"GUYS, gue diajak ngomong sama Kak Haikal!"
"Beneran?" Sinta berhenti memakan keripik kentangnya.
Mitha mengambil keripik kentang Sinta lalu memakannya. "Lo yakin itu beneran Kak Haikal?"
Sophia mengangguk senang. "Dia bilang 'duluan' sama gue. Gila! Seneng banget gue, mimpi apa gue malem tadi?" wajah Sophia berseri-seri.
"Nih, nih, makan dulu gih," Sinta menawarkan keripik kentangnya.
Sophia memakannya dengan senang dan wajah masih berseri-seri. "Enak banget, Sin."
"Ya deh, kami bahagia juga kalo lo bahagia. Ya, kan, Mit?"
"Yo'i."
"Ah... gue bener-bener seneng hari ini!"
"Lo nggak ada rencana mau ke rumah gue buat ngeliatin Kak Haikal gitu?" tawar Mitha.
"Good idea. Gue ke rumah lo ntar sore, ya."
"Iya, deh. Kan gue yang nawarin."
"Gue nggak bisa ikut. Sori, ya."
"Yaaah," Sophia mengeluh. "Kenapa, Sin?"
"Gue latihan basket hari ini."
"Ya udah, ntar kita nyusul ke Airlangga."
Sophia berpikir sejenak. Tapi, Mitha tahu apa yang ada dipikirannya.
"Tenang, Phi. Haikal biasanya ke Airlangga Rabu sore, dia kan ikut Kimia club," Mitha menepuk pundak Sophia pelan.
"Beneran?"
"Iya, sih... gue kadang liat Kak Haikal pas latihan basket. Ya udah, gue tungguin kalian ntar sore."
"Sore ini. Fix?"
"Fix."
***
Setelah menjemput Mitha, Sophia dan Mitha segera pergi ke SMA Airlangga. Wajahnya masih berseri-seri. Ia bahkan menjalankan mobilnya dengan kecepatan teratur. Mitha hanya bisa memerhatikan sahabatnya itu sambil tersenyum.
Mungkin, awal yang baik, batin Mitha.
"Akhirnya, sampe juga," mobil Sophia memasuki wilayah SMA Airlangga. Ia memarkirkan mobilnya di parkiran dimana biasanya ia memarkir.
"Langsung ke tempat Sinta, atau keliling ruang Kimia club dulu, nih?" tanya Mitha.
"Lo tau lah jawabannya," Sophia tersenyum lalu menggamit tangan Mitha.
Mereka berdua pergi ke ruang Kimia club. Dan disana, Sophia melihat Haikal. Benar-benar wajah serius yang membuatnya jatuh cinta.
"Sophi?" Mitha mengibas-ngibaskan tangannya didepan Sophia.
"Sophia Afareen!"
Sophia tersentak. "Iya, Mit?"
"Lo mau tetep disini atau ke tempat Sinta? Soalnya, Sinta nge-LINE gue."
"Ya udah, ke tempat Sinta aja."
"Beneran nggak papa? Kalo lo masih mau disini sih, nggak papa juga kok."
"Kita ke tempat Sinta aja. Kalo gue disini mulu, ntar ketauan lagi kalo gue sama Kak Haikal."
"Ya udah, deh."
Sophia dan Mitha pergi meninggalkan ruang Kimia club dan berjalan ke lapangan basket. Disana, mereka bertemu Sinta yang sudah bersimbah keringat. Sinta menghampiri mereka berdua dengan napas terengah-engah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MLS (1) - Phytagoras Love
Teen FictionMath Love Series (MLS) 1 - Sophia Afareen (kelas X), bukan cewek populer apalagi The Most Wanted-nya SMA Airlangga. Dia suka sama cowok bernama Haikal Ardhani (Kelas XI), prestasi Haikal membuat Sophia jatuh cinta. Juara 1 olimpiade Kimia tingkat na...
