Sabtu pagi aku melakukan rutinitas biasaku, setelah selesai akupumembereskan barang yang akan ku bawa, akupun memgeluarkan koperku, kulihat rena keluar kamar dengan setelan kerja.
Lembur hari ini ren , tanyaku
Iya, lho mau kemana nay, tanya rena
Akukan pernah cerita, aku mau pulang ke jakarta ren, jelasku
Oh iya, lupa aku, hari ini berangkatnya, jam berapa, ada yang anter ga, tanya rena
Jam 11 ren, nanti danny yang antat, ucapku
Sorry ya gak bisa antar nay, ucap rena
Gapapa nay, lagian dekat ini ke bandara, tambahku.
Maafin sikap aku dan nina selama ini ke kamu ya nay, kamu ga salah, ucap rena ,apa salahnya berbagi kebahagiaan dengan teman, mungkin kamu lupa saat itu, ucap rena lagi. Aku dan nina terlalu... ah sudahlah, ucap rena
Kamu ngomong apa ren, tanyaku, aku gak ngerti, cerita apa, berbagi apa.
Waktu lo pertama kali dia antar danny pulang, kamu kan cerita ke anggi dikamar, gimana prosesnya, apa yang danny bilang, dan hal remeh lainnya, padahalkan kamu tau perasaan dia ke danny nay , ucap rena.
Kan bisa ke aku atau nina juga kali nay, jangan anggi, kasihan anggi, ucap rena lagi
Kenapa kalian gak tanya dulu ke aku ren, kalau kamu dan nina mengamggap aku seperti itu tidak apa, ucapku. Bagaimana bisa anggi bilang begitu.
Kenapa lo ga cerita aja nay, apan yamg buat anggi nangis semaleman kalau bukan itu padahal sorenya dia baik baik aja. Lo selama ini tertutup banget ke kita nay, padahal kita udah tinggal bareng hmpir setahun, lo kaya ga anggap kita oramg terdekat lo. tiap kita ajak keluar sering nolak, ham sejak.lo jadian lo asik asik aja tu keluar bareng danny itu.Ucap rena lagi
aku Memang ga anggap kalian orang terdekatku, karena aku selalu sendiri, tidak ada yang menganggap ku ada, aku kan hanya pelengkap pertemanan kalian yang selalu siap kalau dibutuhkan.
Ga gitu juga nay, lo yang selalu nolak , lo yang menjaga jarak ke.kita, ucap rena, gue selalu anggap lo teman baik gue, tapi kadang gue bingung dengan sikap lo.
Aku juga mau sering keluar bareng kamu atau nina, hang out ke kafe, belanja ini itu. Tapi aku ga bisa ren, ucapku, tapi terima kasih kamu udah anggap aku temAn baik kamu, aku malah udah anggap kamu kaya keluarga ucapku.
Rena memelukku, sambil mengucapkan maaf,
Kalau memang lo anggap kita keluarga, lo harus terbuka sama gue dan nina, ucap rena.
Tak lama terdengar suara klakson mobil di depan.
Fajar udah jemput,gue berangkat dulu ya nay, pulang lo baru kita cerita banyak, salam buat keluarga lo, tambah rena sambil berlari keluar.
Danny datang tepat pukul 9.30, aku mengeluarkan koperku dan danmy membantu memasukkannya ke mobil, akupun mengetuk kamar nina untuk berpamitan, tapi tidak ada suara, aku akan mengirim pesan nanti pikirku.
Tidak ada yang terlupa nay, tanya danny, tiket, tanda pengenal ,
Udah semua dan, yuk berangkat ucapku, kuperhatikan danny masih menggunakan kaos nya semalam, terlihat sangat kacau.
Kamu habis darimana dan, sudah makan? Tanyaku, tau jangan jangan kamu baru bangun dan langsung kesini tanyaku.
Apa terlihat sekali,tanya danny aku dan mick tadi malam ke apartment sam, aji memintaku mwngecek keadaan anggi bersama sam, karena semalam anggi minta aji mengantarkannya pada sam, tapi sam tidak ada dirumah, dia malah mabuk mabukan di diskotik, kami pun menemaninya takut terjadi apa apa, dia tidak mau pulang. Tambah danny
Bagaimana keadaa anggi, tanyaku
Aku bertemu dengannya saat mengantar sam, semuanya kacau, anggi ingin kembali pada sam, ucap danny lagi. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita itu,
Seharusnya kamu tidak usah mengantarku dan, aku bisa naik taksi, ucapku
Kenapa bicara begitu sayang, akukan sudah janji, lagipula aku tidak akan bertemu denganmu seminggu kedepan, aku ingin melihau lebih lama, ucap danny
Aku sendiri masih bingung dengan penjelasan danny tentang anggi, danny bilang nanti akan bercerita padaku saat aku pulang, aku minta danny hanya mendrop out ku, aku menyuruhnya segera pulang dan istirahat, aku malah takut kalau danny mengendari mobil dalam keadaan lelah. Saat akan turun dari mobil danny mencegahku, ia mendekatkan wajahnya, aku sangat gugup, aku belum siap, danny ingin mencium bibirku tapi aku segera menurunkan wajahku hingga danny mencium keningku, dan dia tersenyum. Sambil segera keluar untuk menurunkan koperku.
Aku pergi dulu ya, terima kasih ucapku
Jangan selalu berterima kasih padaku nay, cukup katakan kau akanerindukanku selama kau disana, ucap nya sambil membil memegang tanganku.
ya sudah, aku harus segar masuk, segeralah pulang dan istirahat, jangan lupa makan yang teratur ucapku lagi, dengan segera aku berjinjit dan mencium pipi danny. Kemudiam segera masuk ke dalam bandara tanpa menoleh lagi ke tempat danny. Aku malu ya tuhan, kenapa tindakanku tadi seberani itu, ini di tempat umum, apa yang akan orang pikirkan tentangki, dan banyak pikiran pikiran lainnya yang berkecamuk di kepalaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
Chick-LitPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
