Malam itu aku menatap langit yang lebih gelap dari biasanya, perlahan hujan turun dan membasahi kepalaku, ketika aku menatap 2 orang temanku yang tampak sedang menungguku.
Aku tersenyum pada mereka, dan mereka memberikan isyarat kepadaku seolah mengatakan "tidak perlu basa-basi, ayo langsung masuk saja" ku tatap sejenak, rumah tua Mr. Bottom, yang sudah lama tak berpenghuni yang konon katanya Paling berhantu di daerah ini.
Kami bertiga berjanji, akan membuktikan bahwa itu semua hanya omong kosong dari beberapa orang tua iseng agar kami tidak kesana!
Kami merangkak, melewati celah pagar yang berlubang, pagar besinya sudah berkarat, dan sampah dedaunan memenuhi lahan kering yang tersapu oleh air hujan. Kubangan lumpur besar disana-sini, dan perlahan kami menuju Jendela ruang tengah.
Aku yakin, beberapa saat yang lalu aku menatap sebuah bayangan pria tua, yang berdiri di balik gorden jendela lantai 2. Aku ingin mengatakannya pada kedua temanku yang melangkah lebih dulu, namun aku mengurungkan niatku sebelum mereka memanggilku, "SIPUT PENAKUT".
Kami akhirnya berhasil masuk, dan coba tebak. Rumah ini benar-benar mengerikan, penuh dengan botol bir dan beberapa sampah menjijikkan. Aku yakin, orang-orang dewasa menggunakan rumah ini untuk bersenang-senang seperti berpesta miras atau berjudi dan menggunakan cerita hantu untuk mengelabuhi.
Kami memutuskan untuk berpisah dan mencari informasi sendiri-sendiri tentang kondisi rumah ini, meskipun aku sebenarnya berpikir itu adalah ide yang buruk.
Aku menjelajahi sepanjang lorong gelap, dimana langkahku terdengar berdeham karena lantai kayunya sudah mulai lapuk dimakan usia.
Aku menjelajahi rumah ini, saat aku menatap ruangan yang terbuka, disana, aku bisa melihat jendela dengan gorden yang tadi ku lihat. Dengan perasaan berdebar aku mendekatinya. Aku yakin, aku tadi melihat pria tua disini.
Perlahan-lahan aku mendekatinya, kemudian melihat halaman rumah dari jendela itu, sebelum aku mencium bau asap rokok yang menyengat. Tiba-tiba jantungku berdegup kencang, karena dari apa yang ku rasakan, aku melihat bayangan seseorang dari kaca jendela di hadapanku.
Aku memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi, saat sebuah tangan keriput mendekap mulutku, mataku terbelalak melihat Si Tua Bottom tertawa cekikikan dengan cerutu di mulutnya. Dua bola matanya menghilang, dan dia mengatakan "Boooo!!"
Aku ketakutan, dan segera ku tepis tangannya. Aku berlari turun dan menyusuri anak tangga. Aku mulai berteriak gila dan terus menerus memanggil nama teman-temanku.
"Larry!! Coller!!"
Braaakk!!
Aku terjatuh saat menabrak seseorang, seketika aku memanggilnya dengan nafas sedikit lega. "Larry-oh astaga!! Syukurlah, ayo kita pergi dari sini. Tempat ini benar-benar berhantu !!!"
"Ternyata kau juga merasakan apa yang kurasakan. Ayo kita cari jalan keluar!" Ucap Larry dengan wajah pucat.
"Tunggu" Gumamku. "dimana Coller, apakah kau tidak melihatnya?"
Larry menatapku dengan ekspresi ganjil. "Coller. Apakah kita memiliki teman bernama Coller? Bukankah kau kesini hanya denganku?"
Aku terdiam beberapa saat, kemudian tersenyum "kau benar, aku lupa!! Kita tidak memiliki teman bernama Coller."
Larry menari tanganku, namun aku tidak beranjak dari tempatku berdiri. Ku lihat Larry menatapku dan mengatakan "kenapa tubuhmu bergetar?"
"Kau siapa?-aku juga tidak memiliki teman bernama Larry? Yang aku tahu, aku datang ke rumah ini seorang diri."
***
Pria di depanku tersenyum kepadaku dan mengatakan "Jim-akhirnya kau tahu, Rumah Tua mr. Bottom itu tidak ada. Larry dan Coller juga tidak ada. Jadi, mari hentikan permainanya, sekarang minum dulu obatnya, kemudian kita akan bermain ke Rumah Hantu milik madam Stevany."
KAMU SEDANG MEMBACA
CreepyPasta & Horror Story
HorrorKumpulan cerita tentang creepypasta dan cerita horror yang menggunakan bahasa Indonesia dan dapat membuat bulu kudukmu berdiri. Baca pada malam hari atau saat sendirian.. Tapi aku mengingatkanmu untuk selalu memperhatikan sekitarmu, 'mereka' bisa sa...
