Chapter 13 : Scream

316 22 39
                                        

"KAK," panggil Sophia.

"Hm?" jawab Haikal.

"Kenapa keliatannya Kakak benci banget sama playboy itu?"

Haikal menghindari kontak mata dengan Sophia. Ia menelan ludahnya pelan lalu menatap Sophia lagi.

"Keliatan, ya?"

Gedubrak! Sophia baru sadar dengan ucapannya. Bagaimana bisa ia mengatakannya? Ia siapanya Haikal sampai-sampai sangat ingin mengetahui kehidupan seorang Haikal Ardhani?

"Benci sama dia itu wajar, Kak. Mungkin malah sunnah mendekati wajib. Jadi nggak papa," cerocos Sophia. Ia benar-benar salah tingkah sekarang.

Haikal tersenyum tipis. "Rasa benci lo, sama rasa benci gue ke dia itu beda."

"Untung deh, dia nggak gombalin Kakak."

"Hah?"

"Nggak. Katanya mau balik. Yuk!" Sophia berjalan duluan. Kenapa sekarang ia tidak bisa mengontrol ucapannya?

Haikal menyusul Sophia sambil tertawa kecil.

***

Bel pulang sekolah berbunyi super nyaring. Sophia cs berjalan ke parkiran seperti biasa. Ceria sekali. Hanya saja, Sophia terkadang diam. Jika ditanya, ia hanya menggeleng.

Sophia melihat dari kejauhan, Titan sedang menaiki motornya dan berjalan kearah Sophia cs.

"Yuk, pulang," ajak Titan dengan wajah sumringahnya.

Wajah Sophia langsung berubah. Ia menatap Titan sinis. Lalu ia menatap Sinta.

"Sin, gue nebeng lo, ya," ucap Sophia berusaha mengacuhkan Titan. Titan mengangkat sebelah alisnya.

Sinta mengangguk kikuk. "Boleh, sih... tapi..."

Mitha menyenggol bahu Sinta pelan. Menyuruhnya agar diam dan melihat apa yang akan terjadi setelah ini.

Sophia berjalan meninggalkan Titan, tapi lengannya langsung ditahan oleh Titan.

"Lo kenapa?"

Sophia langsung menepisnya. "Bukan urusan lo!" bentak Sophia pada Titan.

Titan menyetandar motornya dan berjalan menyusul Sophia. Ia memegang siku Sophia dan membuat Sophia berbalik menghadapnya.

"Lepasin gue!" teriak Sophia. Ia berusaha melepas pegangan Titan, tapi Titan malah memegang kedua bahunya.

"Elo kenapa, sih?" Titan membuat suaranya senormal mungkin.

"Masih nggak tau salah lo apa!?" Sophia masih saja mengeluarkan nada tingginya.

"Lo nggak ngasih tau gue, gimana gue tau?" ucap Titan lembut.

"Makanya introspeksi diri!"

Sophia menginjak-injak kaki Titan. Titan sempat mengaduh saat Sophia menginjak kakinya, tapi kemudian ia membiarkan Sophia melampiaskan semuanya padanya.

"Kesalahan gue terlalu banyak sampe gue nggak sanggup introspeksi diri. Jadi sekarang, jelasin apa kesalahan gue."

Sophia mendecih. Ia melepas paksa pegangan tangan Titan di bahunya. Sophia mundur selangkah.

MLS (1) - Phytagoras LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang