Aku sendiri masih belum yakin dengan apa yang dikatakan anggi malam itu, aku masih butuh kepastian dari danny sendiri, tapi aku masih kepikiran kalau si danny beneran ungkapin perasaannya terus aku mau gimana. Membalasnya atau menolaknya. Kalau iya dia beneran suka sama aku apa aku juga beneran suka sama dia, atau hanya sekedar kagum akan ketampanannya, apa iya aku berani jalan gandengan sama dia kemana mana secara fisik kita berdua udah kaya bos sama pembantunya, nah kalau di tolak ntar aku bakalan nyesel ga ya, ga pengen coba jadian sama pria asing, ga pengen coba jalani kehidupan dengan pasangan alias pacaran, walaupun kedepannya kita ga tau gimana. Tapi kok ya pikiran aku ngelantur kemana mana gini ya, kata kata anggi emang udah meracuni otakku sehingga aku suka menghayal si danny beneran suka sama aku.
Setelah kembali masuk kerja aku tidak pernah melihat danny di kantor, kalo kata mba sarah si danny ini lagi mudik istilah kerennya. Dan beberapa kali danny mengirimiku foro dirinya entah berada di mana melalui email kantor, salah satu tempat yang aku tau hanya marina bay sands singapura, itu juga karena aku pernah liat foto om arief dengan latar belakang yang sama, tapi ga juga sih aku juga sering liat di beberapa situs liburan singapura.
Beberapa kali aku juga suka mencari tau tentang kedekatan nina dengan rino, karena sejauh ini nina masih suka jalan dengan pacarnya, dari cerita nina mereka hanya teman biasa seperti ku dan rino dulu, karena setelah malam itu rino tidak menunjukkan kalau dia sedang melakukan pendekatan ke nina. Entahlah apa yang ada di pikiran para lelaki, kenapa sikap mereka seperti angin, tidak tau kemana arah pastinya, sering berlalu pada ruang yang kosong, dan segera berlalu ketika ada tempat baru untuk singgah, tapi masih menyisakan udara di tempat yang de lewatinya.
Saat aku sedang browsing beberapa situs pencarian tiket online, mba sarah datang dengan membawa beberapa katong kertas.
"Nih nay, titipan dari danny," ujar mba sarah sambil senyum senyum
"Apaan nih mb, tanyaku, koq mba bisa ketemu bukannya mba habis makan siang sama suami, tanyaku, terus koq si danny ga kabarin kalau udah balik, ucapku kelepasan.
"Cie, cie yang sekarang suka kabar kabarin, tanya" mba sarah cekikikan,
"Ga usah malu gitu kali nay, wajar kali, kalo cewek cowok saling suka," tambah mba sarah
"Ih mba , apaan sih, mana mungkin lah kalo si danny, suka sama aku yang begini ini," tanyaku meyakinkan.
"Yang begini gimana nay, kamu itu manis kali, cantik dengan kesederhanaan kamu, lagian semua juga udah tau kalo danny naksir kamu. Danny tu orangnya cuek banget, nah pas ke kamu care banget gt, apa namanya kalo gak suka," jelas sarah
"Buka dong nay, dia kasih apa, pengen tau aku," ucap sarah.
Akupun membukanya, ada beberapa coklat impor dan beberapa miniatur. Kantong satunya berisi jaket perempuan berwarna maroon, tidak terlalu tebal seperti jaket fashion ,yang kurasa harganya tidak murah, karena aku tau merk seperti ini sering ada di lemari anggi.
"Ya ampun, baik banget si danny ke kamu nay, fix nih dia suka ke kamu, sampe ngasih ngasih barang gituan." Ujar mba sarah.
Aku hanya mengangguk tanpa suara, masih tidak percaya kalau ini beneran dari danny, mba sarah membuyarkan lamunanku.
"Udah gih, telfon si danny , bilang apa kek, jadi dia tau kalau aku langsung kasih ke kamu," ucap mba sarah
"Tapi dia lagi sibuk ga mba, udah lewat jam istirahan nih," aku ga enak, ucapku, padahal aslinya aku bingung banget kalau harus hubungi dia duluan selama inikan kan dia yang selalu ngasih aku kabar atau telfon duluan.
"Gak lah, orang tadi aku dari sana dia ada di ruangannya," info mba sarah.
Aku pun mendial nomor danny, dam di angkat saat sambungan ke dua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
Literatura KobiecaPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
