Chapter 2 [Dinner]

45.6K 1.8K 11
                                        

Valery POV

"Valery bangun"tubuh gue diguncang-guncangkan oleh seseorang yang gue kenal dari suaranya.Ini pasti kak Gabriel. "Aduh kenapa sih kak? Valery,masih ngantuk"balas gue membalikan badan. "Dasar kebo! Ini udah sore,mandi sana"titah kak Gabriel.

"Hah?! Astaga udah jam enam?Ya ampun gue tidur lama banget"gue panik melihat jam dinding. "Iya lah,dari tadi dibangunin gak bangun-bangun kaya orang pingsan"balas kak Gabriel. "Yaudah lo mandi deh,abis itu makan malam ya"ujar kak Gabriel sambil mengusap kepala gue. "Iya"

Setelah kak Gabriel keluar dari kamar,gue bergegas mandi.

"Hai semua"sapa gue menuruni tangga. "Hai sayang,kamu capek banget yaa sampe baru bangun jam segini bangun"ucap mom tertawa. "Tau nih,udah kaya orang pingsan aja.Lama banget tidurnya"timbrung kak Brandon. "Abisnya tadi disuruh muterin sekolah,ya capek lah.Mana sekolahnya luas banget,padahal aku udah tau"balas gue sambil menuangkan air putih ke gelas.

"Ya namanya juga prosedurnya gitu Val"ucap kak Brandon. "Tapi gapapa deh,yang penting besok libur sampe minggu depan"

"Tau nih,enak banget.Kita mah tetep sekolah"kak Gabriel mengucutkan bibirnya. "Haha resiko,kasian deh lo"balas gue meledek. "Udah udah,gak usah ribut"ujar mom.

Tak lama kemudian dad pulang. "Eh dad udah pulang"ucap gue. "Iya nih,wah udah mau makan malam yaa?"

"Iya,makanya kamu mandi abis itu kesini yaa"ujar mom. "Iya istriku"balas dad wink pada mom,Omg. "Dasar dad alay"cibir kak Brandon. "Biarin aja,emangnya cuma remaja kaya kalian doang yang bisa? Dad juga bisa tau"balas dad tertawa. "Udah udah,mandi sana"mom menyuruh dad mandi.Sedangkan kita semua tertawa melihat tingkah dad.Ah andai aja mom masih ada.

"Vale gimana tadi MOS nya? Aman kan?"tanya dad di sela makan malam. "Aman kok dad,semuanya lancar"balas gue mengacungkan jempol. "Gimana gak aman,kan ada kita berdua yang Iel?"ucap kak Brandon sambil melirik pada kak Gabriel. "Iya lah,kita jagain adik perempuan kita satu-satunya"balas kak Gabriel tertawa. "Iya iya,terserah lo berdua aja deh"balas gue.

"Ndon,Iel pokoknya kalian harus jagain Vale di sekolah.Pokoknya Vale gak boleh sampe kenapa-napa,Vale ini harus dilestarikan hampir punah soalnya"ucap dad membuat yang lain tertawa,kecuali gue yang memandang dad sebal. "Ih dad! Emangnya aku badak bercula satu apa?! Hampir punah segala"gue mendengus kesal. "Bercanda kok sayang"balas dad mengelus rambut gue.

Vale adalah nama panggilan dari dad untuk gue,tidak ada yang memanggil gue dengan sebutan Vale selain dad.Entahlah mungkin itu panggilan kesayangan dad untuk gue.Hehe.

Setelah selesai makan malam gue pun iseng ke kamar kak Brandon,ternyata dia lagi belajar.Tumben.

"Kak Brandon"panggil gue membuka pintu. "Eh Valery,kenapa Val?"tanya kak Brandon. "Gapapa sih,cuma mau ke sini aja.Ternyata lo lagi belajar"balas gue.
"Iya lah,lo mah enak besok libur.Gue besok masuk"

"Oh iya gue pinjem laptop lo dong"

"Buat apaan?"tanya kak Brandon. "Gapapa,mau liat-liat aja.Abis gak ada kerjaan"
"Yaudah,tuh ada di atas meja"

Gue pun mengambil laptop kak Brandon dan membuka isi folder foto.Gue pun melihat-lihat fotonya.

Ternyata ada foto gue dan kak Brandon yang masih kecil,gue menggunakan rok selutut berwana kuning cerah sedangkan kak Brandon memakai celana pendek.Ah gue jadi rindu masa kecil gue.
Lalu gue juga melihat foto gue,kak Brandon,dad dan mom saat masih hidup.Di foto itu terlihat betapa bahagianya kami,tapi sekarang mom udah gak ada,mom udah pergi ke surga.

Tak sadar ternyata air mata gue menetes sampai ke pipi,dengan cepat gue mengelapnya kasar.Takut kak Brandon liat gue nangis.

"Kak lo besok pulang jam berapa?"tanya gue. "Gak tau,mungkin belum efektif belajar.Paling jam 12 gue udah balik,kenapa?"

"Besok makan siang bareng yuk sama kak Gabriel? Besok kan gue sendirian,mom juga pasti ke butik"tawar gue. "Nah boleh tuh,ntar sekalian aja ajak Aji sama Agnez"usul kak Brandon. "Boleh tuh,ide bagus.Yaudah gue kabarin Agnez dulu yaa,lo juga bilangin sama kak Aji"ucap gue. "Beres deh"kak Brandon mengangkat jempol tangannya.

Gue pun menuju kamar gue untuk mengabari Agnez.

Revisi.Minggu 11 Maret 2018

Perfect BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang