"Ayo masuk, sepertinya akan turun hujan," ucap danny sambil menarik tangannku masuk.
Danny merebahkan badannya di tempat tidur, dan menepuk nepuk tempat di sampingnya, menyuruhku bergabung dengannya, ya tuhan aku gugup sekali, tapi aku tetap melakukannya dan ikut berbaring di sampingnya. Danny mendekatkan wajahnya, aku merasakan bibir danny mendarat di dahiku, kemudian turun ke mata, hidung, lalu bibirku awalnya ciuman danny sangat lembut, aku memberanikan diri memeluknya dan membalas ciumannya, danny melepaskan bibirnya dan menatapku, aku hanya menunduk tidak berani menatapnya, danny memegang daguku dan kembali menciumku, kali ini bukan hanya ciuman tapi danny mengigiti bibirku dan memasukkan lidahnya, aku menikmatinya, tangan danny mulai meremas dadaku bergantian. Dan ciumanny mulai turun ke leherku, danny mencoba menyikap bajuku, tapi aku menahannya.
"Kita sudah terlalu jauh dan," ujarku dengan napas memburu, aku menyukai danny, aku menikmati sentuhannya, aku juga menginginkah lebih, Tapi aku tidak bisa, aku takut.
"Aku minta maaf nay, ucap danny sambil duduk, aku kelepasan, kita memang tidak seharusnya, maksudku aku tidak bermaksud sejauh itu", ucap danny tergagap.
Danny beranjak berdiri dari tempat tidur, aku pun memeluknya dari belakang.
"aku mencintaimu dan, aku juga menginginkanmu." ucapku lirih.
danny berbalik dan mencium puncak kepalaku, ia keluar dari kamar. Lama danny tidak kembali hingga aku tertidur. Aku terbangun, aku sadar aku masih di hotel daniel, aku melihat danny tidur di pinggir tempat tidur, membelakangiku, seperti habis mandi, rambutnya terlihat sedikit basah. Kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 11 malam. Ya tuhan kenapa lama sekali aku tidur, bagaimana aku akan pulang. Kasihan danny kalau aku membangunkannya dan memintanya mengantarku, apa besok pagi saja, tapi apa yang dipikirkan nina dan rena kalau tau aku menginap bersama danny, ya tuhan, kenapa aku bisa seperti ini, pelan-pelan aku beranjak dari tempat tidur untuk mencari hp ku.
"Kau sudah bangun," ucap danny,
"Maaf membangunkanmu, kenapa kau tidak membangunkanku." ucapku.
"Tidak tega, kau sangat nyenak tidurnya, jadi menunggumu bangun dari tadi sampai ketiduran, apa kau mau pulang sekarang," tanya danny lagi.
"Tapi ini hampir tengah malam dan, bagaimana kau nanti kembali lagi ke sini,"ucapku.
"Tidak masalah" , ucapnya.
"Tidak aku akan menginap, besok pagi sekali kau bisa mengantarku, sekalian berangkat kerja, aku akan mengabarkan nina." ucapku.
"aku sudah mengabarkannya nay, tadi nina menghubungimu dan aku menjawabnya," ucap danny
"Yasudahlah," kataku.
"Kalau kau takut kita seperti tadi sore, aku akan tidur di depan nay." ucap danny sambil beranjak keluar.
"Tidak dan, kita akan tidur disini bersama, ucapku, maksudku ya tidur. tambahku."
Danny terkekeh dan kembali ke tempat tidur, danny meletakkan bantal guling di tengan tempat tidur, dan berbaring membelakangiku lagi sambil mematikan lampu.
"Sebaiknya kita tidur, ya tidur nay, aku sangat mengantuk." ucapnya,
Aku menyingkirkan guling itu dan memeluk danny kurasakan tubuh danny menegang.
"Aku suka sekali punggungmu dan, ucapku, sangat nyaman."
"Aku juga sangat nyaman bersamamu nay." ucapnya, tak lama kudengar suara dengkuran halus, dia pasti sangat lelah.
Ternyata senin ini adalah hari libur aku tidak ingat jika danny tidak memberitahukanku, kami menikmati sarapan bersama, sebelum pulang danny mengajakku berenang dan spa di hotelnya, ya kami berdua menikmati kebersamaan kami. Kami memutuskan akan makan siang di restoran milik james, aku pulang saat sore karena danny bilang malam nanti ada janji lagi dengan teman temannya.
Saat aku masuk kamar untuk berganti baju, nina langsung masuk ke kamar bersama rena
"Ehm,,gimna nay ucap nina." sambil senyum.
"Gimana apa nya nin," tanyaku lagi.
"Jangan gitulah nay, ceritalah ke kita." tambah rena
"si danny hot ga," tanya nina
"iya nay, gimana aku sampe susah tidur semalam mikirin kamu, " tambah rena.
"Emang kalian pikir aku ngapain," tanyaku.
"Ya gak taulah, makanya kami tanya," tambah nina sambil senyum senyum ga jelas.
"Aku ga ngapa ngapain sama danny, aku beneran ketiduran," ucapku.
"Ah masa sih nay ,lo bisa bobo-bobo cantik sementara ada danny di samping lo," ujar rena.
"Beneran ren, ga kaya yang kalian bayangin." ucapku.
"Ah gak asik lo nay, ucao rena, gue mau lanjut tidurlah kalo gitu, nanti malam mau keluar sama fajar." ucapnya melengos pergi.
"Emanhlo ren, jangan keseringan lo ntar kebablasan di dalam. " ucap nina.
Rena tertawa kencang, sambil masuk ke kamarmya.
"Jadi" ucap nina
"Jadi apanya nina sayang, beneran, sumpah ga ngapa ngapain," ucapku.
"Lo gak bisa bohong ke gue nay, ga sampe ke yang itu, tapi udah sampe ke yang ini kan." ucap nina sambil menyentuh bibirnya.
Ninaa teriakku, sambil menutup mukaku, akupun menceritakannya pada nina.
"Si danny beneran serius tu sama lo nay," ucap nina, aku harap juga gitu nin, lirihku dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Until I Find You
ChickLitPria yang kusukai tidak menyukaiku, pria yang kurasa tidak mungkin menyukaiku malah menyatakan perasaannya padaku.Itulah yang kurasakan. - kanaya arumi, 24 tahun- Teman-temanku bilang ia hanya gadis polos dan tidak menarik, tapi sejak melihatnya aku...
