SOPHIA melirik Titan sinis. Sesekali dengan pandangan malas. Bahkan yang biasanya Titan akan ikut nimbrung sama Sophia cs, kini malah memilih gabung sama teman-temannya sendiri.
"Lo ngapain sampe Kak Titan tiba-tiba jaga jarak sama lo gitu?" tanya Mitha saat rasa penasarannya meluap keluar.
"Kemaren dia nembak gue."
"Hah?" mata Mitha dan Sinta melotot.
"Tapi ceritanya gue ngambek."
"Jadi kalian udah pacaran?"
"Nggak. Gini lho, guys. Gue emang bilang kalo gue juga sayang sama dia. Tapi gue nggak terima lah."
"Kenapa nggak diterima?"
"Bukannya nggak diterima, tapi ngga terima."
"Cerita dari awal dong."
"Jadi itu ...."
***
Titan malah mengacak-acak rambut Sophia hingga berantakan.
"Bentar," Sophia mengalihkan tangan Titan yang mengacak rambutnya. "Gue nggak bisa terima."
"Apanya yang nggak bisa diterima?"
"Lo nembak cewek—ah, mantan lo—semuanya pada romantis. Kenapa gue kesannya maksa banget? Di tempat gelap kayak gini lagi, mana muka lo darah kesana-kemari."
Titan tertawa kecil. "Lo mau yang romantis?"
"Iya, dong! Masa nggak? Enak aja."
"Emang yang gue lakuin kurang romantis ya, Sop?"
"Bukan kurang, nggak ada sama sekali malah," Sophia mengerucutkan bibirnya. Membuat Titan tak bisa menahan senyum.
"Yang penting itu bukan cara penyampaiannya, tapi cara perhatiannya."
"Udah yuk, ke dokter. Entar lo malah keasikan bikin puisi disini," Sophia mencoba membantu Titan berdiri dengan cara memapahnya.
Titan menoyor kepala Sophia pelan. "Emang lo kuat ngangkat gue? Badan kecil kayak gitu."
"Eh, gue masih tinggi, ya!"
Titan mengacak-acak rambut Sophia.
"Sop Ayam, makasih ya. Lo udah nolongin gue mulu."
"Makasih sih makasih, tapi nggak usah pake ngatain sop ayam juga," Sophia cemberut sambil terus menuntun Titan keluar dari tempat gelap ini.
"Lo Sop Ayam-gue. Selain nolongin gue dari kelaparan, lo juga nolongin gue dari kesakitan."
"Udah, jangan banyak ngomong."
Titan tersenyum. "Terus aja, Sop, anggep gue bercanda."
Sophia jelas bisa mendengar gumaman Titan. Seulas senyum terlukis di wajah Sophia.
"Gue bukannya anggep bercanda, Tan. Gue cuma nggak mau kegeeran," gumam Sophia pelan sekali.
***
"Gimana kalo lilin di susun kayak bentuk hati gitu?"
"Norak lo, Yud!"
"Iya lo."
"Kalo nggak ... lo tulis di beberapa kertas aja Tan, semua perasaan lo. Terus kasih liat dia satu-satu."
"Eh curut! Terlalu klise tau, kliiiseee."
"Daripada norak."
"Elah, bentar lagi juga cara lo bakalan norak."
KAMU SEDANG MEMBACA
MLS (1) - Phytagoras Love
TeenfikceMath Love Series (MLS) 1 - Sophia Afareen (kelas X), bukan cewek populer apalagi The Most Wanted-nya SMA Airlangga. Dia suka sama cowok bernama Haikal Ardhani (Kelas XI), prestasi Haikal membuat Sophia jatuh cinta. Juara 1 olimpiade Kimia tingkat na...
