bab 30

9.5K 349 5
                                        

"Naya,, kanaya.. "ucapku.

"Cari siapa ya,?" Tanyanya

"Kamu gak kenal saya" tanyaku,

"Wajahnya ga asing, kaya pernah ketemu" ucapnya lagi.

"Siapa nay," ucap suara dari dalam rumah,kak ara terkejut melihatku, tetapi tetap mempersilahkanku masuk.

Kulihat naya tersenyum malu malu dan berbisik pada kakaknya, tapi aku bisa mendengarnya.

" dia temennya anggi kak, kakak tau anggikan, temen aku waktu kost, dia ganteng ya kak. Kakak kenapa bisa kenal dia" ucapnya. Hatiku sakit mendengarnya,kenapa naya bisa tidak ingat padaku. Kak ara hanya tersenyum padaku.

Saat nina menceritakan keadaan naya padaku, aku langsung berangkat ke pekanbaru, riau.nina mencari tau tempat tinggal naya melalui kak ara. disinilah aku.

Orang orang menatap heran padaku, ini merupakan asrama tentara di pekanbaru, suami kakak naya . Ara menikah dengan tentara. Saat aku berhenti didepan rumahnya kulihat naya duduk seorang diri di kursi kayu di depan rumahnya, pandangannya kosong. Ia terlihat sangat kurus. Ia bukan lagi naya yang kukenal dulu.

" dia mengenalmu, tapi dia melupakan kenangannya bersamamu, dia yang memilih ingatannya" ucap kak ara.

" apa yang terjadi dengannya " tanyaku.

"Akupun tidak tau, tiba-tiba saja semua seperti ini, aku tidak tau jelasnya, menurut dokter, jiwanya terguncang, terlalu banyak tekanan.
ucap kak ara, ada apa lagi kau mencarinya, setelah semuanya," tambah kak Ara.

"Aku hanya ingin melihat keadaannya" , ucapku.

"kau sudah melihatnya, pergilah, ia sudah bahagia sekarang, ia tidak perlu memikirkan apapun lagi, ucap kak ara, aku tidak mau setelah melihatmu ia kembali seperti dulu, ia sering menangis, histeris, kadang ia berteriak memanggilmu" Tambah ara.

"Aku minta maaf untuk semuanya ", ucapku

" kurasa naya sudah memaafkanmu, dia memaafkan semua orang" ucap ara sambil menangis. tolong jangan pernah datang lagi, pergilah. ia pernah sangat mengharapkanmu tapi,,, semua sudah lebih baik sekarang." Ucap ara, sementara naya hanya diam memandang kosong kedepannya.

Aku memegang tangan naya ,Ia meronta mencoba melapaskannya. ini yang terakhir kalinya aku akan menggenggam tangannya, aku sangat menyesal atas yang terjadi padanya.
" terima kasih sudah pernah hadir di hidupku" ucapku. Aku berjalan keluar, Kak ara berdiri dan merangkul naya untuk masuk ke rumah, kanaya menangis histeris dan memelukku dari belakang.

"Jangan pergi, aku minta maaf, jangan tinggalkan aku lagi" ucapnya.

aku ingin menangis mendengarnya, aku bukan laki-laki lemah yang mudah menangis, tapi mendengar tangisan naya aku merasa sangat bersalah padanya, satu air mataku tak terasa jatuh. kak ara memegang naya membawanya masuk, tapi naya semakin histeris, ia duduk di tanah sambil menangis. kak ara ikut jongkok menangis di sampingnya.

Aku membantu kak ara membawa naya ke rumah, dia tampak seperti biasa kembali, kembali pada naya yang pertama kulihat saat datang. Dia membersihkan dirinya sendiri, setelah keluar dari kamar kulihat dia duduk menonton tv, membantu kak ara membawakanku minum, berbicara seolah olah tak terjadi apa apa sebelumnya. tak lama suami kak ara datang, kami berkenalan.

"Saya ardi, suami ara, " ucapnya.

"Maaf sudah mengganggu ketenangan kalian" ucapku.

"Kapan kamu sampai, maaf keadaannya begini, saya sudah dengar cerita kamu dan naya, akhirnya begini tidak ada yang menyangka" ucapnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi padanya" tanyaku

darahku mendidih mendengar cerita bagaimana perlakuan suami naya padanya. Setelah semuanya ibu mertua naya malah meninggal, sekalipun suaminya tidak pernah menjenguknya. bagaimana bisa seorang laki-laki memperlakukan wanita seperti itu.
Hingga saat ini Naya tidak mau melihat om dan tantenya. Setelah ia di rawat di rumah sakit akibat keguguran ia terpukul, ia tidak berkomunikasi dengan siapapun, ia histeris, menangis, dan selalu menanyakanku pada siapapun. setelah itu naya terjatuh di kamar mandi dan koma untuk beberapa saat, setelah sadar ia kembali seperti semula ia ingat ara ,nina, rena, semua hal kecuali aku, suaminya, dan kehidupan pernikahannya. Ia juga terlihat seperti orang yang kebingungan.

aku makan malam di rumah kak ara, naya terlihat biasa, sesekali ia tersenyum padaku. Seakan akan ini petemuan pertama kami. Aku memutuskan menunda kepergianku, aku menginap di hotel dekat rumah naya.

Apa yang haru kulakukan sekarang, aku tidak ingin meninggalkannya, aku ingin bersama nayaku.

Jika aku pergi aku tidak yakin bisa melupakannya, seumur hidup aku akan bersalah padanya, apalagi saat mendengar naya menangis dan memintaku tidak meninggalkannya. Lain halnya dengan naya ia akan menjalani kehidupan keduanya tanpa pernah tau ada aku yang pernah mencintainya. apa dengan begitu naya akan bahagia, tapi bagaimana dengannku.

Aku mencoba menghubungi nomor ardi suami ara, panggilan ke tiga tetap belum di jawab, sudah tidur pasti ini sudah jam 3 pagi. setelah panggilan kelima dia menjawabnya, kurasa ia setengah sadar, aku katakan kalau aku akan mengikuti naya, dan aku akan menikahinya sebelum aku membawanya menemui orang tuaku , aku sudah memikirkannya. 10 menit kemudian ia menelfonku kembali ia menyangka aku sedang mengigau di tidurku, kuyakinkan kalau aku serius dan akan datang lagi besok pagi.

- - -

Aku menikahi naya akhirnya,meskipun tidak keesokanharinya, tapi seminggu setelahnya, itupun kami baru menikah secara agama. aku putuskan mengikuti naya. Aku tidak sanggup lagi hidup tanpanya meskipun naya tidak mengingatku lagi, tapi aku mencintainya, aku yakin bisa membuat naya mencintaiku kembali.
Naya sangat cantik dengan balutan kebaya putih sederhana, meskipun ia terlihat bingung. Kak ara menangis terus di acara itu, ia tidak menyangka naya akan menikah lagi secepat ini setelah semuanya. naya mengerti semua hal, dia hanya melupakan kejadian tertentu yang tak ingin ia ingat, ia pernah bertanya kenapa aku mau menikahinya padahal aku baru mengenalnya. Tapi kak ara meyakinkannya. Jodoh hanya DIA yang tau, kapan waktu dan tempat yang tepat.

Sementara aku ikut tinggal di rumah kak ara dengan naya, karena naya terus bertanya jika dalam waktu lama ia tidak bertemu dengan kakaknya, awalnya naya sangat sungkan sekamar denganku, setelah beberapa hari meyakinkannya baru ia mengerti kalau kami sudah menikah. Seminggu dua kali aku mengajak naya menemui seorang ahli kejiwaan yang di sarankan kakak naya. Setiap hari juga aku mengajaknya ke rumah yang aku sewa di sini untuk membiasakannya mulai jauh dari kakaknya, aku menunda pekerjaanku untuk 3 bulan.

Tiga bulan aku disini ,naya banyak mengalami perubahan, meski terkadang ia masih kebingungan, ia sudah menerimaku sebagai suami yang dipilihkan kakaknya. Kami memulainya dari awal lagi. Ia menemaniku mengobrol, mengurus keperluanku, belanja, memasak, dan lainnya, ia hampir seperti naya yang dulu. Ia tidak mengingat kalau ia pernah menikah, ia hanya mengingat kalau ia baru di terima bekerja di batam dan tinggal bersama teman temannya, lalu ia katakan ia lupa bagaimana ia berhenti kerja dan bisa ikut tinggal dengan kakaknya. Ia berusaha mengenalku, ia selalu menanyakan apapun tentangku. bagaimana aku kenal kakaknya, keluargaku, pekerjaanku. Sudah lebih 3 bulan aku disini tidak melakukan apapun, hanya menemaninya dan belajar tentang kehidupan baruku. aku meyakinkan naya untuk ikut bersamaku menemui keluargaku, dan kukatakan padanya aku harus bekerja untuk kehidupan kami. Kak ara pun membantuku meyakinkan naya, aku berencana membawa naya menemui om arief, baru menemui keluargaku, tapi kak ara melarang.
Akhirnya kuputuskan singgah ke batam , dari batam kami akan ke singapura untuk menemui ibu. Kak ara membantu mengurus prosesnya dan hari ini kami akan berangkat.

"jaga naya ya dan, dia hanya satu-satunya keluarga yang aku miliki" ucap kak ara sebelum kami berpisah.

Saat tiba di batam aku langsung mengajakknya ke rumah nina, dari mereka ber4 memang hanya nina yang paling dekat dengannya, nina menangis melihatnya, sedang naya hanya bingung melihat nina yang terus menangis memeluknya.

"Jangan tinggalin dia lagi, apapun yang terjadi dan" ucap nina padaku sebelum kami berangkat memasuki terminal ferry.

" hingga kematian yang memisahkan" ucapku.

Until I Find YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang