.
Kulihat danny berjalan menuju ke arahku.
"Maaf tante, naya lagi jalan pulang kantor ini, kalau naya sampe rumah nanti naya hubungi tante ya," ucapku langsung
"Oh yaudah nay, jangan lupa langsung hubungi tante ya," ucap tante mira, aku segera memutuskan sambungan telfon.
"Telfon dari siapa nay," tanya danny.
'Oh itu, tanteku dan,menanyakan kabarku?"
"Aku minta maaf nay, ada sedikit pekerjaanku yang harus kuselesaikan malam ini," ucap danny ragu.
"Yaudah gapapa dan, aku naik angkutan aja, kenapa gak telfon aja, jauh jauh jalan kesini," ucapku.
"Tapi jam segini bus udah berangkat semua nay, kamu mau nunggu aku sebentar gak, paling lama 1 jam." Ucapnya.
"Aku nunggu dimana, kantor udah sepi gini," tanyaku lagi.
" di ruanganku aja nay,masih rame, kan ada shift malam, ucap danny, yaudah yuk biar pulangnya ga kemaleman, ucap danny sambil menggandeng tanganku
Jantungku berdebar tak beraturan, sepanjang jalan menuju ruangan danny, karyawan lain menggodaku dan danny, danny hanya senyum tak menanggapi, sedangkan aku tak tau lagi sudah seperti apa wajahku, aku sangat malu.
"Kamu duduk disini ya," danny menyruruhku duduk di depan meja kerjanya, sementara ia sibuk membuka lembar kerja nya, dan menandatanganinya, saat sedang serius danny terlihat lebih tampan, entah kebaikan apa yang pernah kulakukan hingga ia bisa begitu menyukaiku, ia selalu besikap manis padaku, setiap kali bersama nya aku merasa nyaman meskipun awalnya aku tidak mencintainya, tapi sekarang sehari saja ia tidak menelfonku atau mengunjungiku rasanya ada yang kurang.
"Kenapa memandangiKu terus, apa aku terlihat keren," ucapnya.
Issh danny, akupun mencubit lengannya, ia malah memegang tanganku,
"kamu sengajakan tadi jemput aku supaya aku mau menemanimu bekerja, padahal kan kamu bisa telfonn atau sms," tanyaku
"Iya, kok kamu tau, kamu sekarang paling ngertiin aku nay," ucapnya.
" paling bisa kamu sekarang ya," ucapku tersipu
"Kalau gitu bantuin aku ya, aku udah tanda tangan kamu yang buat tanggal sama stampnya," ucapnya sambil menyerahkan document yang selasai di tandatanganinya
"Memanfaatkan tenaga yang ada y dan" , ucapku sambil tetap mengerjakan apa yang di tugaskan danny
Pukul 8 lewat pekerjaannya pun selesai kami berjalan menuju mobil, sebelum pulang danny mengajakku makan di tempat makan pertama kali kami jalan berdua. Kemudian danny mengantarku pulang. Saat akan turun dari mobil danny memagang tanganku.
" Terimakasih ya nay," ucapnya
"Cuma kerjaan gitu aja, jangan bilang makasih, bilang kalau kamu makin sayang sama aku," ucapku sambil terkekeh. Entah keberanian dari mana aku bisa mengucapkan kata kata itu tepat di depan danny, biasa aku hanya berani lewat pesan atau di telfon
" Aku jadi makin sayang deh sama kamu, makin cinta aku nay," ucap danny
Danny mendekatkan wajahnya padaku, jantungku berdebar sangat kencang, aku ingin segera keluar dari mobil tapi badanku terasa kaku, hingga aku merasakan sesuatu yang hangat menempel di bibirku, terasa lembut, aku hanya bisa menutuo mataku, aku tidak sanggup menatap danny, danny melumat bibirku. Hingga tanpa sadar aku menggenggam erat tangannya.
"Buka matamu nay," ucapnya
"Tidak dan, aku malu," ujarku.
Kudengan suara danny terbahak, aku membuka mataku melihatnya tertawa sambil mengusap air matanya, aku mencubit lengannya keras.
" Aku bahagia nay, aku bahagia bisa mengenalmu, menhabiskan waktu denganmu. Terimakasih naya," ucap danny
"Terima kasih kau mencintaiku dan, aku juga," ucapku sambil keluar dari mobil danny menurunkan kaca mobilnya
"Kamu juga apa nay," ucapnya
"Udah cepetan pulang dan besok kan kamu kerja" teriakku sambil masuk ke rumah.
Aku masuk ke rumah dengan perasaan bahagia, aku tidak dapat menghapus senyum dari wajahku. Mungkin ini yang dinamakan cinta, i love you danniel harryson .lirihku
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
Chick-LitPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
