"GIMANA larinya? Capek?" tanya Mitha saat Sophia masuk kedalam kelas dan duduk dibangkunya yang berada didepan Sinta.
"Kesel-banget!" ucap Sophia penuh penekanan.
"Loh, kenapa?" tanya Sinta sambil menyalin catatan yang ada dipapan tulis.
"Tuh Si Titan nggak ada capeknya apa ganggu hidup gue. Gue mau ngeliat Kak Haikal malah dihalangin."
"Eh, Phi, dia itu anak kelas dua belas lho... masa lo berani sih manggilnya nggak pake embel 'kak'?"
"Abisnya gue kesel banget."
"Jangan gitu, ntar lo suka lagi."
"Nggak bakal deh. Catet apa yang gue bilang."
"Lo kalo ngomong hati-hati."
"Udah hati-hati, kok."
Sinta dan Mitha hanya tertawa samar sambil melihat Sophia yang membuka tasnya dengan kesal.
Mitha berbicara tanpa suara dengan Sinta yang duduk disampingnya. "Pengganti Haikal tuh," kodenya pada Sinta.
Sinta mengangguk-angguk.
Sophia menoleh kebelakang. "Kalian ngomongin apa?"
"Nggak... nggak ngomong apa-apa," jawab Mitha.
"Udah, tuh, kasian Pak Atmo nggak ada yang merhatiin," Sinta menyuruh Sophia menghadap kedepan.
Kembali lagi, Sinta dan Mitha tertawa kecil.
***
Bel istirahat berbunyi. Sophia cs langsung pergi ke kantin dan membeli makanan yang bisa membuat mereka menghilangkan lapar.
Sinta kena giliran memesan makanan, sedangkan Sophia dan Mitha mencari tempat duduk.
"Mit, gue main ke rumah lo, ya," seru Sophia menggebu-gebu.
Mitha mengambil sendok lalu mengusapnya dengan tisu. "Bilang aja lo mau ketemu Haikal, kan?"
Sophia tertawa kecil. "Tau aja lo."
"Terserah aja sih. Gue open house aja kok."
"Maksud gue itu, biar lo nggak bosen-bosen dirumah."
"Gue nggak pernah bosen kali dirumah."
"Tapi lo doyannya maen game mulu."
Mitha tersenyum bangga.
Sinta datang sambil membawa makanan. Ia menaruh dua mangkuk bakso.
"Tuh, sisanya ambil sendiri," kata Sinta. "Gilaaa... susah banget nerobosnya."
"Ya udah, gunting-batu-kertas, Phi," seru Mitha.
Sophia dan Mitha mulai bermain guting-batu-kertas. Biasanya Mitha yang akan menang, tapi keberuntungan berpihak pada Sophia.
"Yes! Gue yang menang."
Mitha menggaruk tekuknya yang tidak gatal. "Ya udah, gue kesana dulu."
Sophia memakan baksonya dengan lahap. Begitu juga Sinta yang sudah menghabiskan seperempat porsi baksonya.
***
Titan mengajak Yudistira -teman sekelasnya- ke kantin. Kebetulan, kantin Bulek Ren baksonya paling matep. Pentolnya gede-gede. Kuahnya juga enak. Mienya apalagi, buanyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
MLS (1) - Phytagoras Love
Fiksi RemajaMath Love Series (MLS) 1 - Sophia Afareen (kelas X), bukan cewek populer apalagi The Most Wanted-nya SMA Airlangga. Dia suka sama cowok bernama Haikal Ardhani (Kelas XI), prestasi Haikal membuat Sophia jatuh cinta. Juara 1 olimpiade Kimia tingkat na...
