Gabriel POV
"VALERY CEPET DIKIT,KITA HAMPIR TELAAAT"teriak Brandon menggelegar,yang membuat bumi gonjang-ganjing akibat teriakannya di pagi hari.
"SABAAR GUE LAGI NYARI BUKU GEOGRAFI"teriak Valery tak kalah menggelegarnya.Gue hanya diam memperhatikan mereka teriak-teriak dan berharap telinga gue gak tuli setelah ini.
"Ketemu nih,ayo berangkat"ujar Valery sambil membawa buku geografinya. "Iel,lo nyetir yaa,teriak-teriak bikin gue capek"ujar Brandon sambil ngelempar kunci mobil.
"Iel cepet dikit nyetirnya nanti telat"ucap Brandon,gue pun mempercepat nyetirnya,gue mulai menyalip semua kendaraan.
"Iel pelan-pelan ih,jangan terlalu kenceng juga"ucap Brandon lagi,dan gue hanya memberi tatapan 'kan tadi lo yang nyuruh gue kampret!'
"Pokoknya gimana caranya lo harus nyetir yang cepet,tapi terarah"ucap Brandon,sabarkan hamba ya Tuhan.
Valery POV
"Agnez"panggil gue. "Apaan?"jawab Agnez. "Ini soal nomor 5 gimana dah? Gue gak ngerti"tanya gue. "Lo nanya ke gue sama dengan lo dorong tembok Val,sia-sia"jawab Agnez.
"Lagian nih ulangan mendadak,mana ini materi baru,kan gue belom pelajarin"sambung Agnez.
Setelah mengerjakan ulangan dadakan dari guru Geografi,membuat cacing yang ada di perut gue nafsu makannya meningkat,dan gue langsung menarik Agnez pergi ke kantin,sebelum cacing-cacing ini demo anarkis.
Setelah memesan makanan gue pun duduk diantara kak Laura dan Ricky.
"Buset lo laper banget ya Val?"tanya Ricky. "Sangat amat lapar,ulangan Geografi dadakan bikin gue tambah laper"jawab gue.Ricky pun hanya ngangguk-ngangguk
"Bagi dong Val"kata kak Gabriel langsung mencomot batagor gue,secara tidak senonoh.
"Kak Gabriel,lo nyebelin udah tau gue lagi laper"kata gue cemberut. "Hehe,maaf deh"kata kak Gabriel nyengir.
Gue pun tak mengihiraukannya dan kembali melahap batagor gue,takut-takut ada yang ngambil lagi,jadi gue makannya agak lebih ganas.
"Val nanti jalan yuk"ucap kak Aji secara tiba-tiba. "Cie Aji mau modus yaa"kak Alexa meledek. "Aji udah pinter yaa sekarang"ledek Laura.
"Ayo,kapan?"tanya gue,menghiraukan perkataan mereka yang ngeledek. "Pulang sekolah yaa"jawab kak Aji. "Oke deh"balas gue. "Cie Valery,cie"ledek kak Brandon.Gue yakin muka gue sekarang berubah warna merah.
Setelah makan dikantin,dan diledekin abis-abisan sama mereka,gue dan Agnez kembali ke kelas.
***
"Val ayo"ajak kak Aji. "Ayo"jawab gue. "Cie,selamat bersenang-senang"kata kak Laura ngeledek. "Pokoknya adik gue jangan sampe kenapa-napa,kalo pulang ada yang lecet,gue tendang sampe antartika"ujar kak Brandon.
"Gabakal lah Ndon tenang aja,bye gue pergi dulu"pamit kak Aji,setelah itu gue dan kak Aji naik motor dan menuju mall.
"Kak Aji main itu yuk"ajak gue,di salah satu tempat bermain. "Ayo yang kalah traktir yaa"jawab kak aji. "Deal!"balas gue.
"Mesinnya rusak tuh,masa gue kalah sih"ucap gue cemberut. "Haha,bukan mesinnya yang rusak,tapi lo yang kurang cepet Val"balas kak Aji terbahak-bahak.Gue pun makin cemberut.
"Yaudah ayo makan,gue laper"ujar kak Aji,gue pun mengangguk dan mengikutinya.
"Mas pesen dong"kata gue memanggil. "Iya mba pesen apa?"tanya masnya. "Mau lasagna deh sama milkshake,lo apa kak?"kata gue. "Samaiin aja tapi minumnya lemontea"jawab kak Aji,masnya pun segera menulis pesanan dan pergi.
Setelah makanan datang,gue dan kak aji pun segera memakannya,saat gue mau bayar makanannya karna gue kalah main tadi tiba-tiba.....
"Val mau kemana?"tanya kak Aji. "Bayarlah gue kan tadi kalah"jawab gue. "Biar gue yang bayar"balas kak Aji. "Eeh gak usah gue aja yang bayar,tadi kan udah sepakat yang kalah main bayar"jawab gue menahan kak Aji.
"Gaada sejarahnya cewek bayarin cowok Val"ujar kak Aji senyum.Memang dia ini cowok idaman.Setelah membayar gue dan kak Aji kembali mengitari mall tersebut.
Gue dan kak Aji pun masuk ke toko sneakers.
Gue pun mengambil salah satu sepatu,saat gue mau ngambil sepatunya..... "Mba ini punya saya"ujar mba yang tiba-tiba dateng. "Loh kan saya yang liat duluan"balas gue.
"Tapi saya yang bayar duluan"balas mbanya sambil menunjukan struk pembayarannya.Gue pun mengehela nafas kecewa,padahal gue pengen banget sepatunya.
Sepatu itu gue pengen sepatu itu tapi sayangnya udah dibeli sama orang.
"Kak Aji"panggil gue. "Kenap---Val kenapa nangis?"tanya kak Aji panik. "Gue hiks pengen sepatu itu tapi udah dibeli hiks sama orang kak"gue terisak.
"Sst udah jangan nangis ya Val"balas kak Aji memeluk gue.Ga berapa lama tangisan gue akhirnya reda dan merelakan sepatu itu.
"Val tunggu sini bentar yaa,gue mau ke toilet"ucap kak Aji. "Iya,jangan lama-lama yaa"balas gue,kak Aji pun mengangguk,dan pergi.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya kak Aji datang.
"Pulang yuk Val"ajak kak Aji. "Oke yuk"balas gue.Lalu gue dan kak Aji pun pulang.
"Makasih ya kak"kata gue. "Sama-sama Val"balas kak Aji tersenyum,gue pun balas tersenyum. "Gue pulang dulu ya Val,bye"pamit kak Aji dan dia cium gue Dia cium gue DEG jantung gue mulai ga karuan,kupu-kupu diperut gue pun berterbangan.
Huh,jantung gue,tarik nafas-buang huh,hati gue deg-degan.
Masuk kamar,mandi,dan tidur,mungkin itu lebih baik.
Perfect Boyfriend urutan 2 on Humor
23/5/16 (06.25)
Revisi.Rabu 16 Mei 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Boyfriend
Dla nastolatkówValery,gadis belia yang baru memasuki masa SMA.Dia periang,selalu menebar energi positif untuk orang di sekelilingnya,memotret menjadi hobinya.Kedua kakaknya selalu menjaga adik perempuannya ini,sampai pada suatu saat Valery jatuh cinta kepada orang...
