7.Petualangan dimulai!

2.2K 136 0
                                        

Goma masih tetap mengatur napasnya yang tak terkendali. Dadanya naik turun, tatapannya kosong, seluruh anggota tubuhnya tak bisa digerakkan. Lemas dan tak mau menuruti keinginannya

"Kau dengar?! Kembalikan mereka!" Setelah lama mengguncang-guncang tubuh Goma yang sia-sia,Lea melepas -kan pegangannya,membiarkan tubuh itu ambruk sia-sia di lantai sampai menimbulkan bunyi yang cukup keras.

"H-hei. Jangan bercanda. Jangan bercanda!"Lea kembali mendekat dan mengguncang-guncangkan tubuh Kimmy yang diam dengan mulut menganga.Matanya masih terbuka lebar,tapi tak menunjukkan tanda- tanda kehidupan. Lea berteriak kencang, Menyampaikan isi hatinya lewat teriakan sumbang itu.

"Ahp---yan-g ter--uhuk-di" Sambil memukul-mukul dadanya yang sesak, Kimmy menjauhkan dirinya dari Lea, mencari ruang untuk dirinya dapat menghirup udara lebih bebas. Lea tak dapat berkata-kata. Dia hanya bisa menganga tak percaya.Apa maksud -nya ini. Begitu pula yang terjadi pada Hime dan Yume. Mereka berdua bahkan berlari, mendekat kearah jendela, menarik napas dalam-dalam sesekali terdengar suara batuk
Yang tak mengenakan.

Lea menangis dalam diam. Lengannya lemas dan terkulai dikedua sisi tubuhnya. Mereka baik-baik saja. Mereka-- tidak apa-apa. Mereka---

"Hei, Kau baik-baik saja?" Hime datang lebih dulu, mengulurkan tangannya, membantu Lea berdiri dan spontan langsung memegangi pundaknya, menahannya yang hampir saja jatuh.

"Y-ya. Aku baik-baik saja" Kemudian dia melepaskan pegangannya pada Hime, berahli menatap Kimmy dan Yume yang sudah bergabung dengan mereka, masih sambil menepuk- nepuk dada mereka, merasa sesak. "G-goma.." Dia langsung berlari menghampiri Goma yang masih terbaring di lantai. Pandangannya kosong dan dadanya naik turun. Dengan bantuan Kimmy, Lea mengangkat Goma, mendudukkannya di sofa. Yume berlari keluar, mencari siapapun yang ada didekat sini. Beberapa saat kemudian dia muncul bersama dengan si wajah rata tadi.

Cepat-cepat pria itu berlari,menekan kepala Goma"Restrivhtu--Sacrcvuk et Ze!" Kemudian mendorongnya kebelakang, menimbulkan bunyi yang tak mengenakkan. Mata Goma yang awalnya tampak kosong, mulai terlihat bersinar. Dia mengedipkan matanya berkali-kali,menatap sekitar.

Baiklah, aku masih hidup.

"Terima Kasih, Ru. Kau boleh keluar" Yang dipanggil Ru itu,membungkuk -kan badannya hormat, Keluar dari sana.

"Apa--yang terjadi tadi! Kau tahu, itu sangat berbahaya!" Lea berteriak marah.

"Yeah. Terima kasih kembali. Aku Hampir saja mati hanya untuk nyawa tiga orang yang tak ku kenal"

"Jangan bercanda!"

"Aku sedang tidak bercanda"

"Kau bermain-main---dengan nyawa yang bahkan, bahkan---" Lea tak tahan. Dia langsung berlari keluar, menutup pintu keras-keras.

"L-lea, tungg--"

"Biarkan dia"Kata Goma mencoba menahan Hime yang berusaha mengejarnya.

"Apa mak--"

"Biarkan. Dia butuh waktu sendiri" Kemudian Goma menghadapkan wajahnya ke langit-langit ruangan ini. Yume hampir saja memaki Wanita itu, sebelum akhirnya dipotong oleh Goma sendiri.

"Kalian tak tahu! Kalian.. tidak tahu. Lea sudah cukup menderita. Sebut saja aku jahat. Tapi, tugasku adalah tak boleh membiarkan gadis itu berlarut-larut dengan masa lalu"

"Dia trauma. Kalian... Apa yang akan terjadi pada kalian Saat melihat Ayah dan Ibu Kalian dibunuh, tepat didepan mata? Tak mampu membantu mereka, padahal Kalian ada disana. Berdiri diantara mereka" Mereka bertiga saling pandang. Tak mampu berkata-kata, dan tak pernah mau ada di posisi itu.

Mystiki Porta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang